Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud

Nugroho P.
Last updated: September 10, 2026 9:25 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi Sholat.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Saat sebagian orang masih terlelap, ada waktu yang bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya lewat sholat Tahajud, ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari dan kerap menjadi pilihan untuk menyampaikan doa serta harapan secara lebih khusyuk.

Contents
Niat dan Awal PelaksanaanLanjut Al-Fatihah dan Surat PilihanRuku, I‘tidal hingga SujudTasyahud dan SalamTahajud dan Keutamaannya

Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar sebenarnya tidak rumit. Gerakan dan bacaannya pada dasarnya sama seperti sholat pada umumnya, hanya saja ada ketentuan khusus terkait waktunya. Karena itu, penting memahami tata caranya agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar ikut-ikutan.

Tahajud juga punya tempat istimewa dalam ibadah malam. Waktu yang paling utama untuk mengerjakannya adalah sepertiga malam terakhir, ketika suasana lebih tenang dan seseorang bisa lebih fokus berdoa kepada Allah SWT.

Tahajud dapat dikerjakan setelah sholat Isya sampai menjelang masuk waktu Subuh. Namun, salah satu hal yang membedakannya dari qiyamul lail secara umum adalah Tahajud dikerjakan setelah seseorang tidur terlebih dahulu.

Niat dan Awal Pelaksanaan

Pelaksanaan Tahajud diawali dengan niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Salah satu lafal niat yang umum digunakan adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah takbiratul ihram, jamaah dapat membaca doa iftitah sebagaimana dalam sholat lainnya. Salah satu bacaan yang umum digunakan yaitu:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا.
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.
اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.
لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ، وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allāhu akbaru kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa asīlā.

Innī wajjahtu wajhiya lilladzī fataras-samāwāti wal-arda hanīfan musliman wa mā anā minal musyrikīn.

Inna salātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil ‘ālamīn.

Lā syarīka lah, wa bidzālika umirtu, wa anā minal muslimīn.

Artinya:

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh ketulusan dan kepasrahan, dan aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.

Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan begitu aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang Muslim.”

Doa iftitah menjadi pembuka sebelum masuk ke bacaan utama dalam sholat.

Lanjut Al-Fatihah dan Surat Pilihan

Setiap rakaat Tahajud dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah. Setelah itu, jamaah dianjurkan membaca surat atau sejumlah ayat Al-Qur’an sesuai kemampuan.

Tidak ada surat tertentu yang wajib dibaca dalam Tahajud. Karena itu, seseorang bisa memilih surat pendek maupun ayat yang lebih panjang, selama mampu membacanya dengan baik dan tetap menjaga kekhusyukan.

Ruku, I‘tidal hingga Sujud

Setelah membaca Al-Fatihah dan surat pilihan, gerakan dilanjutkan dengan ruku. Salah satu bacaan yang dapat dibaca ketika ruku adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal-‘azīmi wa bihamdih.

Artinya: “Mahasuci Rabbku Yang Maha Agung dan Maha Terpuji.”

Dari ruku, kemudian bangkit menuju posisi i‘tidal dengan membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami‘allāhu liman hamidah.

Artinya: “Allah mendengar siapa pun yang memuji-Nya.”

Setelah berdiri tegak, bacaan pujian dilanjutkan sesuai tuntunan sholat.

Berikutnya adalah sujud. Dalam satu rakaat terdapat dua kali sujud. Bacaan yang umum dibaca saat sujud adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal-a‘lā wa bihamdih.

Artinya: “Mahasuci Rabbku Yang Maha Tinggi dan bagi-Nya segala puji.”

Gerakan kemudian dilanjutkan seperti rangkaian sholat pada umumnya hingga memasuki rakaat berikutnya.

Tasyahud dan Salam

Jika mengerjakan Tahajud dua rakaat, sholat ditutup dengan tasyahud akhir kemudian salam. Bacaan tasyahud dan sholawat yang digunakan mengikuti bacaan dalam sholat.

Bagi yang ingin menambah rakaat, Tahajud dapat dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam, kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya.

Setelah seluruh rangkaian Tahajud selesai, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Salah satu doa yang diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim diawali dengan:

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Allāhumma rabbana laka al-hamdu mil’a as-samāwāti wa mil’a al-ardi wa mil’a mā baynahumā wa mil’a mā shi’ta min shay’in ba‘d.

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Doa tersebut berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan seorang hamba. Seusai Tahajud, seseorang juga bisa menyampaikan hajat dan kebutuhan pribadi dengan bahasa yang dipahaminya.

Tahajud dan Keutamaannya

Tahajud bukan cuma soal bangun dari tidur lalu menjalankan beberapa rakaat. Ibadah ini bisa menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, melakukan introspeksi, memperbanyak dzikir, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Secara umum, qiyamul lail berarti ibadah atau sholat yang dilakukan pada malam hari. Sementara Tahajud memiliki kekhususan berupa dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu.

Jumlah rakaat Tahajud tidak ditentukan secara mutlak. Rasulullah SAW dikenal sering mengerjakan delapan rakaat dan kemudian menutupnya dengan tiga rakaat witir.

Waktu malam yang paling utama untuk Tahajud adalah sepertiga malam terakhir. Pada waktu tersebut, suasana biasanya lebih sunyi sehingga seseorang punya kesempatan lebih besar untuk beribadah dengan tenang dan fokus.

Yang tidak kalah penting, Tahajud bukan sekadar mengejar banyaknya rakaat atau panjangnya bacaan. Kualitas kekhusyukan, ketulusan niat, dan kesungguhan dalam berdoa juga menjadi bagian penting dari ibadah.

Dengan memahami Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar, umat Islam bisa menjalankan ibadah malam ini dengan lebih mantap. Tidak perlu memaksakan bacaan panjang jika belum mampu, karena yang terpenting adalah menjalankannya dengan niat karena Allah SWT dan berusaha menjaga kekhusyukan.

Tahajud pun bisa menjadi ruang pribadi untuk mencurahkan isi hati kepada Allah SWT. Di tengah suasana malam yang sepi, seorang Muslim dapat memperbanyak doa, memohon ampun, meminta pertolongan, sekaligus berharap agar diberikan jalan terbaik dalam setiap urusan. (*)

You Might Also Like

Lupa Niat Puasa, Siang Masih Bisa Nggak Ya?

Bikin Panik Ibu Hamil, Sering Ngompol Ternyata Belum Tentu Berbahaya

Maaf Lebaran Lewat Chat, Cukup Nggak Sih Sebenarnya?

Dzikir Sambil Tiduran, Boleh Nggak Sih?

Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian

TAGGED:islamsholatsholat tahajudtahajud
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pinjaman Rp800 Ribu Berujung Tagihan Rp25 Juta
Next Article Usai Sholat, Jangan Lewatkan Dzikir Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Usai Sholat, Jangan Lewatkan Dzikir Ini

Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud

Pinjaman Rp800 Ribu Berujung Tagihan Rp25 Juta

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Motif

Nama Sultan Dicatut, Video AI Promosi Jasa Keuangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Biar Natal Makin Hangat, Rumah Dandani Santai Seperti Ini Aja

Desember 24, 2025
Tips

Awas! Minum Sembarangan Saat Mudik, Fokus Bisa Buyar Total

Maret 4, 2026
Tips

Jantung Terlihat Baik-Baik, Tiba-Tiba Tubuh Mendadak Tumbang Sendirian

Mei 7, 2026
Tips

Niat Zakat Fitrah Laki-Laki Biar Nggak Salah Pas Bayar

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bangun Malam, Ini Tata Cara Sholat Tahajud
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?