BACAAJA, JAKARTA – Rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ojek online (ojol) sebagai bagian dari sektor UMKM mendapat perhatian dari anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho.
Andhika menilai kebijakan tersebut bisa menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi pengemudi ojol. Namun, perubahan status itu menurutnya tidak boleh sekadar administratif, melainkan harus diikuti dengan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pengemudi.
Andhika menyampaikan, dalam wawancaranya di TV Garuda saat membahas rencana kebijakan pemerintah terkait pengemudi ojol.
Bacaaja: Investor Lirik Semarang, Mas Dewan RI Andhika: Revisi UU Kawasan Industri Jadi Kunci
Bacaaja: Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi
Menurutnya, pengemudi ojol saat ini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, jika nantinya masuk dalam ekosistem UMKM, mereka juga perlu mendapat akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
“Ojek online bukan sekadar mitra pengemudi, tetapi bagian dari penggerak ekonomi rakyat. Kalau diarahkan menjadi UMKM, tentunya harus dipastikan perlindungan, akses pembiayaan, dan jaminan sosial juga ikut diperkuat,” ujar politikus Golkar itu, kemarin.
Andhika –dengan nickname @masdewanri di akun media sosial (medsos)– menyebut akses pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, pengemudi juga perlu mendapat peningkatan kapasitas serta kesempatan mengikuti program-program pemberdayaan UMKM.
Tak kalah penting, kata Andhika, adalah perlindungan sosial. Ia berharap kebijakan baru tersebut dapat memberikan kepastian dan rasa aman bagi pengemudi dalam menjalankan pekerjaannya.
“Jangan hanya statusnya yang berubah. Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan ini benar-benar meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Akses pembiayaan, perlindungan, dan jaminan sosial harus menjadi bagian dari ekosistemnya,” tegasnya.
Andhika berharap Perpres tersebut nantinya tidak hanya memperjelas posisi pengemudi ojol dalam ekosistem ekonomi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia menilai sektor ojol berpotensi berkembang lebih jauh, bukan hanya sebagai layanan transportasi dan pengantaran berbasis digital, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan UMKM dan ekonomi rakyat. (dul)

