Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

R. Izra
Last updated: Juli 13, 2026 8:57 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Wajar, orang tua ingin anaknya sukses dan berhasil. Namun, anak justru butuh merasakan gagal, jatuh, agar belajar mandiri dan kembali bangkit saat terpuruk.

Karena hidup tak selalu mulus sesuai keinginan dan harapan. Ada kalanya, rencana yang disusun berantakan. Belajar menghadapi kegagalan adalah belajar untuk bangkit kembali menjadi lebih kuat.

Banyak orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Hati-hati, kalau rasa sayang berubah jadi terlalu protektif, dampaknya justru bisa menghambat anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Bacaaja: Fenomena Curhat ke AI, Psikolog Ingatkan Risiko Ketergantungan
Bacaaja: Meluruskan Pandangan Keliru terkait Konseling ke Psikolog

Hal itu disampaikan Dosen Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Retno Setyaningsih. Menurutnya, belakangan semakin banyak orang tua yang menerapkan pola asuh strawberry parenting, yaitu berusaha melindungi anak dari rasa capek, kegagalan, hingga berbagai tantangan hidup.

Padahal, justru dari pengalaman itulah anak belajar menghadapi kehidupan.

“Masih banyak orang tua yang tidak mengizinkan anak melakukan aktivitas yang melelahkan atau penuh tantangan. Padahal justru dari situ anak belajar bertanggung jawab, menyelesaikan masalah, dan mengenali kemampuannya,” ujar Retno, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, dalam ilmu psikologi perkembangan, anak memang perlu diberi kesempatan untuk mencoba, gagal, lalu bangkit lagi. Proses itu akan membantu mereka membangun rasa percaya diri, mengelola emosi, sekaligus melatih kemampuan menyelesaikan masalah saat dewasa nanti.

Retno menegaskan, mengasuh anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan makan, sekolah, atau tempat tinggal. Parenting adalah proses panjang yang membutuhkan kehadiran orang tua di setiap fase kehidupan anak.

“Parenting itu proses sepanjang kehidupan. Orang tua perlu hadir bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai pendamping dalam setiap tahap perkembangan anak,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi, terutama ketika anak mulai memasuki usia remaja. Menurutnya, perbedaan pendapat antara orang tua dan anak adalah hal yang wajar. Yang jadi masalah justru ketika keduanya berhenti saling mendengarkan.

“Kalau terjadi perbedaan persepsi terus-menerus antara anak dan orang tua, biasanya ada komunikasi yang belum berjalan dengan baik. Yang harus dibangun terlebih dahulu adalah saling mendengar,” jelasnya.

Retno mengaitkan pola pengasuhan dengan tahapan perkembangan anak yang diajarkan Rasulullah SAW. Saat masih kecil, anak membutuhkan kasih sayang dan rasa aman. Ketika memasuki usia sekolah, mereka mulai dikenalkan pada disiplin dan tanggung jawab. Sedangkan saat remaja, orang tua perlu membangun hubungan yang lebih terbuka agar anak merasa nyaman bercerita.

“Remaja sedang berada pada fase pencarian jati diri. Kalau komunikasi di rumah tidak terbangun, mereka akan mencari jawaban dari lingkungan luar yang belum tentu memberikan pengaruh positif,” ujarnya.

Selain itu, masa remaja juga menjadi waktu penting untuk mengasah berbagai soft skills, mulai dari kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, hingga memecahkan masalah. Karena itu, Retno mendorong orang tua memberi ruang bagi anak untuk aktif di bidang yang mereka sukai, baik seni, olahraga, organisasi, maupun kegiatan sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan pertemanan punya pengaruh besar terhadap perkembangan remaja. Karena itu, memilih teman yang tepat menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Carilah pergaulan yang membawa masa depan. Bergaullah dengan orang-orang yang membuat kita terus belajar, bukan merasa sudah paling hebat,” pesannya.

Menurut Retno, lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang saling mendukung, memberi tantangan positif, dan mendorong seseorang untuk terus berkembang. Dengan begitu, remaja tidak hanya tumbuh pintar secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan kemampuan sosial yang baik untuk menghadapi kehidupan. (dul)

You Might Also Like

Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Berbuntut Panjang, BGN Pecat 137 Kepala SPPG

KPK Sebut Fahd Arafiq Residivis Korupsi, Tampung Uang Haram ATR/BPN

Cerita Eldea si Pawang Anjing Pelacak Bea Cukai yang Ditakuti Bandar Narkoba

Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang

Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran

TAGGED:anak butuh gagalanak jangan dikekangbelajar gagalheadlinepola asuh anakpsikologRetno Setyaningsihunissula
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TANAM CEMARA--Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng (depan) bersama Karang Taruna Kecamatan Tugu, menanam cemara laut di Pulau Tirang, Minggu (12/7/2026). (ist) Wali Kota Agustina Bareng Karang Taruna Tanam Cemara Laut di Pulau Tirang
Next Article Presiden RI, Prabowo Subianto. (gerindra) Gaji TNI-Polri Kecil? Prabowo: Aparat Harus Sejahtera, Biar Gak Meras Rakyat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BELAJAR MODERASI: Mahasiswa UIN Walisongo berada di aula Wihara Mahabodhi untuk belajar moderasi beragama, Senin (12/10/2026). (dul)

Belajar Moderasi Beragama, Mahasiswa UIN Walisongo Kunjungi Wihara Mahabodhi

PILATES DI BANDARA: Puluhan orang sedang berolahraga pilates di area boarding bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. (ist)

Tempat Pilates dengan Pemandangan Pesawat Terbang? Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

SMA Theresiana 1 dan SMP Al Azhar 14 Angkat Trofi Hydroplus 2026

Hard Enduro Kendal Bikin Homestay Penuh

Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto diwawancara wartawan saat menghadiri acara di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
Info

Keras! Istana Cabut Kartu Liputan Reporter CNN Gara-gara Nanya Soal MBG ke Presiden

September 28, 2025
Ekonomi

Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman

Januari 20, 2026
Hukum

Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas

Agustus 27, 2025
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ekonomi

Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD

Mei 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?