Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Misteri Laut Sulawesi Belum Habis, Coelacanth Muncul Lagi Tahun Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Misteri Laut Sulawesi Belum Habis, Coelacanth Muncul Lagi Tahun Ini

Nugroho P.
Last updated: Juni 27, 2026 8:51 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ikan purba Coelacanth
SHARE

BACAAJA, SULAWESI UTARA – Kemunculan ikan purba Coelacanth di perairan Sulawesi Utara kembali bikin dunia penelitian heboh. Spesies yang dijuluki “fosil hidup” itu ditemukan lagi setelah penemuan sebelumnya di Gorontalo pada awal 2025.

Kali ini, ikan langka bernama ilmiah Latimeria menadoensis tersebut muncul di kawasan Pulau Siladen, Kota Manado, pada Jumat, 26 Juni 2026.

Penemuan terbaru ini menambah daftar bukti bahwa perairan utara Sulawesi masih menjadi rumah penting bagi salah satu makhluk laut paling misterius di dunia.

Meski berasal dari spesies yang sama, penemuan tahun ini punya cerita berbeda dibanding kasus yang terjadi di Gorontalo beberapa bulan lalu.

Pada Januari 2025, seekor Coelacanth ditemukan nelayan di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.

Saat itu, ikan sepanjang sekitar satu meter dengan bobot mencapai 41 kilogram ditemukan dalam kondisi sudah mati.

Spesimen tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penelitian ilmiah yang hingga sekarang masih terus berlangsung.

Sementara penemuan terbaru terjadi di kawasan Pulau Siladen, salah satu destinasi wisata bahari yang berada di sekitar Taman Nasional Bunaken.

Ikan itu ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing sebelum akhirnya foto dan videonya menyebar luas di media sosial.

Kemunculan Coelacanth memang selalu menarik perhatian publik karena keberadaannya sangat langka dan penuh misteri.

Tak sedikit orang menyebut ikan ini sebagai hewan purba yang seolah menolak punah meski telah hidup sejak ratusan juta tahun silam.

Ketua International Coelacanth Research Center and Museum, Prof Kawilarang W.A. Masengi, membenarkan adanya penemuan terbaru tersebut.

Menurutnya, setelah laporan diterima, pihak Balai Taman Nasional Bunaken langsung bergerak untuk mengamankan spesimen tersebut.

Saat ini, ikan tersebut dititipkan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Manado, untuk kepentingan lebih lanjut.

Berbeda dengan kasus di Gorontalo yang sudah menjadi objek penelitian sejak awal, penyebab kemunculan Coelacanth di Pulau Siladen masih menjadi tanda tanya.

Para peneliti belum mengetahui mengapa ikan yang biasanya hidup di perairan dalam itu bisa muncul hingga dekat permukaan laut.

Fenomena tersebut menjadi salah satu aspek yang kemungkinan akan dipelajari dalam penelitian berikutnya.

Bagi kalangan ilmuwan, setiap penemuan Coelacanth selalu membawa peluang baru untuk memahami kehidupan spesies langka tersebut.

Penelitian terhadap ikan temuan Gorontalo sendiri mencakup berbagai aspek, mulai dari genetika hingga struktur anatomi tubuhnya.

Tim peneliti juga memeriksa isi perut, bentuk sisik, lubang hidung, serta bagian kepala menggunakan teknologi endoskopi dan CT-Scan.

Langkah itu dilakukan untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang pola makan dan karakter biologis Coelacanth yang selama ini masih minim diketahui.

Penemuan terbaru di Pulau Siladen diperkirakan bakal menambah data penting mengenai persebaran Latimeria menadoensis di Sulawesi Utara.

Semakin banyak temuan yang tercatat, semakin besar pula peluang ilmuwan memahami perilaku dan habitat asli ikan purba tersebut.

Coelacanth sendiri pertama kali menarik perhatian dunia internasional pada 1938 setelah spesies serupa ditemukan di Afrika Selatan.

Kala itu, banyak ilmuwan terkejut karena ikan tersebut sebelumnya diyakini sudah punah sekitar 70 juta tahun lalu.

Penemuan di Indonesia baru terjadi pada 1997, tepatnya di wilayah perairan Manado, dan kemudian diidentifikasi sebagai spesies berbeda bernama Latimeria menadoensis.

Sejak saat itu, Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi keberlangsungan ikan purba tersebut.

Penemuan di Gorontalo pada 2025 dan kemunculan kembali di Pulau Siladen tahun ini semakin memperkuat dugaan tersebut.

Para peneliti berharap, data baru dari dua peristiwa itu bisa membuka tabir kehidupan Coelacanth yang masih menyimpan banyak misteri.

Di balik bentuk tubuhnya yang kuno, ikan ini menjadi saksi hidup perjalanan evolusi yang berlangsung selama ratusan juta tahun.

Tak heran jika setiap kemunculannya selalu menjadi kabar besar, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi komunitas ilmiah dunia yang terus berusaha memahami rahasia kehidupan bawah laut. (*)

You Might Also Like

Ke Mana Paspampres Venezuela? Masa Presiden Gampang Banget Ditangkap!

Natal Bersama di Salatiga, Toleransi Bukan Cuma Slogan

Sembilan Tewas Terinjak Saat Ibadah di Kuil Suci

Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Drama Uang Pinjaman KPK yang Bikin Publik Kepo

TAGGED:ikan purbaikan purba Coelacanthsulawesi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu) Korban Berjatuhan, Diklatsarmil Calon Manajer KDMP Jalan Terus? Kini 5 Peserta Meninggal Dunia
Next Article Dokter Banyak, Tapi Belum Merata, Puskesmas Jateng Masih Ketimpangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

SAMBUTAN HANGAT - Rotasi kepemimpinan PLN Icon Plus SBU Region Jawa Bagian Tengah disambut hangat segenap personel. Ardhika Hadisaputra kini mengemban amanah sebagai Manager Unit Layanan DI Yogyakarta.

Rotasi Kepemimpinan PLN Icon Plus, Ardhika Hadisaputra Jadi Manager Unit Layanan DI Yogyakarta

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden Soekarno-Fatmawati.

BREAKING NEWS: Guruh Soekarnoputra Meninggal, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Niat Hangatkan Kambing, Eh Malah Puluhan Kambing Ludes Terbakar

Juli 16, 2026
Viral

KPAI Angkat Suara, Teguran Keras Buat Polah Gus Elham Cium Anak di Panggung

November 13, 2025
Viral

Layaknya Bom, Ledakan di SMA 72 Bikin Panik, Asap, dan Suara Menggelegar di Tengah Pelajaran

November 7, 2025
Viral

Meteor Jatuh Bikin Geger Warga Cirebon, BRIN: Beneran dari Langit, Bukan Ledakan!

Oktober 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Misteri Laut Sulawesi Belum Habis, Coelacanth Muncul Lagi Tahun Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?