Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sejarah Gamis Jadi Favorit, Ternyata Berawal dari Padang Pasir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sejarah Gamis Jadi Favorit, Ternyata Berawal dari Padang Pasir

Perjalanan gamis dari kawasan padang pasir hingga menjadi ikon busana Lebaran di Indonesia membuktikan bahwa budaya bisa bertransformasi dengan sangat unik. Dari pakaian tradisional Timur Tengah, gamis kini tumbuh menjadi bagian dari identitas fesyen Muslim yang akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Nugroho P.
Last updated: Juni 30, 2026 11:12 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi gamis favorit keluarga.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Saat Lebaran tiba, gamis hampir selalu masuk daftar busana yang paling banyak dipakai. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, model pakaian panjang ini sudah seperti bagian yang nggak bisa dipisahkan dari suasana hari raya di Indonesia.

Buat banyak orang, gamis identik dengan kenyamanan dan kesan anggun. Potongannya yang longgar bikin pemakainya tetap leluasa bergerak, apalagi saat harus silaturahmi dari satu rumah ke rumah lainnya.

Meski sekarang sudah sangat lekat dengan budaya Indonesia, ternyata gamis bukan pakaian asli Nusantara. Busana ini punya jejak sejarah panjang yang berawal dari kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Pengaruh itu nggak lepas dari perjalanan penyebaran Islam yang dimulai dari wilayah tersebut. Bersamaan dengan masuknya ajaran agama, budaya berpakaian masyarakat Timur Tengah juga ikut dikenal di berbagai daerah, termasuk Indonesia.

Secara bahasa, kata gamis berasal dari istilah Arab, yakni qamis. Kata itu merujuk pada pakaian panjang yang menutupi tubuh dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Muslim sejak ratusan tahun lalu.

Di sejumlah negara Arab, pakaian serupa juga dikenal dengan nama jubah atau abaya. Menariknya, busana tersebut pada awalnya dipakai baik oleh laki-laki maupun perempuan tanpa perbedaan yang terlalu mencolok.

Sejarah penggunaan gamis sudah bisa ditelusuri sejak abad ke-7 Masehi. Pada masa itu, Islam berkembang pesat di kawasan Asia Barat, Asia Tengah, hingga Asia Selatan, sehingga gaya berpakaian masyarakatnya ikut menyebar ke berbagai wilayah.

Lingkungan padang pasir menjadi salah satu alasan kenapa model pakaian panjang seperti gamis begitu populer. Potongannya mampu melindungi tubuh dari terik matahari sekaligus debu yang beterbangan.

Walaupun menutupi hampir seluruh badan, gamis justru dianggap nyaman dipakai. Bahan yang ringan dan model yang longgar membantu sirkulasi udara tetap lancar sehingga tidak terasa gerah.

Sebagai pelengkap, masyarakat Timur Tengah juga mengenakan penutup kepala untuk melindungi diri dari panas ekstrem. Tradisi itu masih bisa dijumpai sampai sekarang di berbagai negara kawasan Arab.

Masuknya gamis ke Nusantara diperkirakan terjadi ketika para pedagang dari Asia Barat dan Asia Tengah datang ke wilayah Indonesia pada akhir abad ke-7 hingga awal abad ke-8 Masehi.

Hubungan dagang yang berlangsung lama membuat pertukaran budaya berjalan secara alami. Interaksi sehari-hari, termasuk pernikahan dengan penduduk lokal, mempercepat proses akulturasi tersebut.

Dari situlah gaya berpakaian masyarakat setempat mulai mengalami perubahan. Gamis yang awalnya dikenakan oleh laki-laki dan perempuan perlahan lebih identik dengan busana perempuan di Indonesia.

Budaya lokal juga ikut memberi warna baru. Banyak perempuan kemudian memakai gamis sebagai alternatif pengganti kain jarik yang sebelumnya lebih umum digunakan dalam keseharian.

Sementara itu, kaum laki-laki lebih banyak mengenakan baju koko, sarung, atau celana panjang. Busana tersebut juga merupakan hasil perpaduan budaya dari berbagai bangsa yang datang ke Nusantara, termasuk Tiongkok dan India.

