KARANGANYAR — Semangat para calon driver profesional ke Jepang di Japan Indonesia Driver School (JIDS) Karanganyar sukses mencuri perhatian perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.
Meski kunjungan dilakukan saat hari libur, Minggu (7/6/2026), suasana di lokasi pelatihan tetap ramai dan penuh antusias. Para siswa terlihat tetap bersemangat mengikuti pelatihan dan menyambut langsung kedatangan rombongan KBRI Tokyo.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur JIDS di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama (LPK Hiro), Bowo Kristianto, bersama Wakil Direktur Sutiman.
Bacaaja: KBRI Tokyo Kasih Apresiasi, Tiga Lulusan JIDS Jadi Driver Bus Asing Pertama di Aichi Jepang
Bacaaja: Saeful dan Thiery Deg-degan, 2 Sopir Bus Profesional Lulusan JIDS Bekerja di Hiroshima Kotsu Jepang
Dalam agenda itu, Acting Atase Perhubungan KBRI Tokyo, Giri Tresna Putra, bersama Fadli Rinaldi Lubis mengaku cukup terkesan melihat keseriusan para peserta program driver Jepang. Menurut Giri, ini menjadi kunjungan resmi perdana KBRI Tokyo ke lembaga pelatihan kerja swasta tersebut.
“Kami melihat semangat luar biasa dari para peserta. Sungguh mengesankan. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi peluang kerja di Jepang,” ujar Giri.
Ia mengatakan para peserta yang mengikuti program tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Bahkan, ada peserta yang sudah berkeluarga hingga berusia 47 tahun namun tetap antusias mengikuti pelatihan driver profesional ke Jepang.
Momen itu diakui Giri cukup menyentuh saat dirinya berdialog langsung dengan para siswa di ruang kelas.
Dalam kesempatan itu, Giri juga mengingatkan para peserta program Tokutei Ginou (TG) Driver agar benar-benar mempersiapkan diri secara serius, mulai dari kemampuan bahasa Jepang, sikap, hingga kedisiplinan.
Menurutnya, para peserta nantinya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik Indonesia di mata perusahaan transportasi Jepang.
“Kesempatan ini harus dijaga dengan baik. Taat aturan dan tunjukkan profesionalisme agar semakin banyak perusahaan Jepang percaya pada tenaga driver dari Indonesia,” katanya.
Selain melihat aktivitas belajar di kelas, rombongan KBRI Tokyo juga diajak meninjau langsung fasilitas sirkuit pelatihan driver milik JIDS.
Direktur JIDS, Bowo Kristianto, memperlihatkan berbagai armada yang digunakan dalam proses pelatihan, mulai dari sedan, MPV, truk, hingga bus.
Sementara itu, Wakil Direktur JIDS, Sutiman, menjelaskan para siswa menjalani latihan praktik setiap hari menggunakan standar dan aturan lalu lintas Jepang. Ia menyebut sirkuit pelatihan seluas sekitar 8.000 meter persegi itu memang dirancang khusus untuk membantu siswa menghadapi ujian SIM Jepang yang dikenal ketat.
Usai dari Karanganyar, rombongan KBRI Tokyo melanjutkan kunjungan ke LPK Kamisora di Boyolali yang menjadi mitra JIDS dalam pembinaan awal calon peserta.
Di tempat tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan bahasa Jepang, pembentukan sikap, hingga pemahaman budaya Jepang sebelum mengikuti program driver profesional. Saat ini, sekitar 70 siswa tengah menjalani pendidikan awal di Kamisora sebagai calon peserta program driver ke Jepang.
Menutup kunjungannya, Giri kembali menegaskan dukungan KBRI Tokyo terhadap lembaga pelatihan bahasa Jepang di daerah agar terus mencetak tenaga kerja profesional sesuai kebutuhan perusahaan Jepang. (*)

