BACAAJA, SALATIGA – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMA Salatiga jadi arena adu strategi para pelajar lewat turnamen Campus School Battle 2026.
Sebanyak 16 tim dari Salatiga, Semarang, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul untuk bertanding di game Mobile Legends: Bang Bang, Sabtu (18/7/2026).
Mereka datang membawa strategi terbaik demi membawa pulang gelar juara.
Bacaaja: Tim Onon Solo Juarai Turnamen Mobile Legends di Warmindo Mayoritas Semarang
Bacaaja: Turnamen Mobile Legends Khusus Tuna Rungu Digelar, Buktiin Skill Tanpa Suara
CEO RIKAS, Setiawan Abdur Rouf, mengatakan turnamen ini memang dirancang menjadi wadah bagi pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia e-sport.
Menurutnya, banyak pelajar memiliki potensi besar, tetapi belum punya panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka. Karena itu, Campus School Battle diharapkan bisa menjadi ruang kompetisi yang sehat sekaligus positif.
Sejak pertandingan dimulai pada pagi hari, suasana langsung kompetitif. Tiap tim saling adu strategi, rotasi, hingga kerja sama demi menguasai pertandingan.
Beberapa laga berlangsung cukup ketat. Ada tim yang sukses melakukan comeback setelah tertinggal, sementara pertandingan lain ditentukan lewat perebutan objektif di menit-menit akhir.
Selain mengejar kemenangan, para peserta juga saling bertukar pengalaman dengan pemain dari sekolah dan daerah lain. Momen ini sekaligus menjadi ajang memperluas pertemanan lewat hobi yang sama.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp1,5 juta ditambah 9.000 diamond Mobile Legends. Hadiah itu diperebutkan seluruh tim yang tampil sejak babak awal.
Setiawan berharap Campus School Battle tidak berhenti sebagai event satu kali. Menurutnya, kompetisi seperti ini bisa menjadi jalan lahirnya atlet-atlet e-sport muda yang nantinya mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Acara ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus menghadirkan kompetisi esports berkualitas dan melahirkan bibit-bibit atlet esports muda berbakat dari berbagai daerah,” ujarnya. (bae)

