BACAAJA, KENDAL– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 136 Universitas Diponegoro (Undip) resmi diterima Pemerintah Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Kamis (18/6/2026).
Penerimaan yang digelar di Balai Desa Getas itu menjadi awal kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Kendal untuk memperkuat pengembangan Desa BRILiaN.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Getas beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa KKN-T 136 UNDIP, hingga perwakilan BRI.
Program KKN kali ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Desa BRILiaN, sebuah inisiatif BRI yang mendorong desa berkembang lewat kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Kepala Desa Getas, Budiyono, mengatakan kehadiran mahasiswa menjadi energi baru bagi desa untuk terus berinovasi. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Undip di Desa Getas. Kami berharap berbagai program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat potensi desa, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Tim KKN-T Undip 21 Dorong Petani Gedong Ciptakan Produk Inovasi Kopi
Babinsa Desa Getas juga mengingatkan mahasiswa agar cepat berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa tidak akan berjalan maksimal jika hanya dikerjakan satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah desa, warga, perguruan tinggi, hingga dunia usaha menjadi kunci agar desa mampu meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.
Manager Bisnis Mikro BRI Branch Office Kendal, Andi Irawan menilai, Desa Getas memiliki banyak potensi yang layak dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Desa Getas memiliki sumber daya dan potensi unggulan yang sangat menjanjikan. Dengan kolaborasi yang kuat dan program yang tepat sasaran, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Desa Getas dalam Program Desa BRILiaN,” katanya.
Pengembangan Desa
Ia berharap kehadiran mahasiswa Undip mampu mempercepat pengembangan desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T 136 Desa Getas, Dr Ir Cahya Setya Utama, SPt, MSi, IPM menjelaskan, seluruh program mahasiswa disusun berdasarkan hasil pemetaan kondisi desa yang dilakukan sebelum penerjunan.
Menurutnya, pendekatan berbasis data itu membuat program yang dijalankan tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Desa Getas memiliki berbagai potensi strategis yang layak dikembangkan. Karena itu, program kerja mahasiswa dirancang untuk mendukung penguatan potensi lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” jelasnya.
Dalam pemaparan program kerja, mahasiswa menetapkan tiga sektor unggulan sebagai fokus utama, yakni pengembangan komoditas kopi, budidaya kambing, serta penguatan desa wisata melalui promosi dan pengelolaan yang lebih terarah.
Baca juga: Ribuan Mahasiswa Undip Turun ke Desa
Selain itu, mahasiswa juga akan mendampingi masyarakat dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal, penguatan kelembagaan desa, literasi keuangan, digitalisasi, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Undip, Pemerintah Desa Getas, BRI, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator lahirnya berbagai inovasi baru sekaligus memperkuat langkah Desa Getas menjadi salah satu desa percontohan dalam Program Desa BRILiaN.
Potensi desa sebenarnya tidak pernah benar-benar hilang. Yang sering hilang justru keberanian untuk mengelolanya bersama. Desa BRILiaN bukan lahir karena banyaknya spanduk atau seremoni, melainkan ketika kopi, kandang, wisata, dan kolaborasi benar-benar berubah menjadi kesejahteraan warga. (tebe)

