Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Dekat Orang Tua, Tumbuh Lebih Peduli
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Anak Dekat Orang Tua, Tumbuh Lebih Peduli

Nugroho P.
Last updated: September 15, 2026 12:53 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi kedekatan anak dengan orang tua. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Anak yang terbiasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua sejak kecil ternyata berpeluang tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap orang lain. Hubungan yang hangat di rumah bukan cuma bikin anak merasa nyaman, tetapi juga bisa ikut membentuk cara mereka memperlakukan orang di sekitarnya.

Contents
Apa Itu Perilaku Prososial?Hubungan Hangat Berpengaruh hingga RemajaKonflik di Rumah Bisa BerpengaruhOrang Tua Bisa Mulai dari Hal Sederhana

Temuan dari studi University of Cambridge menunjukkan, anak yang memiliki hubungan positif dengan orang tua saat berusia 3 tahun cenderung memperlihatkan perilaku prososial lebih tinggi ketika menginjak usia remaja. Perilaku ini mencakup kebiasaan membantu, berbagi, dan menunjukkan empati.

Sebaliknya, hubungan yang dipenuhi konflik emosional atau perlakuan buruk pada masa awal kehidupan berkaitan dengan kecenderungan perilaku prososial yang lebih rendah. Meski begitu, hubungan tersebut merupakan salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan anak, bukan satu-satunya penentu karakter mereka.

Apa Itu Perilaku Prososial?

Perilaku prososial adalah tindakan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Pada anak, sikap ini bisa terlihat dari hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contohnya meliputi:

  • Mau membantu teman atau anggota keluarga.
  • Berbagi makanan dan mainan.
  • Menunjukkan empati ketika orang lain sedang sedih.
  • Bersikap murah hati.
  • Bersedia terlibat dalam kegiatan sukarela saat sudah lebih besar.

Sikap peduli tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan besar. Kebiasaan mendengarkan, menolong, dan memperhatikan perasaan orang lain juga menjadi bagian dari perilaku prososial.

Hubungan Hangat Berpengaruh hingga Remaja

Dalam penelitian tersebut, kualitas hubungan orang tua dan anak pada usia 3 tahun dikaitkan dengan perilaku prososial ketika anak beranjak remaja. Artinya, pengalaman emosional pada masa awal kehidupan dapat ikut berhubungan dengan perkembangan sikap anak terhadap orang lain di kemudian hari.

Peneliti juga memperhitungkan sejumlah faktor lain, termasuk latar belakang etnis dan kondisi sosial ekonomi. Hasil penelitian tetap menunjukkan adanya kaitan antara hubungan hangat orang tua dan anak dengan tingkat perilaku prososial yang lebih tinggi.

Namun, temuan ini tidak berarti anak yang kurang dekat dengan orang tuanya pasti tumbuh tidak peduli. Perkembangan karakter dipengaruhi banyak hal, termasuk lingkungan pertemanan, pengalaman di sekolah, pola pengasuhan, dan kesempatan belajar memahami orang lain.

Konflik di Rumah Bisa Berpengaruh

Hubungan orang tua dan anak yang dipenuhi konflik emosional atau perlakuan buruk pada masa awal kehidupan dikaitkan dengan tingkat perilaku prososial yang lebih rendah. Dalam penelitian, kondisi tersebut berhubungan dengan sejumlah kecenderungan perilaku yang kurang berorientasi pada kepentingan orang lain.

Beberapa perilaku yang disebutkan antara lain:

  1. Lebih acuh terhadap orang lain.
  2. Enggan berbagi.
  3. Sering merendahkan orang lain.
  4. Menunjukkan perilaku agresif.
  5. Sering atau sengaja menyakiti orang lain.

Kecenderungan tersebut tidak otomatis menjadi gambaran setiap anak yang mengalami konflik keluarga. Dukungan emosional, lingkungan yang aman, dan pengalaman positif tetap dapat membantu perkembangan sosial anak.

Orang Tua Bisa Mulai dari Hal Sederhana

Membangun hubungan hangat dengan anak tidak harus selalu lewat kegiatan khusus. Waktu bersama, perhatian saat anak bercerita, dan respons yang penuh kasih bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Orang tua juga dapat mengajarkan kepedulian melalui contoh nyata. Misalnya, mengajak anak membantu anggota keluarga, berbagi dengan teman, atau memahami perasaan orang lain tanpa meremehkan emosinya.

Studi University of Cambridge ini menjadi pengingat bahwa hubungan positif sejak dini dapat menjadi salah satu fondasi perkembangan sosial dan emosional anak. Dukungan bagi keluarga juga penting agar orang tua memiliki waktu, kesempatan, dan sumber daya untuk membangun hubungan yang sehat dengan buah hati.(*)

You Might Also Like

Malam Susah Merem Kadang Bukan Cuma Karena Pikiran Berat, Ini Masalah dan Solusi Ulama

Cinta Qulhu Bikin Allah Sayang, Kata Gus Baha

Tak Disadari Tiap Hari Dikonsumsi, Ternyata Makanan Ini Pemicu Kanker Payudara!

Otak Tetap Ngegas Tanpa Ribet, Ini Rahasia Kebiasaan Simpel

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

TAGGED:hubungan orang tua anakorang tua anakpeduli
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MTQ Jadi Etalase UMKM Semarang, Jangan Sampai Tamu Pulang Cuma Bawa Foto
Next Article Apocil Ajak Siswa Melek Obat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Persiapan Biliar Porwanas, Wartawan Joglosemar Adu Skill di Sleman

Dokter Spesialis Tak Lagi Nunggu di RS, Jateng Bidik Wisata Medis

Dua Kiper Timnas Menang, Sinyal Bagus Jelang ASEAN Cup

RESIDIVIS KORUPSI - Politikus Golkar, Fahd Arafiq, disebut KPK sebagai residivis korupsi, karena telah tiga kali terjerat kasus rasuah.

KPK Sebut Fahd Arafiq Residivis Korupsi, Tampung Uang Haram ATR/BPN

TOLAK SEKBER - Sejumlah pegiat lintas seni-budaya di Kota Solo menolak pendirian Sekber oleh kelompok yang mengeklaim sebagai ahli waris Bonrojo, Selasa (15/9/2026).

Keinginan Ahli Waris Sriwedari Dirikan Sekber Mendapat Penolakan, Sengketa Bonrojo Memanas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Kurma Nggak Cuma Manis, Cara Simpannya Bikin Awet

Maret 2, 2026
Tips

3 Waktu Emas Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Biar Manfaatnya Maksimal

September 19, 2025
Tips

Bajigur, Minuman Tradisional yang Tetap Hits di Tengah Gempuran Kopi Modern, Ini Deretan Manfaatnya 

Oktober 7, 2025
Tips

Urutan Tahlil Singkat Plus Arab Latin Artinya Biar Nggak Bingung Pas ‘Nyekar’

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Dekat Orang Tua, Tumbuh Lebih Peduli
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?