Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: DPR Minta Kasus 8 WNI di Rusia Dicek Dulu, Berikut Nama-namanya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

DPR Minta Kasus 8 WNI di Rusia Dicek Dulu, Berikut Nama-namanya

Nugroho P.
Last updated: September 4, 2026 7:12 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Tentara Rusia.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabar soal delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disebut bergabung dengan militer Rusia bikin publik ramai. Di tengah berbagai spekulasi soal status mereka, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta semua pihak menahan diri dan tidak buru-buru menarik kesimpulan.

Menurut Sukamta, informasi mengenai delapan WNI tersebut harus dipastikan lebih dulu kebenarannya. Jangan sampai publik sudah membahas soal tentara bayaran, ancaman hukum, hingga kemungkinan kehilangan kewarganegaraan, sementara fakta dasarnya saja masih perlu diverifikasi.

Ia menilai pemerintah punya jalur untuk mengecek informasi tersebut secara lebih menyeluruh. Mulai dari memastikan identitas mereka, keberadaan saat ini, sampai menelusuri bagaimana delapan WNI itu bisa berada dan bergabung dengan militer Rusia.

“Sekarang sudah muncul istilah tentara bayaran, bahkan sudah mulai dibicarakan ancaman hukum dan kehilangan kewarganegaraan. Menurut saya jangan terlalu cepat ke sana. Perjelas dulu duduk beritanya,” ujar Sukamta kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Sukamta mengatakan pemerintah perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar. Misalnya, apakah orang-orang yang disebut dalam laporan tersebut benar-benar WNI dan apakah mereka memang bergabung dengan militer Rusia.

Tak kalah penting, proses keberangkatan mereka ke Rusia juga perlu ditelusuri. Pemerintah perlu mengetahui apakah sejak awal mereka memang mendaftar sebagai tentara, direkrut setelah berada di luar negeri, atau justru berangkat karena mendapat tawaran pekerjaan lain.

“Hal-hal mendasar seperti ini harus jelas dulu. Jangan sampai kita sudah sampai pada kesimpulan hukum, sementara faktanya sendiri masih kita cari,” katanya.

Menurut Sukamta, persoalan ini menjadi lebih sensitif karena muncul di tengah perang Rusia-Ukraina. Informasi dari pihak yang terlibat langsung dalam konflik tentu perlu disikapi dengan ekstra hati-hati.

Ia tidak menutup kemungkinan informasi tersebut benar. Namun, Indonesia tetap harus melakukan pengecekan sendiri sebelum mengambil sikap atau membuat kesimpulan.

“Informasi dari pihak yang sedang berperang tentu boleh kita dengarkan. Bisa saja informasinya benar. Tetapi tugas kita adalah memeriksanya sendiri. Indonesia harus punya penilaian berdasarkan informasi yang dapat kita verifikasi,” ucap Sukamta.

Ia juga mengingatkan bahwa sebuah informasi yang ramai diberitakan belum otomatis berarti sudah terkonfirmasi dari banyak sumber. Pemerintah tetap perlu mencari bukti dan informasi pembanding yang bisa dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Sukamta mendorong pemerintah menggunakan seluruh jalur yang tersedia untuk mengungkap persoalan tersebut. Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia di luar negeri, lembaga intelijen, dan instansi terkait dinilai bisa dilibatkan dalam proses pengecekan.

“Ini menyangkut warga negara kita. Pemerintah tentu punya saluran diplomatik dan intelijen untuk mengecek. Itu yang sebaiknya dilakukan sampai kita mendapatkan gambaran yang cukup jelas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) merilis informasi mengenai delapan WNI yang disebut menjadi tentara Rusia. Informasi tersebut muncul dalam laporan yang diterbitkan pada 27 Agustus.

SZRU menyebut Rusia tengah gencar merekrut warga asing untuk ikut berperang melawan Ukraina. Badan intelijen tersebut mengklaim memiliki dokumen yang disebut mengonfirmasi proses perekrutan itu.

Dalam laporan tersebut, Rusia disebut meningkatkan perekrutan warga asing karena jumlah warga Rusia yang bersedia menandatangani kontrak dengan militer disebut menurun. Indonesia kemudian masuk dalam daftar negara yang disebut menjadi sumber perekrutan.

Delapan nama WNI yang tercantum dalam laporan tersebut yakni Yuda Putra Pratama (kelahiran 1997), Muhammad Syaripudin (1994), Erwanda (1988), M Hadi Maulana (1987), Wahyu Oktavian Iskandar (1985), Haryanto Dwi Kencana (1983), Helmi Nuraha Hakim (1983), dan Ngangun Hudri Fadli (1978).

Dalam laporan tersebut, perekrutan disebut menawarkan sejumlah iming-iming. Di antaranya gaji tinggi, proses percepatan kewarganegaraan Rusia, tunjangan sosial, serta penugasan yang tidak selalu berkaitan dengan medan tempur.

Meski begitu, Sukamta menekankan bahwa informasi tersebut tetap perlu diverifikasi pemerintah Indonesia. Bagi dia, memastikan fakta terlebih dahulu jauh lebih penting sebelum publik maupun pemerintah masuk ke pembahasan soal konsekuensi hukum terhadap para WNI tersebut. (*)

You Might Also Like

Pengadaan IFP Digitalisasi Pembelajaran Sekolah: Kejaksaan Periksa Sekda Provinsi Jateng

Sulap Sawah Jadi Tambak, Pengusaha Batang Jadi Tersangka

Gus Yazid Sudah Bawa Massa, Apa Alasan Hakim Tunda Sidang Putusan TPPU BUMD Cilacap?

Kursi Roda Tawaf Jadi Ladang Duit Dadakan Oknum Nakal, Sampai Segini Tarifnya

Indonesia vs Thailand di Semifinal Piala AFF U-23: Bukti Duel Sengit Strategi Vanenburg dan Damrong-Ongtrakul

TAGGED:gaji besarmiliter rusiawni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Aduh.. Pria di Kulon Progo Dilaporkan Lecehkan Sejumlah Laki-laki
Next Article DPR Desak Pemerintah Bereskan Data Desil

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Karhutla dan Situasi Konyol Negara yang Tiada Henti

Bidik 190 Emas, Semarang Bertekad Pertahankan Juara Umum Porprov Jateng

Jangan Asal Gas! Ini 4 Waktu yang Kurang Ideal untuk Olahraga

Petra, Kota yang Lahir dari Tebing dan Strategi Cerdas

Mau Kalori Cepat Terpangkas? Coba 4 Olahraga Ini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mardid pecat Xabi Alonso dari kursi pelatih.
Sepak Bola

Alonso Out! Real Madrid Pecat Xabi setelah Kalah dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol

Januari 13, 2026
Pendidikan

Heboh Banget Guru ASN Diberhentikan, Ini Alasannya

Desember 30, 2025
Info

Jalan PKU Kalibening Dibenahi, Segini Biayanya!

Oktober 14, 2025
Info

Denok Kenang 2026: Bukan Soal Cantik dan Ganteng, Tapi Siapa yang Bisa “Jual” Semarang

Mei 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: DPR Minta Kasus 8 WNI di Rusia Dicek Dulu, Berikut Nama-namanya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?