Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jurang Semeru Bikin Geger, Jalur Tikus Kini Diawasi Ketat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jurang Semeru Bikin Geger, Jalur Tikus Kini Diawasi Ketat

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini bersiap memperketat pengawasan di berbagai titik rawan setelah seorang pendaki dilaporkan terperosok ke jurang saat melintasi jalur yang tidak masuk dalam rute resmi pendakian. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran karena selain membahayakan keselamatan manusia, aktivitas semacam itu juga berpotensi merusak kawasan konservasi yang selama ini dijaga ketat.

Nugroho P.
Last updated: Juni 6, 2026 8:43 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi evakuasi korban di gunung.
SHARE

BACAAJA, LUMAJANG – Insiden seorang pendaki yang terjebak berhari-hari di jurang kawasan Gunung Semeru menjadi alarm keras bagi pengelola taman nasional. Peristiwa yang nyaris berujung tragedi itu membuka kembali persoalan lama mengenai keberadaan jalur-jalur pendakian ilegal yang masih nekat digunakan sebagian orang demi mencapai puncak dengan cara yang tidak semestinya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini bersiap memperketat pengawasan di berbagai titik rawan setelah seorang pendaki dilaporkan terperosok ke jurang saat melintasi jalur yang tidak masuk dalam rute resmi pendakian. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran karena selain membahayakan keselamatan manusia, aktivitas semacam itu juga berpotensi merusak kawasan konservasi yang selama ini dijaga ketat.

Pihak pengelola menilai pendakian melalui jalur tidak resmi bukan sekadar pelanggaran aturan biasa. Risiko yang dihadapi jauh lebih besar karena jalur tersebut tidak memiliki fasilitas keamanan, tidak dipantau petugas, dan sebagian besar berada di area yang sulit dijangkau ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan pengawasan ke depan akan diperkuat dengan melibatkan lebih banyak unsur. Tidak hanya petugas taman nasional, tetapi juga pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat sekitar, hingga para relawan yang selama ini aktif membantu pengelolaan kawasan wisata alam.

Menurutnya, langkah pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui patroli lapangan. Edukasi kepada masyarakat dan calon pendaki juga menjadi bagian penting agar semakin banyak orang memahami risiko besar yang mengintai di balik pendakian ilegal.

Selama ini TNBTS sebenarnya rutin menyebarkan informasi melalui berbagai platform media sosial terkait aturan pendakian yang berlaku. Namun fakta bahwa masih ada pendaki yang memilih jalur terlarang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Perhatian publik tertuju pada kasus terbaru yang melibatkan seorang pendaki bernama Cakra. Ia mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian melalui jalur Candi Jawar Purbakala yang berada di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jalur tersebut diketahui bukan akses resmi menuju Gunung Semeru.

Kondisi medan yang ekstrem membuat proses penyelamatan berlangsung cukup menantang. Korban dilaporkan jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 375 meter. Lokasi yang sulit dijangkau membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk bisa mencapai titik keberadaan korban.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa keindahan alam Semeru selalu datang bersama risiko besar. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memang menjadi magnet bagi para pencinta alam, namun setiap langkah yang diambil di kawasan pegunungan harus tetap mematuhi aturan keselamatan yang berlaku.

TNBTS menegaskan bahwa hingga saat ini hanya ada satu jalur pendakian legal yang diakui dan dikelola secara resmi, yakni melalui kawasan Ranu Pani yang berada di Kabupaten Lumajang. Di luar jalur tersebut, pendaki dianggap melakukan aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.

Penegasan ini kembali disampaikan setelah muncul berbagai informasi yang beredar di media sosial mengenai jalur alternatif menuju Semeru. Beberapa jalur bahkan sering dipromosikan sebagai rute yang lebih cepat, padahal tingkat bahayanya jauh lebih tinggi dibandingkan jalur resmi.

Selain memperkuat pengawasan, pihak taman nasional juga berencana mengevaluasi strategi penyebaran informasi kepada publik. Tujuannya agar aturan mengenai pendakian Semeru bisa dipahami lebih luas, terutama oleh kalangan pendaki pemula yang sering memperoleh informasi dari media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Langkah tambahan di lapangan juga sedang dipertimbangkan. Salah satunya dengan memasang papan larangan di titik-titik tertentu yang selama ini kerap dijadikan akses masuk oleh pendaki ilegal. Pemasangan rambu tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi pelanggaran.

