BACAAJA, SEMARANG – Tikus di rumah memang sering bikin kesal setengah mati. Baru saja dapur dibersihkan, eh malamnya sudah ada jejak kotoran di sudut lemari atau suara berisik dari plafon. Banyak orang akhirnya memilih racun atau perangkap, tapi sekarang mulai muncul cara lain yang lebih aman dan minim bahan kimia, yaitu memakai parfum pengusir tikus racikan sendiri dari bahan dapur.
Belakangan, ramuan alami pengusir tikus makin ramai dicoba karena bahannya gampang ditemukan dan dianggap lebih aman untuk lingkungan rumah. Apalagi kalau di rumah ada anak kecil atau hewan peliharaan, penggunaan racun tikus sering bikin waswas karena takut ikut terpapar.
Menariknya, bahan yang dipakai ternyata bukan sesuatu yang mahal atau ribet dicari. Mulai dari cabai rawit, deterjen, bawang putih, sampai minyak esensial bisa diolah jadi semprotan yang aromanya dibenci tikus. Meski tidak seinstan racun kimia, banyak orang menganggap cara ini cukup membantu mengurangi tikus yang mondar-mandir di rumah.
Salah satu racikan yang paling sering dipakai adalah campuran berbahan cabai. Aroma pedas dan menyengat dari cabai rawit maupun habanero dipercaya bikin tikus tidak nyaman bahkan kesulitan bertahan di area yang disemprot. Karena itu, ramuan ini sering dipakai untuk area gudang, dapur, atau sudut rumah yang jadi jalur tikus.
Cara membuatnya juga lumayan sederhana. Cabai dicincang lalu dicampur air panas sebelum didiamkan semalaman. Setelah itu cairannya disaring dan dimasukkan ke botol semprot. Banyak orang memilih memakai sarung tangan saat meracik karena uap cabai bisa bikin mata dan kulit terasa panas.
Saat disemprotkan, aroma cabai biasanya langsung menyebar cukup tajam. Tikus dikenal sensitif terhadap bau menyengat, sehingga area yang sudah terkena semprotan sering dihindari. Tapi pengguna juga harus hati-hati supaya cairannya tidak mengenai mata atau makanan di dapur.
Selain cabai, ada juga racikan lain yang memakai bahan rumah tangga seperti sabun cuci piring, minyak jarak, saus sambal, dan bawang putih. Kombinasi bau tajam dari bahan-bahan itu dipercaya cukup ampuh mengganggu penciuman tikus sehingga hewan pengerat tersebut enggan mendekat.
Biasanya cairan ini disemprotkan ke lubang kecil, sudut tembok, atau jalur yang sering jadi tempat keluar masuk tikus. Banyak yang menyukai metode ini karena bahannya murah dan bisa langsung diracik sendiri tanpa perlu beli produk khusus di toko.
Ada juga versi yang lebih simpel menggunakan deterjen cair dicampur saus sambal dan air. Walau terdengar aneh, aroma campuran ini ternyata cukup mengganggu bagi tikus. Selain itu, deterjen membuat bau menempel lebih lama di lantai atau sudut rumah.
Sebagian orang bahkan punya racikan unik dengan mencampur deterjen bubuk, pasta gigi, dan minyak kayu putih. Campuran ini menghasilkan aroma tajam sekaligus segar yang ternyata tidak disukai tikus maupun curut. Biasanya cairan disiramkan ke area kamar mandi, saluran air, atau bawah wastafel yang sering jadi tempat persembunyian.
Minyak kayu putih sendiri memang dikenal punya aroma kuat yang cukup menyengat bagi hewan pengerat. Karena itu, banyak orang juga memakai kapas yang ditetesi minyak kayu putih lalu diletakkan di dekat lubang tikus sebagai cara praktis mengusir mereka.
Selain bahan dapur, aroma tanaman tertentu ternyata juga bisa dipakai sebagai “parfum anti tikus”. Beberapa minyak esensial seperti peppermint, cengkeh, dan rosemary dikenal punya bau yang tidak disukai tikus. Aromanya memang wangi untuk manusia, tapi justru mengganggu bagi hewan pengerat.
Cara membuat semprotannya cukup gampang. Tinggal campur minyak esensial dengan air di botol semprot lalu kocok sampai rata. Setelah itu cairan bisa disemprotkan ke area rumah yang rawan didatangi tikus seperti dapur, gudang, plafon, atau dekat tempat sampah.
Banyak orang memilih aroma peppermint karena wanginya cukup segar dan tahan lama. Selain membantu mengusir tikus, rumah juga jadi terasa lebih harum dibanding memakai racun kimia yang kadang meninggalkan bau menyengat.
Meski begitu, penggunaan parfum alami ini memang perlu rutin dilakukan. Berbeda dengan racun yang bekerja cepat, metode alami lebih mengandalkan efek aroma yang bikin tikus tidak betah. Karena itu, penyemprotan biasanya harus diulang beberapa hari sekali supaya hasilnya terasa maksimal.
Selain memakai semprotan alami, kebersihan rumah tetap jadi faktor paling penting. Tikus biasanya datang karena menemukan makanan, tempat lembap, atau jalur masuk yang terbuka. Jadi kalau rumah masih berantakan dan banyak sisa makanan tercecer, parfum pengusir saja kadang tidak cukup.
Menutup lubang kecil di tembok, membersihkan saluran air, dan menyimpan makanan di wadah tertutup juga jadi langkah penting agar tikus tidak gampang balik lagi. Sebab tikus terkenal pintar mencari tempat nyaman untuk berkembang biak.
Walau belum tentu seampuh bahan kimia pabrikan, cara alami seperti ini tetap banyak diminati karena dianggap lebih aman dan murah. Banyak orang juga merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir racun tersebar di area rumah.
Kini, di tengah makin banyaknya orang yang mulai memilih solusi rumahan dan minim bahan kimia, parfum pengusir tikus racikan sendiri mulai jadi trik sederhana yang cukup populer. Dari cabai sampai minyak peppermint, dapur rumah mendadak berubah jadi “laboratorium kecil” untuk perang melawan tikus bandel yang suka bikin penghuni rumah emosi sendiri. (*)

