Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

Jabungan merupakan satu dari empat titik rawan kekeringan saat musim kemarau di Semarang. Kini, warga sedikit lega setelah ada jaringan PDAM.

R. Izra
Last updated: Juni 29, 2026 1:19 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
MULAI MENGERING - Warga mencari ikan di aliran Sungai Jabungan, Kota Semarang, yang mulai mengering, Minggu (28/6/2026). (dul)
MULAI MENGERING - Warga mencari ikan di aliran Sungai Jabungan, Kota Semarang, yang mulai mengering, Minggu (28/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masuk dalam peta wilayah rawan kekeringan di Jawa Tengah (Jateng).

BPBD Kota Semarang bilang, sedikitnya ada empat wilayah kelurahan rawan kekeringan paling tinggi. Keempat kelurahan itu: Rowosari, Jabungan, Wonosari, dan Cepoko Gunungpati.

Pada pertengahan Juni 2026 kemarin, Polrestabes Semarang nyalurin 19.000 liter air untuk warga Jabungan yang berada di RW 14. Warga setempat, Riki, ngakuin wilayahnya kesulitan ngakses air bersih saat memasuki musim kemarau.

Bacaaja: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan
Bacaaja: Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Namun, pada tahun ini, warga bilang ada secercah harapan agar wilayahnya tak lagi kesulitan air bersih saat kemarau.

Masuknya jaringan PDAM ke sejumlah titik di Jabungan bikin warga tak lagi terlalu khawatir. Setidaknya membuat dampak kekeringan jauh berkurang dibanding beberapa tahun lalu

Meski begitu, masih ada dua wilayah yang belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih, yakni RW 4 dan RW 5.

Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani, mengatakan dua RW tersebut masih menjadi titik rawan kekeringan karena belum seluruh warganya memiliki sambungan PDAM.

“Untuk saat ini kekeringan masih terjadi di RW 4 sama RW 5 karena dua RW itu belum tersalurkan PDAM. Kalau RW 1, RW 2, dan RW 3 sudah ter-cover, sehingga kondisi kekeringan sekarang tidak separah dulu,” katanya saat ditemui di Jabungan, Senin (29/6/2026).

Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)
Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)

Jhasani menjelaskan, perluasan jaringan air bersih terus dilakukan. Tahun ini, sebanyak 102 kepala keluarga di Kelurahan Jabungan mendapatkan sambungan PDAM baru melalui program bantuan pemerintah.

“Program yang baru ada 102 pelanggan atau kepala keluarga. Sambungan tersebar mulai RW 1 sampai RW 7. Memang di RW 4 baru dua pelanggan yang bisa disambungkan karena menyesuaikan kriteria penerima,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan PDAM menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang selama ini rutin terjadi setiap musim kemarau.

Sebelum jaringan air bersih masuk, warga kerap bergantung pada bantuan distribusi air menggunakan truk tangki dari PDAM maupun PMI.

“Kalau dulu setiap kemarau kami sering mengajukan bantuan tangki air, baik ke PDAM maupun PMI. Sekarang kondisinya mulai berkurang karena sebagian wilayah sudah mendapatkan sambungan air bersih,” jelasnya.

Meski kondisi mulai membaik, Pemerintah Kelurahan Jabungan tetap menyiapkan langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Salah satunya dengan menyiapkan tandon air di RW 4. Jika terjadi kekeringan, tandon tersebut akan diisi melalui bantuan distribusi air bersih sehingga warga tidak perlu mengambil air dari sungai.

“Kalau memang nanti masih ada kekeringan, kami akan minta bantuan suplai air untuk mengisi tandon. Jadi warga tidak perlu mengambil air dari sungai yang kebersihannya juga belum tentu terjamin,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Jabungan, Ida (34), mengaku kehadiran jaringan PDAM membuat warga jauh lebih tenang menghadapi musim kemarau.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada PDAM, jadi tidak sekhawatir dulu,” ujarnya.

Ia berharap perluasan jaringan PDAM terus dilakukan hingga menjangkau seluruh wilayah Jabungan, terutama RW 4 dan RW 5 yang hingga kini masih menjadi titik rawan kekeringan saat musim kemarau. (dul)

You Might Also Like

Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

Mahasiswa Terdakwa Penyekap Intel Polisi: Hukuman Penjara Bukan untuk Balas Dendam

Media Asing Sorot IKN, Disebut Calon ‘Kota Hantu’

Kamu Salah! Gak Semua Negara Rayain Tahun Baru pada 1 Januari

TAGGED:bencana kekeringanheadlinejabungankekeringankemaraukota semarangpdamrawan kekeringan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah
Next Article EKSEPSI DITOLAK--Hakim menolak eksepsi Sudewo, Bupati Pati nonaktif di sidang putusan sela kasus korupsi, Senin (29/6/2026). (bae) Hakim Patahkan Perlawanan Sudewo Pati, Sidang Korupsi Rp6,3 M Tetap Jalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ngaji Pancasila: IKAL Lemhannas Ajak Anak Muda Jadikan Pancasila Gaya Hidup

MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)

Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

MASSA RICUH--Massa pendukung Bupati Pati nonaktif, Sudewo, melembari kayu dan barang sekenanya ke depan pintu masuk pengadilan, Senin (29/6/2026). (bae)

Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang

EKSEPSI DITOLAK--Hakim menolak eksepsi Sudewo, Bupati Pati nonaktif di sidang putusan sela kasus korupsi, Senin (29/6/2026). (bae)

Hakim Patahkan Perlawanan Sudewo Pati, Sidang Korupsi Rp6,3 M Tetap Jalan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Posyandu di Tiga Desa Jateng Jadi Role Model

Desember 24, 2025
Info

Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

Februari 9, 2026
Daerah

Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Februari 23, 2026
Unik

Rute Internasional Bikin Investor Singapura Rajin Datang

Januari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?