Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol

Nugroho P.
Last updated: September 27, 2026 12:28 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Keberadaan sahoun di Purwokerto juga terbilang langka. Konon, kuliner ini hanya bisa ditemukan di sekitar empat tempat, salah satunya Sahoun Ayam Pak Kartim di Jalan Kaliputih yang sudah melayani pelanggan selama kurang lebih 30 tahun.
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Kalau biasanya kuliner Purwokerto yang diburu adalah mendoan atau soto, ada satu makanan yang bentuknya mungkin bikin orang bertanya-tanya. Namanya sahoun, kuliner lawas yang tampil sederhana tetapi punya rasa yang cukup bikin penasaran.

Contents
Sekilas Mirip KwetiauTampil Polos, Rasa Nggak Kaleng-kalengSudah Bertahan Tiga DekadeCuma Ada Beberapa PenjualRp13 Ribu Sudah Dapat Semangkuk

Keberadaan sahoun di Purwokerto juga terbilang langka. Konon, kuliner ini hanya bisa ditemukan di sekitar empat tempat, salah satunya Sahoun Ayam Pak Kartim di Jalan Kaliputih yang sudah melayani pelanggan selama kurang lebih 30 tahun.

Dalam ulasan kanal YouTube @peyutgembul, Sahoun Ayam Pak Kartim disebut sebagai salah satu kuliner lokal yang layak dicoba. Dari tampilan mangkuknya, mungkin tidak ada yang terlalu heboh, tetapi justru kuah dan teksturnya menjadi daya tarik utama.

Sekilas Mirip Kwetiau

Bagi yang baru pertama melihatnya, sahoun sekilas bisa disangka kwetiau. Namun, keduanya punya karakter yang berbeda, terutama dari teksturnya.

Sahoun dibuat dengan penggunaan tepung tapioka yang lebih banyak sehingga teksturnya terasa kenyal. Bentuknya juga cenderung lebih besar dan tebal dibandingkan mi atau kwetiau pada umumnya.

Cara penyajiannya pun tidak ribet. Potongan sahoun cukup dicelupkan sebentar ke dalam kuah panas sebelum dimasukkan ke mangkuk.

Setelah itu, sahoun diberi suwiran ayam dan potongan daun bawang. Semuanya kemudian disiram kuah kaldu ayam bening yang menjadi kunci rasa hidangan tersebut.

Tampil Polos, Rasa Nggak Kaleng-kaleng

Kalau melihat tampilannya, sahoun ayam memang terkesan sederhana. Kuahnya bening, tidak dihiasi kecap manis atau saus berwarna pekat, sementara bahan-bahannya sebagian besar hanya direbus.

Namun, kesan polos itu bisa berubah setelah suapan pertama. Kuah kaldu ayamnya terasa gurih dan segar dengan aroma rempah yang cukup kuat.

Rasa tersebut justru menjadi keunikan sahoun. Tidak banyak bumbu tambahan yang menutupi rasa kaldu sehingga karakter kuah dan tekstur sahoun bisa lebih terasa.

Untuk menyesuaikan selera, biasanya tersedia kecap asin dan sambal. Dua pelengkap ini bisa ditambahkan sesuai selera tanpa menghilangkan karakter utama kuah beningnya.

Sudah Bertahan Tiga Dekade

Sahoun Ayam Pak Kartim bukan pemain baru dalam urusan kuliner Purwokerto. Warung tersebut disebut sudah berjualan sekitar 30 tahun dan menjadi salah satu tempat yang masih mempertahankan sajian sahoun.

Waktu selama itu tentu membuat sahoun punya cerita tersendiri bagi pelanggan. Kuliner yang tidak banyak dijual ini tetap bertahan ketika pilihan makanan di Purwokerto semakin beragam.

Keberadaan penjual yang jumlahnya terbatas juga membuat sahoun menjadi salah satu kuliner lokal yang cukup menarik untuk diburu. Apalagi bagi mereka yang senang mencoba makanan yang tidak terlalu mainstream.

Dalam ulasan @peyutgembul, tekstur sahoun yang kenyal dan kuahnya yang segar menjadi bagian yang paling menonjol. Sederhana memang, tetapi rasa kaldunya justru menjadi kekuatannya.

Cuma Ada Beberapa Penjual

Salah satu hal yang membuat sahoun menarik adalah keberadaannya yang tidak sebanyak kuliner Purwokerto lainnya. Informasi dalam ulasan tersebut menyebut hanya ada sekitar empat lokasi yang menjual makanan ini.

Kondisi tersebut membuat sahoun bisa dibilang sebagai salah satu kuliner lokal yang mulai jarang ditemui. Kalau tidak dikenalkan dan diteruskan, makanan seperti ini berisiko kalah populer dengan kuliner baru.

Padahal, sahoun punya karakter yang cukup berbeda. Teksturnya kenyal, kuahnya bening dan gurih, sementara penyajiannya masih mempertahankan cara sederhana.

Kuliner seperti ini juga memperlihatkan bahwa makanan khas daerah tidak selalu harus tampil ramai untuk menarik perhatian. Kadang justru makanan yang kelihatan biasa punya cerita dan rasa yang bikin orang ingin datang lagi.

Rp13 Ribu Sudah Dapat Semangkuk

Buat yang penasaran, Sahoun Ayam Pak Kartim berada di Jalan Kaliputih, Purwokerto. Warung ini disebut buka setiap hari sekitar pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Harga satu porsinya juga masih cukup bersahabat, yakni sekitar Rp13 ribu. Selain sahoun, tersedia aneka gorengan yang bisa dijadikan teman makan.

Jadi, buat pemburu kuliner yang bosan dengan menu yang itu-itu saja, sahoun bisa menjadi pilihan berbeda. Mangkuknya sederhana, kuahnya bening, tetapi rasa gurih dan tekstur kenyalnya punya karakter sendiri.

Di tengah maraknya kuliner kekinian, keberadaan Sahoun Ayam Pak Kartim juga menjadi pengingat bahwa Purwokerto masih punya banyak makanan lokal yang belum terlalu ramai dibicarakan. Justru kuliner-kuliner seperti inilah yang menarik dicari ketika ingin merasakan sisi lain dari makanan khas Banyumas. (*)

You Might Also Like

Ayam Krispi ala McD Ternyata Lewat Banyak Tahap, Ikuti Yuk!

Taman Garot Jadi Spot Healing Murah Warga Lamper Kidul

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

Hujan Tak Henti, Tiga Kabupaten di Banyumas Raya Diterjang Longsor

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

TAGGED:banyumaskulinerplesirpurwokertosahoun
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

Benarkah Kantor Bikin Wajah Cepat Tua?

Makam Elite Etruria 2.700 Tahun Terkuak

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

5 Toko Roti Legendaris dan Hits di Purwokerto, dari yang Usianya Seabad sampai Favorit Anak Muda

September 11, 2025
MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)
Plesir

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

Agustus 4, 2026
Plesir

Balik Lagi ke Taman Lele, Sekarang Vibesnya Beda Banget

Desember 24, 2025
Tips

Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian

April 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?