Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ceramah di Kampus Jadi Polemik, JK Terseret Laporan Serius
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Ceramah di Kampus Jadi Polemik, JK Terseret Laporan Serius

Namun siapa sangka, isi ceramah itu justru menjadi sorotan sebulan kemudian. Pada April 2026, laporan resmi dilayangkan ke kepolisian, menyoroti sejumlah pernyataan yang dianggap sensitif dan berpotensi menyinggung isu agama.

Nugroho P.
Last updated: April 13, 2026 6:45 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Sebuah forum akademik yang awalnya berjalan tenang mendadak berubah jadi perbincangan panas. Ceramah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di kampus ternama kini berbuntut laporan hukum dan memicu debat panjang di ruang publik.

Acara tersebut digelar di Universitas Gadjah Mada pada Maret 2026 dengan tema yang cukup berat, membahas strategi diplomasi Indonesia dalam meredam potensi konflik global yang makin kompleks. Suasananya saat itu lebih banyak diisi diskusi akademik, jauh dari kesan kontroversial.

Namun siapa sangka, isi ceramah itu justru menjadi sorotan sebulan kemudian. Pada April 2026, laporan resmi dilayangkan ke kepolisian, menyoroti sejumlah pernyataan yang dianggap sensitif dan berpotensi menyinggung isu agama.

Dalam ceramahnya, JK membuka pembahasan dengan menyoroti akar konflik yang sering terjadi, baik di dalam negeri maupun di level global. Ia menekankan bahwa untuk memahami perdamaian, seseorang harus lebih dulu memahami sumber konflik itu sendiri.

“Di Indonesia, penyebab konflik terbanyak adalah ketidakadilan. Ada tindakan pemerintah yang dipandang tidak adil oleh masyarakat,” ujar JK dalam paparannya yang kini ramai diperbincangkan.

Ia kemudian mengurai beberapa contoh konflik yang pernah terjadi di Indonesia, seperti PRRI, Permesta, hingga DI/TII, yang menurutnya memiliki benang merah berupa rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

Tak berhenti di situ, JK juga menyinggung konflik yang berkembang dengan sentimen agama seperti yang pernah terjadi di Poso dan Ambon. Ia menjelaskan bagaimana agama kerap dijadikan legitimasi dalam konflik, meski akar masalahnya bukan semata soal keyakinan.

Menurut JK, dalam situasi konflik, kedua pihak sering merasa berada di jalan yang benar. Bahkan, muncul keyakinan bahwa tindakan kekerasan bisa dibenarkan dalam konteks tertentu, yang akhirnya membuat konflik sulit dihentikan.

Pernyataan inilah yang kemudian memicu polemik. Sebagian pihak menilai penjelasan tersebut sensitif dan berpotensi menimbulkan tafsir yang keliru di masyarakat luas.

Laporan terhadap JK diajukan oleh sejumlah organisasi, termasuk Pemuda Katolik dan GAMKI, bersama kelompok lainnya.

Kasus ini tercatat di Polda Metro Jaya dengan nomor laporan resmi yang menunjukkan keseriusan pelapor dalam membawa perkara ini ke jalur hukum.

Adapun pasal yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan penistaan agama dan beberapa pasal lain dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, yang kini menjadi dasar hukum dalam penanganan kasus tersebut.

Menanggapi hal ini, pihak JK tidak tinggal diam. Melalui juru bicaranya, Husain Abdullah, dijelaskan bahwa ceramah tersebut harus dilihat dalam konteks yang utuh.

Menurutnya, apa yang disampaikan JK bukanlah opini pribadi yang menghakimi, melainkan gambaran realitas sosial yang terjadi pada masa konflik di Indonesia, khususnya di Poso dan Ambon.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah,” jelas Husain dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa pada masa itu, baik kelompok Islam maupun Kristen memang sama-sama menggunakan narasi perang suci sebagai pembenaran, dan hal tersebut merupakan fakta sejarah, bukan interpretasi sepihak.

Penjelasan tersebut juga menyebut bahwa ceramah JK bertujuan meluruskan pemahaman yang keliru, bukan justru memperkeruh suasana atau memicu konflik baru.

Dalam forum akademik seperti di UGM, menurut pihak JK, pembahasan isu sensitif memang tidak bisa dihindari, apalagi jika berkaitan dengan sejarah konflik dan upaya mencari solusi damai.

Meski begitu, respons publik tetap beragam. Ada yang menilai ceramah tersebut sebagai bentuk keterbukaan akademik, namun tidak sedikit pula yang merasa pernyataan itu perlu dikaji lebih dalam dari sisi etika komunikasi publik.

Situasi ini menggambarkan betapa tipisnya batas antara analisis akademik dan persepsi publik, terutama ketika menyentuh isu agama dan konflik sosial.

Di tengah dinamika ini, kasus yang menyeret JK masih akan terus diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, sambil menunggu kejelasan dari pihak berwenang.

Peristiwa ini sekaligus jadi pengingat bahwa ruang diskusi, sekalipun di lingkungan akademik, tetap membutuhkan kehati-hatian dalam penyampaian, apalagi ketika menyangkut isu sensitif.

Pada akhirnya, polemik ini membuka ruang refleksi lebih luas tentang bagaimana sejarah konflik dibahas, dipahami, dan disampaikan ke publik tanpa menimbulkan salah tafsir yang berujung panjang. (*)

You Might Also Like

Bill Gates Keluar dari Top 10 Orang Terkaya AS

Lamaran di Swiss, Ini Perjalanan Cinta Syifa Hadju dan El Rumi yang Bikin Netizen Ikut Baper

Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Libur Usai, ASN Jambi Malah Kena Sanksi Tegas

Setelah Pocong, Giliran Kuntilanak Palsu Ditangkap

TAGGED:jkjusuf kallaMantan Wakil Presiden Jusuf Kallaugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article WFH Jumat Santai, Tapi ASN Bandung Tetap Diawasi Ketat
Next Article Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Lagi-lagi Isu Kesehatan Trump Disorot, Publik Mulai Banyak Bertanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

WISUDA UPGRIS: Mahasiswa didampingi orang tua mengikuti Wisuda Ke-84 UPGRIS di gerung Balairung, Selasa (13/10/2026). (bae)

Wisuda UPGRIS Kukuhkan 1.255 Sarjana dan Magister

RT/RW di Semarang Jadi Agen Perlinsos

Gara-Gara Film The Hunger Games, Nurisa Bawa Pulang Emas Asian Games

SELIDIKI KASUS: TIM Polresta Batang menyelidiki penyerangan tim Persib Bandung U-18 di Rest Area 360B, Batang, Minggu (11/10/2026). (ist)

Polisi Selidiki Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area Batang

3.000 Runner Serbu Kota Lama Semarang, Lari Malam Sekalian Napak Tilas Sejarah!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Kasus Sirop Beracun Lagi-Lagi Makan Korban, Kali Ini di India ,  BPOM Indonesia Lakukan Ini 

Oktober 7, 2025
Viral

Tahlilan Berujung Panik Warga Mendadak Lemas Puluhan Dilarikan RS

April 4, 2026
Viral

Joget di Ruang Operasi, Perawat Ini Viral

April 3, 2026
Viral

Pocong Bawa Sajam Keliling Cilacap Bikin Warga Susah Tidur

Mei 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ceramah di Kampus Jadi Polemik, JK Terseret Laporan Serius
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?