Tidak menutup kemungkinan pula dilakukan pengamanan tambahan bersama aparat terkait apabila aktivitas pendakian ilegal masih ditemukan dalam jumlah signifikan. Pengelola ingin memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Saat ini kondisi Gunung Semeru sendiri masih belum sepenuhnya normal untuk aktivitas pendakian. Status gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga sehingga sejumlah pembatasan tetap diberlakukan oleh otoritas terkait.

Karena alasan keselamatan, pendaki yang mendapatkan izin masuk hanya diperbolehkan mencapai kawasan Ranu Kumbolo. Jalur menuju area yang lebih tinggi masih belum dibuka untuk umum mengingat aktivitas vulkanik Semeru masih terus dipantau secara intensif.

Meski demikian, minat masyarakat untuk mendaki Semeru tetap tergolong tinggi. Data TNBTS menunjukkan lebih dari lima ribu pendaki tercatat melakukan aktivitas pendakian selama periode April hingga Mei 2026.

Mayoritas pengunjung berasal dari dalam negeri. Dari total 5.157 pendaki yang tercatat, sebanyak 5.080 orang merupakan wisatawan domestik. Sementara sisanya merupakan wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati salah satu gunung paling ikonik di Indonesia.

Tingginya angka kunjungan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola kawasan. Di satu sisi, wisata alam memberikan manfaat ekonomi dan pengalaman berharga bagi pengunjung. Namun di sisi lain, pengawasan juga harus semakin diperketat agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, kabar baik datang dari proses penyelamatan korban yang sempat menjadi perhatian luas masyarakat. Setelah melalui operasi evakuasi yang cukup panjang dan melibatkan banyak unsur, Cakra akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.

Setibanya di posko evakuasi pada Jumat malam, korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan. Pemeriksaan menunjukkan adanya dislokasi pada bagian engkel kaki kanan akibat benturan saat terjatuh ke jurang.

Meski mengalami cedera, kondisi korban dilaporkan stabil dan selamat. Keberhasilan evakuasi tersebut sekaligus menjadi bukti kerja keras tim SAR gabungan yang harus menghadapi medan berat serta cuaca pegunungan yang tidak selalu bersahabat.

Di balik rasa syukur karena korban berhasil diselamatkan, insiden ini menyisakan pesan penting bagi para pencinta alam. Keinginan menjelajah gunung seharusnya selalu dibarengi kepatuhan terhadap aturan dan pertimbangan keselamatan. Sebab satu keputusan mengambil jalur yang salah bisa mengubah petualangan yang menyenangkan menjadi situasi darurat yang mengancam nyawa.

You Might Also Like

Pelarian Youtuber Resbob Berakhir, Penghina Suku Sunda Ditangkap di Semarang

Jateng-Jatim Jabat Tangan, Kerja Sama Dagang Tembus Rp2,9 Triliun

PPP Akhirnya Rukun Lagi Setelah Drama Lempar-lemparan Kursi

Antisipasi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air

Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

TAGGED:semeru
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ijazah Belum Diambil, Thomas Jadi Korban Pengeroyokan hingga Tewas
Next Article Lahir Hari Apa? Primbon Jawa Punya Tebakan Watak Menarik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gaji Hakim Naik, Mafia Peradilan Jangan Ikut Naik

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit

Peradi SAI Semarang Cari Nahkoda Baru

Tiga Hari Ditunggu Pulang, Sakim Ditemukan Membisu di Sungai

Miris!! Rusa Taman Sriwedari Makan Sampah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kolase gambar Rismon Sianipar menerima parcel dari Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Info

Pengamat Sebut Rismon Dipermalukan Gibran: Disuruh Pegang Parcel, lalu Ditinggal

Maret 16, 2026
Info

Tangis Haru Sambut ABK Korban Kapal Karam di Cirebon

Mei 13, 2026
Ilustrasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Info

Akar Rumput NU Ramai-ramai Kritik Dukungan PBNU untuk Bop Trump

Februari 5, 2026
Polisi nggelar olah TKP kecelakaan yang menewaskan Iko mahasiswa Unnes, Sabtu (6/9/2025). (Istimewa)
Hukum

Polisi Olah TKP Kecelakaan Iko di Samping Mapolda, Logis Gak Anggota Gak Tahu Nama Jalan?

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jurang Semeru Bikin Geger, Jalur Tikus Kini Diawasi Ketat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?