BACAAJA, BANYUMAS – Kalau biasanya kuliner Purwokerto yang diburu adalah mendoan atau soto, ada satu makanan yang bentuknya mungkin bikin orang bertanya-tanya. Namanya sahoun, kuliner lawas yang tampil sederhana tetapi punya rasa yang cukup bikin penasaran.
Keberadaan sahoun di Purwokerto juga terbilang langka. Konon, kuliner ini hanya bisa ditemukan di sekitar empat tempat, salah satunya Sahoun Ayam Pak Kartim di Jalan Kaliputih yang sudah melayani pelanggan selama kurang lebih 30 tahun.
Dalam ulasan kanal YouTube @peyutgembul, Sahoun Ayam Pak Kartim disebut sebagai salah satu kuliner lokal yang layak dicoba. Dari tampilan mangkuknya, mungkin tidak ada yang terlalu heboh, tetapi justru kuah dan teksturnya menjadi daya tarik utama.
Sekilas Mirip Kwetiau
Bagi yang baru pertama melihatnya, sahoun sekilas bisa disangka kwetiau. Namun, keduanya punya karakter yang berbeda, terutama dari teksturnya.
Sahoun dibuat dengan penggunaan tepung tapioka yang lebih banyak sehingga teksturnya terasa kenyal. Bentuknya juga cenderung lebih besar dan tebal dibandingkan mi atau kwetiau pada umumnya.
Cara penyajiannya pun tidak ribet. Potongan sahoun cukup dicelupkan sebentar ke dalam kuah panas sebelum dimasukkan ke mangkuk.
Setelah itu, sahoun diberi suwiran ayam dan potongan daun bawang. Semuanya kemudian disiram kuah kaldu ayam bening yang menjadi kunci rasa hidangan tersebut.
Tampil Polos, Rasa Nggak Kaleng-kaleng
Kalau melihat tampilannya, sahoun ayam memang terkesan sederhana. Kuahnya bening, tidak dihiasi kecap manis atau saus berwarna pekat, sementara bahan-bahannya sebagian besar hanya direbus.
Namun, kesan polos itu bisa berubah setelah suapan pertama. Kuah kaldu ayamnya terasa gurih dan segar dengan aroma rempah yang cukup kuat.
Rasa tersebut justru menjadi keunikan sahoun. Tidak banyak bumbu tambahan yang menutupi rasa kaldu sehingga karakter kuah dan tekstur sahoun bisa lebih terasa.
Untuk menyesuaikan selera, biasanya tersedia kecap asin dan sambal. Dua pelengkap ini bisa ditambahkan sesuai selera tanpa menghilangkan karakter utama kuah beningnya.
Sudah Bertahan Tiga Dekade
Sahoun Ayam Pak Kartim bukan pemain baru dalam urusan kuliner Purwokerto. Warung tersebut disebut sudah berjualan sekitar 30 tahun dan menjadi salah satu tempat yang masih mempertahankan sajian sahoun.
Waktu selama itu tentu membuat sahoun punya cerita tersendiri bagi pelanggan. Kuliner yang tidak banyak dijual ini tetap bertahan ketika pilihan makanan di Purwokerto semakin beragam.
Keberadaan penjual yang jumlahnya terbatas juga membuat sahoun menjadi salah satu kuliner lokal yang cukup menarik untuk diburu. Apalagi bagi mereka yang senang mencoba makanan yang tidak terlalu mainstream.
Dalam ulasan @peyutgembul, tekstur sahoun yang kenyal dan kuahnya yang segar menjadi bagian yang paling menonjol. Sederhana memang, tetapi rasa kaldunya justru menjadi kekuatannya.
Cuma Ada Beberapa Penjual
Salah satu hal yang membuat sahoun menarik adalah keberadaannya yang tidak sebanyak kuliner Purwokerto lainnya. Informasi dalam ulasan tersebut menyebut hanya ada sekitar empat lokasi yang menjual makanan ini.
Kondisi tersebut membuat sahoun bisa dibilang sebagai salah satu kuliner lokal yang mulai jarang ditemui. Kalau tidak dikenalkan dan diteruskan, makanan seperti ini berisiko kalah populer dengan kuliner baru.
Padahal, sahoun punya karakter yang cukup berbeda. Teksturnya kenyal, kuahnya bening dan gurih, sementara penyajiannya masih mempertahankan cara sederhana.
Kuliner seperti ini juga memperlihatkan bahwa makanan khas daerah tidak selalu harus tampil ramai untuk menarik perhatian. Kadang justru makanan yang kelihatan biasa punya cerita dan rasa yang bikin orang ingin datang lagi.
Rp13 Ribu Sudah Dapat Semangkuk
Buat yang penasaran, Sahoun Ayam Pak Kartim berada di Jalan Kaliputih, Purwokerto. Warung ini disebut buka setiap hari sekitar pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Harga satu porsinya juga masih cukup bersahabat, yakni sekitar Rp13 ribu. Selain sahoun, tersedia aneka gorengan yang bisa dijadikan teman makan.
Jadi, buat pemburu kuliner yang bosan dengan menu yang itu-itu saja, sahoun bisa menjadi pilihan berbeda. Mangkuknya sederhana, kuahnya bening, tetapi rasa gurih dan tekstur kenyalnya punya karakter sendiri.
Di tengah maraknya kuliner kekinian, keberadaan Sahoun Ayam Pak Kartim juga menjadi pengingat bahwa Purwokerto masih punya banyak makanan lokal yang belum terlalu ramai dibicarakan. Justru kuliner-kuliner seperti inilah yang menarik dicari ketika ingin merasakan sisi lain dari makanan khas Banyumas. (*)

