Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jombang Jadi Tuan Rumah, NU Ogah Ulang Drama 2015
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jombang Jadi Tuan Rumah, NU Ogah Ulang Drama 2015

Nugroho P.
Last updated: Agustus 24, 2026 3:42 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
PBNU
SHARE

BACAAJA, JOMBANG – Suasana menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai terasa di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Warga sekitar ikut bersiap menyambut kedatangan nahdliyin dari berbagai daerah yang diperkirakan bakal meramaikan kawasan tersebut.

Buat warga, muktamar bukan cuma soal agenda organisasi. Ribuan peserta yang datang juga membuka peluang rezeki, mulai dari rumah yang disewakan, warung yang makin ramai, sampai berbagai jasa yang ikut kebagian berkah.

Meski begitu, ada satu hal yang bikin sebagian warga agak waswas. Mereka masih ingat panasnya Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015 dan berharap cerita soal sidang alot serta konflik di arena muktamar tak kembali terulang.

Salah seorang warga sekaligus kader NU, Supriyanto (48), mengaku masih menyimpan ingatan soal ketegangan dalam muktamar sebelas tahun lalu. Saat itu, perdebatan mengenai tata tertib, terutama penerapan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, membuat persidangan berjalan cukup panas.

Situasi bahkan sempat memaksa sidang diskors. Interupsi datang silih berganti hingga ketegangan meningkat dan berujung aksi saling dorong serta pengusiran sejumlah peserta dari arena persidangan.

Pengalaman tersebut membuat Supriyanto berharap Muktamar ke-35 bisa berjalan lebih adem. Ia tak ingin forum besar NU kembali terseret ke situasi deadlock yang membuat agenda molor.

“Saya khawatir deadlock dan molor seperti 2015,” kata Yanto, dikutip Minggu (22/8/2026).

Kekhawatiran itu cukup beralasan karena Yanto tinggal di Tambakrejo, tak jauh dari lokasi muktamar. Menurutnya, apa yang terjadi di arena persidangan juga bakal terasa dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Warga, kata dia, tentu ingin menyambut para muktamirin dengan suasana terbaik. Namun, mereka juga berharap seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal.

“Muktamar seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan pikiran dan mencari jalan keluar, bukan mempertontonkan pertentangan yang berlarut-larut,” ujarnya.

Selain bayang-bayang pengalaman 2015, sejumlah isu juga mulai mengiringi persiapan Muktamar ke-35. Di kalangan nahdliyin, muncul pembicaraan mengenai dugaan manipulasi politik hingga politik uang dalam proses suksesi.

Meski warga tidak ikut menentukan tata tertib maupun mengambil keputusan di dalam persidangan, isu tersebut tetap menjadi perhatian. Pasalnya, proses pemilihan pimpinan bakal menentukan arah organisasi sekaligus memengaruhi seberapa kuat legitimasi kepemimpinan NU ke depan.

Harapan agar muktamar berlangsung lancar juga datang dari Anis (39). Ia pernah terlibat sebagai bagian dari panitia teknis Muktamar ke-33 NU sehingga cukup paham bagaimana dinamika persidangan bisa ikut memengaruhi jalannya seluruh kegiatan.

Menurut Anis, ketika sidang berjalan panjang dan alot, urusan teknis di luar ruang persidangan ikut terkena imbas. Panitia tetap harus melayani peserta, sementara jadwal dan berbagai kebutuhan kegiatan terus menyesuaikan situasi yang berubah.

Kini, saat Jombang kembali dipercaya menjadi tuan rumah, Anis berharap pengalaman tersebut tidak sekadar menjadi cerita lama. Ia ingin semua pihak mengambil pelajaran agar muktamar kali ini bisa berlangsung lebih tertib dan matang.

Bagi Anis, kelancaran proses suksesi menjadi salah satu kunci keberhasilan muktamar. Pemilihan pemimpin NU bukan hanya soal siapa yang akhirnya menang, tetapi juga bagaimana prosesnya dijalankan dan diterima oleh warga NU.

“Pemimpin yang lahir dari muktamar harus memiliki legitimasi yang dapat diterima secara lahir maupun batin oleh warga NU,” kata Anis.

Dengan segala persiapannya, warga Jombang kini menunggu Muktamar ke-35 NU dengan harapan besar. Selain ingin daerahnya kembali ramai oleh kedatangan nahdliyin, mereka juga ingin forum tersebut benar-benar menjadi ruang musyawarah yang adem, bermartabat, dan tidak mengulang drama lama. (*)

You Might Also Like

Pemain PSIS Tetap Dapat ‘PR’ Latihan Selama Jeda Liga

Chaos di Banyumas! Massa Demo Jebol Gerbang Pendopo, Dinding Dicoret-coret

34 Talenta Muda Ikuti Seleksi Gelombang Kedua Timnas U-17 Indonesia

Seluruh Menu Dapur Marhen Diracik Kader dan Relawan, Messy: Semangat Gotong Royong

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

TAGGED:jombangmuktamarPBNUTambakberas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Karhutla dan Kekejaman Antroposen
Next Article Api Sade Padam, Misterinya Jangan Ikut Hilang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERDAKWA KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq yang menjadi terdakwa korupsi, berjalan dengan mengenakan rompi tahanan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (8/10/2026). (bae)

Fadia Arafiq Gak Muluk-muluk Pengin Bebas, Cuma Berharap Dihukum Ringan

Ilustrasi markas operator judi online (judol).

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?

Juli 2, 2026
Daerah

Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD

September 9, 2025
LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.
Info

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Mei 13, 2026
Hukum

Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno

Mei 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jombang Jadi Tuan Rumah, NU Ogah Ulang Drama 2015
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?