BACAAJA, SEMARANG – Susana malam pada Kamis (2/7/2026), di kantor media BacaAja.co terasa beda dari biasanya. Bukan cuma dipenuhi kru redaksi, tapi juga santri dan anak-anak yatim piatu.
Ustaz dan para santri Pondok Pesantren Al Bisyri, Kota Semarang, datang untuk ikut pengajian sekaligus santunan anak yatim piatu.
Rangkaian acara dimulai dengan salat magrib berjamaah, dilanjut tausyiah, pembacaan surat Yasin, tahlil, dan ditutup doa bersama.
Bacaaja: Bacaaja.co Goes to School, Ajak Pelajar Semarang Melek Bahaya IRET di Dunia Digital
Bacaaja: Berkah! Santri Yatim dan Asatidz Doa Bersama untuk Kantor Baru Bacaaja.co
Di momen itulah doa-doa dari para santri dan anak yatim mengalir untuk BacaAja. Pengajian ini jadi ajang berbagi dan mengetuk pintu langit lewat doa bersama.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Muhammad Misbahu Surur menyampaikan, bulan Muharram bukan cuma penanda tahun baru dalam kalender Islam.

Menurut dia, Muharram adalah momen untuk menata ulang niat dan mengevaluasi diri setelah melewati satu tahun sebelumnya.
Ia mengajak semua yang hadir untuk menjadikan awal tahun Islam sebagai titik mulai memperbaiki diri. Bukan hanya soal ibadah kepada Allah, tapi juga soal hubungan dengan sesama manusia.
Menurut Misbah, hubungan dengan sesama itu salah satunya bisa diwujudkan lewat kepedulian sosial.
Santunan kepada anak yatim, kata dia, menjadi bentuk nyata bahwa ibadah tidak berhenti di urusan pribadi, tapi juga menyentuh kehidupan orang lain.
“Semoga segenap keluarga besar BacaAja senantiasa diberikan keberkahan. Semoga apa yang dicita-citakan terwujud. Dan dipermudah segala urusannya,” doa Ustaz Surur diamini semua jemaah. (bae)

