BACAAJA, SEMARANG- Seorang Calon Perwira Taruna (Capratar) Akademi Kepolisian (Akpol) meninggal dunia di kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial AMM (19), merupakan taruna pengiriman Polda Papua Barat Daya yang mengikuti pendidikan tahun 2026.
Peristiwa terjadi di Gedung Werving Hoegeng, salah satu gedung yang berada di lingkungan Akademi Kepolisian. Informasi sementara yang diperoleh menyebutkan, sejak sore para taruna dan taruni mengikuti rangkaian kegiatan di gedung tersebut, mulai dari aktivitas bersama, bersih-bersih, beribadah, hingga makan malam.
Baca juga: Dua Bintara Polisi Terseret Kasus Calo Masuk Akpol 2025
Saat apel malam dilaksanakan, komandan melakukan pengecekan kehadiran dan mendapati satu taruna tidak berada di barisan. Setelah dilakukan pencarian, korban diketahui berada di lantai tiga gedung. Tak lama kemudian terjadi insiden yang menyebabkan korban mengalami luka berat.
Korban segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Akpol yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. “Saat apel malam kurang satu orang. Setelah dicari berada di lantai tiga Gedung Werving Hoegeng,” ujar sumber di lapangan yang enggan disebutkan identitasnya.
Kronologi Lengkap
Hingga Jumat (31/7/2026), jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Akpol. Peristiwa tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang dengan dukungan penyelidikan dari Polda Jawa Tengah. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti meninggalnya korban.
Diketahui, pada seleksi tingkat nasional tahun 2026, Akpol menerima 350 calon taruna, terdiri atas 320 laki-laki dan 30 perempuan. Adapun Gedung Werving Hoegeng selama ini digunakan sebagai lokasi berbagai kegiatan Akademi Kepolisian, termasuk seleksi tingkat pusat calon Taruna Akpol maupun Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Baca juga: Taruna Baru, Perwira Lulus, Semarang Jadi Rumah Kedua…
Gedung berlantai tiga tersebut berada tidak jauh dari Gedung Serbaguna dan RS Bhayangkara Akpol, serta menjadi salah satu fasilitas yang rutin digunakan dalam aktivitas pendidikan di lingkungan Akademi Kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Akademi Kepolisian maupun Polda Jawa Tengah mengenai penyebab pasti peristiwa tersebut. Polda Jateng dijadwalkan memberikan penjelasan resmi kepada awak media pada Jumat, (31/7/2026) siang. (eks)

