Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah (DPRD Jateng), Mohammad Saleh, mendukung rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di sejumlah daerah di Jateng.
Menurutnya, teknologi ini bisa jadi solusi buat dua masalah sekaligus: sampah berkurang, listrik bertambah.
Bacaaja: Jateng Terancam Kemarau Panjang, M Saleh Wanti-wanti Soal Air dan Pangan
Bacaaja: Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa
“Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik,” kata Saleh di Semarang.
Nggak main-main, volume sampah di Jawa Tengah saat ini disebut mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun. Jumlah segitu jelas bukan persoalan kecil.
Makanya pemerintah mulai menyiapkan proyek PSEL di beberapa kawasan yang selama ini dikenal punya persoalan sampah cukup serius.
Salah satu fokus utamanya ada di kawasan Semarang Raya yang mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak.
Nantinya fasilitas pengolahan sampah direncanakan berada di Kota Semarang. Selain itu, proyek serupa juga bakal dikembangkan di kawasan Pekalongan Raya dan Tegal Raya.
Jadi nantinya sampah nggak cuma dibuang atau ditimbun, tapi diolah jadi energi yang punya nilai manfaat.

Menurut Saleh, pola pikir soal sampah memang harus mulai berubah. Karena sekarang sampah bukan cuma limbah, tapi juga bisa jadi sumber energi dan peluang ekonomi kalau dikelola dengan benar.
Selain PSEL, ia juga menyoroti sistem pengolahan sampah RDF atau refuse derived fuel yang saat ini sudah berjalan di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan menggandeng pabrik semen. Lewat sistem itu, sampah diolah jadi bahan bakar alternatif.
Meski begitu, Saleh mengingatkan kalau teknologi secanggih apa pun nggak bakal maksimal kalau masyarakat masih asal buang sampah.
Menurutnya, penanganan sampah tetap harus dimulai dari rumah tangga, terutama lewat kebiasaan memilah sampah sejak awal.
Ia juga mendorong penguatan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan supaya limbah rumah tangga bisa punya nilai ekonomi tambahan buat warga.
“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golongan Karya Jawa Tengah itu berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan dunia usaha bisa makin kuat supaya persoalan sampah nggak terus jadi masalah tahunan.
Karena kalau dikelola serius, sampah ternyata bukan cuma sumber masalah, tapi juga bisa jadi sumber listrik. (*)

