BACAAJA, SEMARANG- Polda Jateng akhirnya mengungkap penyebab kematian empat anggota keluarga yang ditemukan meninggal dunia di Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, pada 27 Mei 2026 lalu.
Korban yakni M.A.M (52), istrinya M (43), serta dua anak mereka, B.A.H (21) dan A.E.H (16). Hasil penyelidikan menyimpulkan mereka meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) yang menyebabkan kekurangan oksigen hingga mati lemas di dalam tenda.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengatakan penyidik telah melakukan autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, analisis toksikologi, hingga pemeriksaan barang bukti dan telepon genggam korban.
Baca juga: Lagi Glamping, Satu Keluarga Tewas di Posong Temanggung
“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya keracunan karbon monoksida dan tidak ditemukan keracunan sianida,” ujar Nasir, Senin (15/6/2026). Polisi juga memastikan tidak ada unsur pidana, bunuh diri, maupun keracunan makanan dalam peristiwa tersebut. Dari hasil autopsi, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Penyelidikan kemudian mengarah pada sebuah tungku tanah liat yang ditemukan berada di dalam tenda. Padahal, menurut Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, pengelola telah mengingatkan agar tungku pembakaran tidak digunakan di dalam ruang tertutup. “Tungku seharusnya diletakkan di luar sesuai instruksi pengelola, tetapi ditemukan berada di dalam tenda,” katanya.
Batas Aman
Hasil simulasi Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng menunjukkan tungku tersebut dapat menghasilkan kadar karbon monoksida hingga 2.000 ppm di dalam tenda tertutup, jauh di atas batas aman bagi manusia.
Kasubbid Kimia Biologi Forensik Bidlabfor Polda Jateng, AKBP Ibnu Sutarto menjelaskan, karbon monoksida merupakan gas tanpa warna, bau, maupun rasa yang sering disebut sebagai silent killer.
Diduga para korban tertidur saat kadar gas terus meningkat di dalam tenda hingga akhirnya kehilangan kesadaran dan meninggal dunia. Dengan hasil tersebut, polisi memastikan tragedi yang sempat menyita perhatian publik itu murni merupakan kecelakaan akibat paparan karbon monoksida dan tidak terkait tindak pidana.
Baca juga: Misteri Glamping Belum Usai, Hasil Labfor Ditunggu Publik
Tragedi Posong mengingatkan bahwa bahaya tidak selalu datang dengan suara keras atau tanda mencolok. Kadang yang paling mematikan justru yang tak terlihat dan tak terasa.
Saat banyak orang sibuk mewaspadai ancaman di luar, sebuah tungku kecil di ruang tertutup ternyata mampu mengakhiri liburan menjadi tragedi dalam satu malam. (tebe)