Kini, gamis berkembang jauh lebih modern. Modelnya semakin beragam, mulai dari yang simpel untuk aktivitas harian sampai desain mewah untuk acara keluarga dan perayaan besar.

Pilihan warna serta motif pun makin kaya. Ada yang menyukai nuansa pastel yang kalem, sementara sebagian lainnya lebih suka motif etnik atau sentuhan bordir yang elegan.

Selain model, pemilihan bahan juga jadi faktor penting agar gamis nyaman dipakai, terutama saat cuaca panas atau aktivitas Lebaran yang padat.

Kain katun masih menjadi salah satu favorit karena ringan dan punya sirkulasi udara yang baik. Bahan ini juga mudah menyerap keringat sehingga nyaman dipakai seharian.

Linen juga banyak dipilih karena sifatnya yang adem meskipun teksturnya sedikit lebih kaku. Di daerah tropis seperti Indonesia, bahan ini cukup cocok untuk aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, rayon menawarkan sensasi lembut dan ringan di tubuh. Ada pula serat bambu yang dikenal anti-bau serta sutra yang memberi kesan mewah sekaligus tetap sejuk saat dikenakan.

Perjalanan gamis dari kawasan padang pasir hingga menjadi ikon busana Lebaran di Indonesia membuktikan bahwa budaya bisa bertransformasi dengan sangat unik. Dari pakaian tradisional Timur Tengah, gamis kini tumbuh menjadi bagian dari identitas fesyen Muslim yang akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia. (*)

You Might Also Like

Viral!… Duduk Perkara Ratusan Driver ShopeeFood Geruduk Rumah Pelanggan di Jogja

Wakil Presiden Partai Buruh: Kami Lagi di PHK, Mereka Joget-joget

Long Weekend Nggak Harus Bikin Kantong Kering, Begini Caranya!

Lebaran di Balai Kota: Bukan Cuma Salat, Tapi Ajang Ngumpul Tanpa Sekat

KH Zulfa Mustofa Melangkah Tenang Gantikan Gus Yahya Hari Ini

TAGGED:fesyengamislebaranpadang pasirpakaianunik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Inilah Alasan Orang Asing di Indonesia Dipanggil Bule
Next Article Toko Roti Murah di Purwokerto, Ada yang Berdiri Sejak 1898

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

884 Puskesmas di Jateng Dapat Alat Diagnostik TBC

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG

Naik Argo Merbabu Serasa Time Travel, Livery Lawas Bawa Nuansa Kereta 1950-an

WNA Timor Leste Setahun Overstay, Ditangkap di Kampus Saat Mau Ujian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Prabowo di Pidato Kenegaraan HUT RI ke-80 tampil bak final boss yang ngeluarin jurus kombo: gaji hakim naik 280%, korupsi dibongkar, sawit ilegal digusur, tentara digemukin komandonya, petani dibikin tajir lewat surplus beras 4 juta ton, dan kemiskinan ekstrem dibidik nol persen. Foto: dok
Unik

Besaran Tantiem Komisasris BUMN Yang Bikin Iri

Agustus 17, 2025
Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip, Aufa Atha Ariq Aoraqi dan Khayimas Atha Chisbaini.
Unik

Alasan BEM Undip dan BEM UGM Keluar dari Aliansi BEM SI Kerakyatan, ‘Tempat Pejabat Cari Muka’

Juli 24, 2025
Tips

Awas, Leher Wangi Tiap Hari, Dokter Bongkar Mitos Tiroid Kanker

Juni 2, 2026
Salah satu penampakan Pulau Panjang, Sumatera. Satu dari empat pulau di sebelah barat Pulau Sumatera di perairan Samudra Hindia, yang jadi perebutan wilayah antara Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.
Unik

Sengketa 4 Pulau antara Aceh dan Sumut, Kepentingan Siapa?

Juni 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sejarah Gamis Jadi Favorit, Ternyata Berawal dari Padang Pasir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?