Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Duit Pendidikan RI Masih Kalah dari Vietnam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Duit Pendidikan RI Masih Kalah dari Vietnam

Nugroho P.
Last updated: Juli 19, 2026 9:25 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi dana pendidikan.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Besarnya anggaran pendidikan sering dipakai sebagai salah satu tolok ukur seberapa serius sebuah negara membangun kualitas sumber daya manusianya. Namun, ukuran yang digunakan bukan sekadar jumlah uang, melainkan persentasenya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan cara itu, perbandingan menjadi lebih adil karena memperhitungkan ukuran ekonomi masing-masing negara. Negara dengan ekonomi besar belum tentu mengalokasikan porsi anggaran pendidikan yang besar pula.

Data terbaru yang dihimpun UNESCO Institute for Statistics dan diolah bersama Our World in Data menunjukkan hasil yang cukup menarik. Swedia menjadi negara dengan komitmen terbesar terhadap sektor pendidikan.

Negara Nordik tersebut mengalokasikan sekitar 7,3 persen dari PDB untuk pendidikan. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara negara-negara dengan ekonomi besar.

Di bawah Swedia ada Denmark dengan 6,4 persen, disusul Belgia sebesar 6,3 persen. Afrika Selatan, Israel, Inggris, Brasil, Norwegia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan juga masuk jajaran negara dengan porsi belanja pendidikan tertinggi.

Sementara itu, Indonesia justru berada di posisi sebaliknya. Di antara 40 negara dengan ekonomi terbesar dunia, Indonesia tercatat memiliki rasio belanja pendidikan paling rendah terhadap PDB.

Data tersebut menunjukkan Indonesia hanya mengalokasikan sekitar 1,3 persen dari PDB untuk sektor pendidikan. Angka itu masih berada di bawah beberapa negara tetangga di Asia Tenggara.

Singapura tercatat mengalokasikan sekitar 2,2 persen, Thailand 2,5 persen, sedangkan Vietnam mencapai 2,9 persen dari PDB. Ketiganya berada di atas Indonesia berdasarkan indikator tersebut.

Jika dibandingkan dengan rata-rata dunia, jaraknya juga cukup lebar. Secara global, rata-rata belanja pendidikan mencapai sekitar 3,96 persen dari PDB.

Rendahnya porsi anggaran ini menjadi sorotan karena sektor pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari ruang kelas yang rusak, kesejahteraan guru honorer, hingga kualitas lulusan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai kebutuhan dunia kerja.

Meski begitu, besarnya anggaran bukan satu-satunya penentu kualitas pendidikan. Efektivitas penggunaan dana juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan sistem pendidikan yang lebih baik.

Data yang dipublikasikan ini disusun berdasarkan informasi UNESCO Institute for Statistics yang dilengkapi oleh Our World in Data dan diperbarui pada 2025. Perbandingan dilakukan menggunakan indikator belanja pendidikan terhadap PDB.

Selain besarnya anggaran, laporan tersebut juga mempertimbangkan struktur demografi, termasuk proporsi penduduk berusia 24 tahun ke bawah. Faktor itu ikut memengaruhi kebutuhan investasi di sektor pendidikan setiap negara.

Daftar negara dengan anggaran pendidikan tertinggi dipimpin Swedia, disusul Denmark, Belgia, Afrika Selatan, Israel, Inggris, Brasil, Norwegia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sedangkan kelompok dengan rasio belanja pendidikan terendah mencakup Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Singapura, Thailand, Vietnam, Irlandia, Turki, Rumania, dan Jepang.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa investasi di bidang pendidikan masih menjadi pekerjaan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Tak hanya soal besaran anggaran, tetapi juga bagaimana dana tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas belajar, kesejahteraan tenaga pendidik, dan daya saing generasi mendatang (*)

You Might Also Like

Parasit Komodo Mulai Terkuak, Ancaman Baru Ikut Terbaca

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna

PLN Icon Plus Perkuat Sinergi Industri dan Pendidikan Vokasi bersama SMK Batur Jaya 1 Ceper

TAGGED:dana pendidikanindonesiapendidikan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Belum Nikah? Tetap Bisa Punya KK Sendiri
Next Article JALAN RUSAK--Petugas memperbaiki kerusakan ruas Jalan Candi Penataran Raya, Kalipancur, Kota Semarang. (ist) Pemkot Semarang Tuding Truk Galian C Jadi Biang Kerok Jalan Kalipancur Cepat Rusak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Oktober 11, 2025
Pendidikan

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Juli 2, 2026
Menteri Luar Negeri Sugiono.
Pendidikan

Sekolah Keagamaan Gratis Dimatangkan, Nasib Guru Ikut Disorot

Oktober 20, 2026
BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)
Pendidikan

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Agustus 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Duit Pendidikan RI Masih Kalah dari Vietnam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?