Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi

Sorotan itu datang dari pemerhati anak Erry Syahrial. Ia menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan semacam itu perlu dikaji lebih hati-hati karena menyangkut prinsip perlindungan anak.

Nugroho P.
Last updated: Juni 25, 2026 10:16 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi demonstrasi pelajar soal MBG.
SHARE

BACAAJA, BATAM – Pelibatan ratusan pelajar dalam pawai yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam, Kepulauan Riau, memunculkan perdebatan baru. Di tengah dukungan terhadap program tersebut, muncul pula pertanyaan tentang sejauh mana anak-anak seharusnya dilibatkan dalam kegiatan yang berlangsung di ruang publik.

Sorotan itu datang dari pemerhati anak Erry Syahrial. Ia menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan semacam itu perlu dikaji lebih hati-hati karena menyangkut prinsip perlindungan anak.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan menyampaikan pendapat tanpa harus berada di tengah isu yang masih memunculkan berbagai pandangan di masyarakat.

Erry menegaskan anak-anak bukan pihak yang tepat untuk ditempatkan dalam situasi yang berpotensi memunculkan pro dan kontra. Apalagi jika kegiatan tersebut dilakukan di jalan atau ruang publik yang terbuka.

Ia berpendapat bahwa siswa tetap bisa menyampaikan gagasan atau pendapat melalui jalur yang lebih sesuai dengan usia mereka, seperti forum sekolah maupun organisasi siswa.

“Anak sekolah bukan tempatnya di jalanan. Jika ingin menyampaikan aspirasi, bisa dilakukan di sekolah atau ruang-ruang yang aman dan ramah anak,” ujarnya.

Menurut Erry, regulasi yang ada sebenarnya sudah memberikan batasan mengenai keterlibatan anak dalam aktivitas yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi di ruang publik.

Karena itu, ia menilai perlu ada kehati-hatian agar anak-anak tidak berada dalam situasi yang dapat menimbulkan tekanan atau kerentanan tertentu.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa siswa belum tentu memahami secara utuh berbagai aspek yang melatarbelakangi sebuah kebijakan publik.

Hal tersebut membuat pelibatan mereka dalam kegiatan yang memiliki dimensi kebijakan dinilai kurang tepat karena anak-anak masih berada pada tahap perkembangan yang berbeda dengan orang dewasa.

Erry juga mengingatkan agar anak tidak dijadikan bagian dari dinamika kepentingan yang sebenarnya berada di luar dunia pendidikan.

Menurutnya, masa sekolah seharusnya lebih banyak diisi dengan kegiatan yang mendukung proses belajar, pengembangan karakter, dan pembentukan kemampuan berpikir kritis.

Ia menilai anak-anak perlu diberi ruang untuk tumbuh secara alami tanpa harus terlibat dalam perdebatan yang belum menjadi tanggung jawab mereka.

Selain menyoroti keterlibatan siswa, Erry juga menyinggung keikutsertaan sejumlah tenaga pendidik dalam kegiatan tersebut.

Meski demikian, ia tidak ingin berspekulasi mengenai alasan para guru ikut mendampingi atau terlibat dalam kegiatan yang berlangsung.

Menurutnya, bisa saja terdapat berbagai faktor yang melatarbelakangi keikutsertaan para pendidik, termasuk kemungkinan adanya arahan tertentu atau perbedaan pemahaman terhadap aturan yang berlaku.

Namun terlepas dari alasan tersebut, ia menegaskan bahwa fokus utama tetap harus diarahkan pada perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Erry berpandangan bahwa persoalan kebijakan publik pada dasarnya merupakan wilayah pengambilan keputusan orang dewasa.

Karena itu, dunia pendidikan sebaiknya tidak mudah bersinggungan dengan aktivitas yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai tempat yang netral, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Menurutnya, lingkungan pendidikan harus dijaga agar tetap berfokus pada proses pembelajaran, bukan menjadi arena yang rentan terhadap kepentingan di luar pendidikan.

Erry juga meminta pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk konsisten menerapkan prinsip perlindungan anak dalam setiap kebijakan maupun kegiatan yang melibatkan pelajar.

Ia menilai evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh jika terdapat kegiatan yang menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai dampaknya terhadap anak.

Langkah tersebut dinilai penting agar setiap aktivitas yang melibatkan siswa benar-benar mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan perkembangan psikologis mereka.

Di tengah perdebatan yang berkembang, satu hal yang terus diingatkan adalah bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

Bagi banyak pihak yang menaruh perhatian pada isu perlindungan anak, sekolah tetap idealnya menjadi ruang belajar yang aman, sementara urusan perdebatan kebijakan publik diserahkan kepada mereka yang sudah cukup matang untuk memahaminya secara menyeluruh. (*)

You Might Also Like

Pelarian Taufik Tamat, Dedi Mulyadi Minta Hukuman Berat Menanti Pelaku

Kades Kota Tembakau Kompak Tolak Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin: Lumpuhkan Ekonomi Petani

Dramatis Banget! Gol Penalti Salah di Injury Time Antar Liverpool Menang Tipis atas Burnley

Jateng Ngebut Soal Integritas ASN

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

TAGGED:demodemo tandingandemonstrasiMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi dapur MBG. Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya
Next Article WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist) Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

TURNAMEN FREE FIRE--Pemain Free Fire sedang bertanding dalam Clash Squad 4V4 Tournament Warmindo Mayoritas, Sabtu (8/8/2026). (ist)

Kejutan Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas, SU HIGH Naik Podium Juara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta.
Politik

63 Anggota DPR RI Lulusan SMA, 211 Lainnya Misterius Gak Jelas Pendidikannya Apa

September 18, 2025
Ekonomi

Efisiensi BBM, Pemerintah Serukan WFH Abis Lebaran

Maret 21, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung ke kawasan Nonongan, Kamis (29/1/2026) malam, menyerap aspirasi warga.
Info

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Januari 30, 2026
Info

Agustina Ajak Warga Semarang Semarakkan Agustusan

Agustus 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?