BACAAJA, BLORA – Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora terus didalami. Polisi kini menyelidiki penyebab 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, mengalami mual, sakit perut, hingga muntah usai menyantap menu makan siang dari dapur MBG.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah informasi mengenai susu kemasan yang diduga sempat meledak sebelum diminum para siswa.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan. Sejumlah pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program sudah dimintai keterangan.
Dari pihak penyedia makanan, polisi memeriksa kepala dapur, mitra penyelenggara, asisten lapangan, hingga ahli gizi. Sementara dari sekolah, kepala sekolah dan koordinator program MBG juga ikut dimintai penjelasan.
Selain memeriksa para saksi, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan berbagai fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Informasi mengenai susu kemasan yang mengembang hingga meledak menjadi salah satu fokus penyelidikan. Polisi ingin memastikan apakah kejadian itu hanya terjadi di SDN Sendangrejo atau juga dialami sekolah lain yang menerima distribusi dari dapur MBG yang sama.
Karena itu, penyidik berencana meminta keterangan dari sejumlah sekolah lain yang mendapatkan pasokan makanan dari SPPG Bogowanti.
Beberapa barang bukti juga sudah diamankan, mulai dari kotak makan yang masih berisi menu MBG hingga sampel susu kemasan yang dibagikan kepada para siswa.
Polisi menegaskan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi kunci untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Apabila terbukti susu dalam kondisi tidak layak konsumsi atau basi, penyelidikan akan diperluas hingga menelusuri jalur distribusi dan pemasok produk tersebut.
Di saat yang sama, kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora guna memperoleh hasil pemeriksaan medis terhadap para siswa yang sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Insiden ini bermula pada Senin (20/7/2026) setelah siswa SDN Sendangrejo menerima paket Makan Bergizi Gratis usai mengikuti upacara bendera.
Menu makanan yang berasal dari SPPG Bogowanti dibagikan sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam paket tersebut juga terdapat susu kemasan sebagai pelengkap.
Tak lama setelah menyantap makanan, 19 dari total 141 siswa mulai mengeluhkan mual, sakit perut, hingga muntah. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Proses penyelidikan juga terus dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam penyediaan menu MBG. (*)

