BACAAJA, SOLO — Tour de Surakarta 2026 bakal segera kembali digelar awal Oktober 2026. Ini agenda gowes yang wajib dicatat. Pendaftaran peserta juga sudah dibuka. So, jangan sampai ketinggalan.
Tantangan utama Tour de Surakarta 2026 menaklukkan tanjakan. Start dan finish akan dipusatkan di Balaikota Surakarta.
Event sepeda yang mengusung konsep wisata sekaligus olahraga ini bakal digelar pada 10 Oktober 2026. Tahun ini menjadi edisi keempat Tour de Surakarta setelah pertama kali digelar pada 2022 dan kembali berlangsung sejak 2024.
Pada gelaran kali ini, peserta bakal diajak melewati sejumlah ikon Kota Solo. Mulai dari Keraton Kasunanan Surakarta, Jembatan Merah Joglo, Tugu Keris, hingga Masjid Sheikh Zayed.
Ketua Panitia Tour de Surakarta, Suryo Danu Kusumo, mengatakan event ini tidak hanya mengejar urusan kecepatan. Namun, juga memberikan kesan dan pengalaman mendalam bagi peserta. Setelah berkeliling Kota Bengawan, rombongan kemudian mengarah ke Kabupaten Karanganyar.
“Kami ingin memberikan peserta pengalaman yang bukan hanya fisik atau race-nya, tapi menyentuh budaya dan tempat ikonik di Kota Solo,” ujar Suryo, Senin (21/9/2026).
Tour de Surakarta 2026 dibagi menjadi dua kategori, yakni Race dan Non-Race. Keduanya memiliki jalur serta tingkat tantangan yang berbeda.
Untuk kategori Race, peserta akan menghadapi rute King of The Mountain (KOM) menuju kawasan Bukit Kemuning hingga finis di Segorogunung.
Lintasan tanjakan sepanjang 12,8 kilometer tersebut bakal menjadi medan adu kecepatan para cyclist. Peserta ditantang menjadi yang pertama mencapai garis finis dengan latar pemandangan kawasan kebun teh.
Sementara kategori Non-Race menawarkan jalur yang lebih santai. Peserta akan melewati kawasan Alas Karet atau hutan karet di Ngargoyoso.
Race Director Tour de Surakarta, Yohanes Tekno Wijoyo atau Yoyo, mengatakan masing-masing kategori sengaja dibuat dengan karakter berbeda agar peserta bisa menikmati pengalaman sesuai pilihannya.
“Race bisa menikmati pemandangan kebun teh, untuk non kompetitif akan ada pemandangan spesial Hutan Ngargoyoso,” kata Yoyo.
Soal keselamatan, panitia juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Mereka bekerja sama dengan Polres Karanganyar, Dinas Perhubungan, tim medis, serta marshal.
Sekitar 30-40 marshal akan diterjunkan untuk mengawal peserta, baik saat berangkat maupun ketika kembali menuju Solo.
“Untuk keselamatan kita bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Karanganyar, Dinas Perhubungan, tim medis, dan marshal,” jelas Yoyo.
Tak cuma dua kategori utama, Tour de Surakarta 2026 juga menghadirkan kategori khusus KOM TNI/Polri. Kategori tersebut dibuat sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota TNI dan Polri yang memiliki minat serta prestasi di olahraga sepeda.
Selain menjadi ajang olahraga dan wisata, Tour de Surakarta juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi Kota Solo dan daerah yang dilewati.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan ikut meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama event berlangsung.
Jadi, selain adu kuat di tanjakan, Tour de Surakarta 2026 juga membawa misi lain: mengenalkan Solo dan sekitarnya lewat kombinasi olahraga, wisata, dan budaya. (*)

