BACAAJA, KULONPROGO – Kalau liburan ke Yogyakarta dan bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, coba arahkan kendaraan ke Kulon Progo. Di kawasan Perbukitan Menoreh, ada Kampung Durian Banjaroya yang siap memanjakan pencinta durian dengan pengalaman makan buah langsung dari kebunnya.
Tempat ini bukan sekadar lokasi berburu durian. Wisatawan juga bisa menikmati suasana desa yang masih asri, belajar soal budidaya durian, hingga mencicipi berbagai kuliner khas hasil olahan warga.
Kampung Durian Banjaroya berada di Dusun Pranan, Kalurahan Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Lokasinya berada di lereng Perbukitan Menoreh yang terkenal berhawa sejuk dan dipenuhi kebun durian.
Nama Banjaroya memang sudah lama dikenal sebagai sentra Durian Menoreh. Daerah ini menghasilkan varietas unggulan seperti Menoreh Jambon dan Menoreh Kuning yang bahkan telah diakui sebagai varietas unggulan nasional.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 30 kilometer. Perjalanan menuju lokasi biasanya memakan waktu sekitar 50 hingga 60 menit menggunakan kendaraan pribadi.
Rute menuju kampung ini juga cukup mudah. Dari kawasan Malioboro atau Tugu Yogyakarta, wisatawan tinggal menuju Jalan Godean, melanjutkan perjalanan ke arah Dekso, lalu mengikuti petunjuk menuju Desa Banjaroya hingga tiba di Dusun Pranan.
Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, perjalanan tetap bisa dilakukan menggunakan angkutan umum menuju Terminal Dekso. Setelah itu, perjalanan diteruskan memakai ojek atau angkutan lokal menuju kawasan wisata.
Meski begitu, kendaraan pribadi atau mobil sewaan masih menjadi pilihan paling praktis. Pasalnya, transportasi umum menuju lokasi belum tersedia dalam jumlah banyak.
Waktu paling pas datang tentu saat musim panen durian. Biasanya Durian Menoreh mulai berbuah antara September hingga Februari, sedangkan suasana paling ramai berlangsung sekitar Desember sampai Maret.
Pada musim itulah wisatawan bisa merasakan sensasi memilih sendiri durian yang baru dipetik. Rasanya tentu berbeda dibanding membeli buah yang sudah lama berada di lapak penjual.
Selain makan durian sepuasnya, pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana para petani merawat pohon durian. Aktivitas edukasi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Hamparan hijau Perbukitan Menoreh juga menjadi bonus selama berada di Banjaroya. Udara sejuk dan suasana pedesaan membuat banyak pengunjung betah berlama-lama.
Tak jauh dari kawasan durian, wisatawan juga dapat mampir ke Embung Tonogoro maupun sejumlah objek wisata lain yang berada di Desa Wisata Banjaroya. Jadi, perjalanan tak hanya soal berburu buah.
Kalau masih kurang puas, tersedia pula berbagai produk olahan khas desa. Mulai dari kopi lokal, gula aren, cokelat, hingga aneka makanan berbahan dasar durian bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Biaya masuk untuk aktivitas berburu durian tergolong ramah di kantong. Wisatawan cukup menyiapkan dana mulai sekitar Rp5.000 per orang, sementara paket wisata edukasi tersedia mulai Rp200.000 per orang dengan sistem pemesanan lebih dulu.
Besaran biaya tersebut dapat berubah mengikuti musim panen maupun jenis paket yang dipilih. Karena itu, sebaiknya calon pengunjung melakukan konfirmasi sebelum datang.
Keunggulan Kampung Durian Banjaroya bukan hanya pada buahnya. Pengunjung juga diajak menikmati kehidupan masyarakat desa yang masih lekat dengan budaya bertani.
Perpaduan wisata alam, kuliner, edukasi, dan suasana pedesaan membuat tempat ini punya daya tarik berbeda dibanding destinasi durian lainnya. Liburan pun terasa lebih santai sekaligus berkesan.
Jadi, kalau ingin menikmati durian dengan cara yang lebih seru, Banjaroya layak masuk daftar tujuan berikutnya. Di sini, durian bukan sekadar buah, tapi juga pintu masuk untuk menikmati pesona Perbukitan Menoreh yang masih alami. (*)

