BACAAJA, SOLO – Video sebuah mobil pikap bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang terlihat mengantre masuk ke Solo Paragon Mall mendadak ramai di media sosial. Narasi yang beredar menyebut kendaraan operasional itu dipakai untuk kepentingan pribadi hingga memicu kritik dari warganet.
Dalam video berdurasi sembilan detik tersebut, tampak sebuah pikap berwarna putih berpelat nomor B 9855 XOY berada di pintu masuk area parkir mal.
Unggahan itu kemudian disertai tudingan bahwa kendaraan yang dibiayai negara diduga dipakai untuk jalan-jalan keluarga pengurus koperasi.
Narasi tersebut cepat menyebar dan memunculkan berbagai komentar. Banyak yang mempertanyakan pengawasan terhadap aset operasional program Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo langsung memberikan klarifikasi. Mereka memastikan belum ada bukti bahwa mobil yang viral itu merupakan kendaraan operasional KDMP di Solo.
Kepala Bidang Dinkop UKM dan Perindustrian Solo, Handayani, mengaku pihaknya justru mempertanyakan asal-usul mobil tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini Kota Solo baru memiliki satu Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yakni di Kelurahan Sangkrah.
Ia menegaskan kendaraan yang viral belum tentu berasal dari Solo. Bisa saja berasal dari daerah lain seperti Boyolali, Karanganyar, Klaten, atau Wonogiri.
Handayani juga menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang ada di Solo hingga kini belum resmi diserahterimakan kepada pihak koperasi.
Karena belum ada proses serah terima, kunci kendaraan masih berada di bawah pengelolaan Kodim dan belum dapat digunakan secara bebas.
Selain itu, Dinkop Solo juga belum melakukan proses verifikasi maupun validasi terhadap kendaraan operasional tersebut.
Ia bahkan mengaku cukup yakin pikap yang muncul di video bukan milik KKMP Sangkrah.
Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan pengurus KKMP untuk memastikan apakah ada kendaraan yang sempat keluar atau tidak.
Sementara itu, Ketua KKMP Sangkrah, Joko Wiyoso, juga membantah keras bahwa mobil dalam video berasal dari koperasi yang dipimpinnya.
Joko mengatakan KKMP Sangkrah sama sekali belum menerima kendaraan operasional jenis pikap.
Menurutnya, kendaraan yang saat ini tersedia hanya berupa satu unit truk dan sepeda motor roda tiga.
Pikap operasional untuk KKMP Solo, kata dia, hingga sekarang bahkan belum dikirim.
Ia juga menegaskan kendaraan yang sudah berada di gerai koperasi belum bisa dipakai karena proses Berita Acara Serah Terima (BAST) belum selesai.
Selain belum diserahterimakan, kendaraan tersebut juga masih menunggu kelengkapan administrasi seperti STNK.
Joko memastikan seluruh kendaraan operasional nantinya hanya dipakai untuk mendukung aktivitas koperasi, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus ataupun keluarganya.
Menurutnya, kendaraan itu akan dimanfaatkan membantu operasional koperasi di Solo dan mendukung kebutuhan puluhan Koperasi Desa Merah Putih lainnya sesuai aturan yang berlaku. (*)

