Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau

Kemarau di Kota Semarang mulai menunjukkan "taringnya". Di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter yang baru datang diperkirakan hanya sanggup memenuhi kebutuhan warga selama sehari.

T. Budianto
Last updated: Agustus 3, 2026 5:08 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
DROPING AIR: Sebuah truk tanki air bersih menyalurka bantuan air kepada warga Kelurahan Jabungan, Banyumanik, Semarang, Senin (3/8/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bantuan air bersih mulai mengalir ke Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, setelah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga mulai mengering.

Mirisnya, satu tangki berisi sekitar 5.000 liter air yang didroping ke wilayah tersebut diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan warga selama sehari.

Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani mengatakan, kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau yang membuat debit sumber air di kawasan Sendang, sekitar hutan Penggaron terus menurun.

Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu aliran air ke permukiman warga memang mulai mengecil. Namun, kondisi terparah baru terasa bulan ini ketika sumber air yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan konsumsi akhirnya berhenti mengalir. “Mulai bulan ini puncaknya. Sumber air yang selama ini digunakan warga untuk konsumsi sudah berhenti mengalir sama sekali,” ujar Jhasani, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Sumber air tersebut selama ini dialirkan ke tandon yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, karena debit air dari kawasan Sendang semakin kecil, tandon yang sebelumnya menjadi andalan warga kini tak lagi terisi.

Kondisi itu membuat warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih. Salah satunya melalui dropping air dari PMI Kota Semarang. “Yang dari PMI tadi satu tangki, sekitar 5.000 liter. Itu kemungkinan hanya cukup untuk beberapa hari,” katanya.

Warga terdampak tidak hanya berada di satu wilayah. Jhasani menyebut sedikitnya tiga RW, yakni RW 3, RW 4, dan RW 5, turut merasakan dampak menurunnya debit sumber air.

Untuk RW 3, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 250 hingga 300 KK. Wilayah tersebut terdiri dari tiga RT dengan jumlah warga sekitar 50 hingga 100 KK di masing-masing RT. “Kalau satu RW di RW 3, perkiraannya sekitar 250 sampai 300 KK,” jelasnya.

Dua Tanki

Sementara itu, dropping air berikutnya juga telah disiapkan untuk RW 4. Sebanyak dua tangki air bersih dijadwalkan dikirim oleh Kodim pada pagi hari berikutnya. “Jadi minggu ini ada tiga tangki. Satu dari PMI dan dua dari Kodim untuk RW 4,” ujar Jhasani.

Untuk RW 5, pemerintah kelurahan masih berkoordinasi dengan warga untuk memastikan kebutuhan air bersih sekaligus menentukan titik distribusi apabila bantuan kembali diperlukan.

Di tengah keterbatasan air, warga pun harus memilah kebutuhan. Air dari tandon diprioritaskan untuk konsumsi, sedangkan kebutuhan lain seperti mencuci pakaian dilakukan menggunakan air sungai yang masih mengalir meski debitnya sedikit. “Untuk konsumsi mereka mengandalkan air dari tandon. Kalau untuk mencuci baju, mereka menggunakan air sungai karena masih ada sedikit air,” katanya.

Baca juga: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Jhasani mengatakan kondisi serupa kemungkinan bisa semakin parah apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. Sebab, debit sumber air diperkirakan baru akan kembali meningkat setelah musim hujan tiba.

“Biasanya setelah musim hujan. Karena memang saat kemarau debitnya menurun. Kalau kemaraunya panjang, kemungkinan kebutuhan dropping air bersih di tiga RW itu akan semakin banyak,” ungkapnya.

Meski demikian, kekeringan saat ini belum sampai mengganggu kebutuhan air untuk lahan pertanian. Menurut Jhasani, saluran irigasi untuk sawah masih tetap mengalir. Persoalan utama justru terjadi pada sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Kalau untuk sawah, saluran pengairannya masih mengalir. Yang sudah habis itu air untuk konsumsi warga karena debitnya sudah sangat menurun,” pungkasnya.

Kemarau memang datang setiap tahun. Tapi kalau satu tangki air hanya bertahan sehari, yang benar-benar sedang diuji bukan cuma cuaca, melainkan juga seberapa cepat bantuan bisa mengalir sebelum keran harapan ikut mengering. (dul)

You Might Also Like

Libur Lebaran, Kunjungan Wisata di Jateng Naik Lima Persen

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Ini Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Tak Singgung soal Mega Korupsi MBG

Erick Thohir: Ketua PSSI Kota/Kab Ditunjuk Asprov PSSI

Jelang MTQ Nasional, Agustina “Sowan Tour” ke Ulama

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Kades dan warga Pati menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3/8/2026). (bae) Endus Permainan Politik? Kuasa Hukum Sudewo Ungkit Penyidik KPK Diduga Kerabat Mantan Bupati Haryanto
Next Article Ilustrasi banjir yang menghanyutkan kayu gelondongan. Padang Diterjang Banjir Bandang, Kayu Gelondongan Ikut Hanyut ke Permukiman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAPA LEBIH DEKAT - Dewan Komisaris PLN Icon Plus, Saifullah Mashum, bertemu dan berdialog langsung dengan insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah.

Sapa Lebih Dekat: Komisaris Dengarkan Aspirasi Insan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah

KASUS TPPU--Tim jaksa penuntut umum (sisi kiri) mengikuti sidang kasus TPPU dengan terdakwa Gus Yazid (kemeja hijau), di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Jaksa Tak Terima Gus Yazid Dihukum Ringan Setahun Bui, Nyatakan Banding

Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Influenza A Naik, Begini Bedanya dengan Covid-19

Ilustrasi judi online (judol).

Bansos Dicoret Gegara Judol, Dinsos DIY Buka Sanggahan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Komandan Batalyon Resimen IV Korps Brimob Kompol Cosmas K. Gae saat menjalani sidang etik di Ruang Sidang Gedung TNCC Mabes Polri Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: dok.
Hukum

Danyon Brimob Dipecat Karena Kasus Rantis Tabrak Ojol, Polisi Pastikan Kasus Dilanjutkan ke Jalur Pidana!

September 4, 2025
Ilustrasi banjir yang menghanyutkan kayu gelondongan.
Info

Padang Diterjang Banjir Bandang, Kayu Gelondongan Ikut Hanyut ke Permukiman

Agustus 3, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiyansah menyoroti predikat WTP Kementerian Pendidikan di tengah skandal korupsi Croombook kementerian. Foto: dok/ist
Pendidikan

Ironi: Kementerian Pendidikan Dapat Predikat WTP di Tengah Kasus Korupsi

Juli 19, 2025
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menerima cedera mata dari Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Loji Gandrung, Jumat (14/1/2026).
Daerah

Sajikan Kuliner Khas Solo, Respati Jajaki Kolaborasi Kota Berseri Bareng Wakil Walkot Bogor

Januari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?