Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: KDMP Jual Kebutuhan Sehari-hari, Pedagang Kecil di Jambu Ketar-ketir: Wong Cilik Dodolan Opo?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

KDMP Jual Kebutuhan Sehari-hari, Pedagang Kecil di Jambu Ketar-ketir: Wong Cilik Dodolan Opo?

R. Izra
Last updated: September 3, 2026 2:16 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
BANGUNAN KOPDES - Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Denokan, Desa Gondoriyoh, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, belum rampung. (dul)
BANGUNAN KOPDES - Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Denokan, Desa Gondoriyoh, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, belum rampung. (dul)
SHARE

BACAAJA, UNGARAN – Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Denokan, Desa Gondoriyoh, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, belum selesai dibangun. Namun, keberadaannya sudah memunculkan keresahan di kalangan sebagian warga, khususnya pemilik warung kelontong dan pelaku usaha kecil.

Kekhawatiran itu muncul karena KDMP disebut akan menyediakan sejumlah kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan harga lebih murah. Bagi konsumen, kondisi itu dinilai menguntungkan. Namun, bagi pedagang kecil, harga murah dikhawatirkan membuat pelanggan mereka beralih.

Nur Afiah (45), salah seorang penjual kelontong, mengaku khawatir pelaku usaha kecil akan semakin sulit bertahan apabila barang-barang yang selama ini dijual di warung juga tersedia di Kopdes Merah Putih dengan harga lebih murah.

“Lha saiki nek wong cilik ora entuk wong blanja, terus wong cilik mangan apa?” kata Nur Afiah kepada bacaaja.co saat ditemui, Kamis (3/9/2026).

Bacaaja: Sekda: Jangan Sampai Koperasi Merah Putih Ikut “Rontok
Bacaaja: Lewat KDMP, Negara Justru Bersaing dengan Rakyatnya Sendiri

Ia mencontohkan penjualan gas LPG. Menurutnya, selama ini pedagang kelontong telah memiliki pelanggan sendiri. Namun, pelanggan tersebut berpotensi berpindah apabila harga yang ditawarkan Kopdes lebih murah.

Nur Afiah menyebut harga gas yang biasa dijual pedagang sekitar mencapai Rp22.000. Sementara, berdasarkan informasi yang diterimanya, gas di Kopdes akan dijual dengan harga Rp20.000.

“Ya kabeh dimurahke kabeh. Wong cilik sing dodolan ya kalah,” ujarnya.

Menurut Nur Afiah, persoalannya bukan semata keberadaan koperasi. Ia khawatir apabila berbagai barang kebutuhan dijual dengan harga lebih murah, warung kelontong dan usaha kecil di sekitar lokasi tidak memiliki ruang untuk bersaing.

“Ora isa berkembang usahane. Wong cilik malah kaya diidak-idak. Perekonomian rakyat ora maju nek carane kaya ngono,” katanya.

Keresahan serupa juga muncul dari sudut pandang konsumen. Mirza Nur (26) mengakui harga yang lebih murah tentu membantu masyarakat.

Ia mengatakan selama ini membeli gas LPG dari warung kelontong seharga Rp22.000. Jika nantinya Kopdes menyediakan barang yang sama dengan harga Rp20.000, maka ia menilai konsumen tentu akan tergoda beralih.

“Sebagai konsumen tentu membantu karena saya dapat harga lebih murah,” katanya.

Namun, di sisi lain, Mirza Nur memahami kekhawatiran pelaku usaha kecil. Ia menilai keberadaan Kopdes dapat berdampak pada warung kelontong apabila pelanggan mulai berpindah karena perbedaan harga.

“Sebagai konsumen membantu, akan tetapi untuk pelaku UMKM mungkin ini bisa dikatakan bencana perekonomian,” ujarnya.

Menurutnya, warga yang memiliki warung kelontong maupun usaha kecil bisa kehilangan pelanggan apabila barang kebutuhan yang sama dijual lebih murah di Kopdes.

“Kalau langganan-langganannya ke sana, warung kelontong atau UMKM bisa meredup,” katanya.

Meski demikian, Mirza Nur berharap keberadaan Kopdes tidak justru membuat usaha kecil di sekitarnya tersisih. Ia menilai perlu ada cara agar koperasi dan UMKM dapat berjalan bersama.

“Harusnya dilakukan secara bijak. Jangan hanya menguntungkan satu pihak, tetapi UMKM dan toko-toko kecil juga bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Bangunan Kopdes Merah Putih di Denokan memang belum selesai dan belum beroperasi. Namun, kekhawatiran soal persaingan harga sudah lebih dulu dirasakan sebagian warga.

Bagi konsumen, harga murah menjadi keuntungan. Tetapi bagi sebagian pemilik warung kelontong, kehadiran Kopdes justru memunculkan tantangan baru. (dul)

You Might Also Like

Dana Negara Digelontor, Bank Mandiri Gas Kredit Sektor Produktif

WCP Puas Hasil Laga Uji Coba, PSIS Tekuk Persik Kediri 1-0

Reses Nggak Sebanyak Dulu, DPR Siap Pangkas Titik Kunjungan

Luthfi: “Banjir Solo Raya Jangan Jadi Drama Tahunan”

Dari Dapur ke FYP: UMKM Jabungan Belajar Ngonten

TAGGED:jambukabupaten semarangkdmpkelontongkopdes merah putih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Ajak Warga Ikut “Nostalgia” di Festival Kota Lama 2026
Next Article Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Bikin Panen Kopi Pekalongan Anjlok

Ban Garuda Pecah, GA604 Mendarat Aman di Makassar

SIDANG KORUPSI--Hakim memeriksa saksi meringankan dalam sidang perkara Fadia Arafiq, Kamis (3/9/2026). (bae)

Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?

Truk Sembako MBG Terguling, Warung Kopi Hancur

Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
Politik

PDIP: Imlek Bukan Cuma Bagi Angpao, Tapi Bagi Solidaritas

Februari 17, 2026
Warga menikmati makan siang gratis melalui program Dapur Marhaen yang digelar PDIP Jateng. (dul)
Info

Dapur Marhaen PDIP Gak Cuma Makan Gratis, tapi Jadi Ruang Sosial Warga

April 11, 2026
Sepak Bola

PSIS Lagi “Checkout” Banyak: 9 Pemain Masuk, 4 Pamitan

Desember 26, 2025
Hukum

KPK OTT Wamenaker Noel, Diduga Peras Perusahaan Biar Dapat Sertifikat K3

Agustus 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: KDMP Jual Kebutuhan Sehari-hari, Pedagang Kecil di Jambu Ketar-ketir: Wong Cilik Dodolan Opo?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?