Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pembubaran acara nobar film tersebut bukan instruksi pemerintah pusat ataupun aparat penegak hukum secara nasional.

Nugroho P.
Last updated: Mei 15, 2026 3:33 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
salah satu adegan film pesta babi.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Polemik film dokumenter berjudul Pesta Babi masih terus bikin ramai jagat media sosial. Setelah sejumlah acara nonton bareng di beberapa daerah dibubarkan dan memicu perdebatan panjang, pemerintah akhirnya ikut buka suara soal situasi yang belakangan makin panas itu.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pembubaran acara nobar film tersebut bukan instruksi pemerintah pusat ataupun aparat penegak hukum secara nasional.

Menurut Yusril, tidak semua kampus atau daerah melarang pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Ia menyebut ada sejumlah lokasi yang tetap menggelar pemutaran film dan diskusi tanpa hambatan berarti.

Yusril mencontohkan bahwa di Universitas Mataram dan UIN Mataram, penghentian acara disebut lebih karena persoalan administratif dan prosedur kampus, bukan karena ada larangan langsung dari pemerintah pusat.

Sementara di beberapa daerah lain seperti Bandung dan Sukabumi, pemutaran film justru disebut berjalan lancar tanpa pembubaran ataupun gangguan dari pihak tertentu. Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik karena sebelumnya banyak orang menduga ada pelarangan secara terkoordinasi.

Film Pesta Babi sendiri memang sedang ramai dibahas karena mengangkat isu sensitif soal proyek pembangunan di Papua Selatan. Dokumenter itu menyoroti Proyek Strategis Nasional atau PSN yang dianggap sebagian pihak berdampak pada lingkungan hidup dan tanah adat masyarakat Papua.

Lewat film tersebut, penonton diajak melihat perubahan besar yang terjadi akibat pembukaan lahan dan ekspansi proyek skala besar di kawasan Papua Selatan. Tema itulah yang kemudian memancing pro dan kontra di tengah masyarakat.

Yusril mengakui isi film memang penuh kritik terhadap pemerintah dan proyek pembangunan yang sedang berjalan. Namun menurutnya, kritik seperti itu merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Meski begitu, ia juga menilai ada sejumlah bagian dalam film yang memakai narasi cukup provokatif. Bahkan dari judulnya saja, kata Yusril, film itu memang sengaja dibuat kontroversial agar menarik perhatian publik.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung terpancing hanya gara-gara judul atau potongan informasi yang beredar di media sosial. Ia justru menyarankan publik menonton dulu secara utuh sebelum memberikan penilaian.

Menurut Yusril, setelah menonton film tersebut masyarakat bisa berdiskusi dan berdebat secara terbuka. Dengan begitu, ruang kritik tetap hidup dan publik bisa belajar melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Ia juga mengatakan pemerintah tidak anti kritik. Bahkan kritik yang muncul lewat film dokumenter semacam itu dinilai bisa menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek di lapangan apabila memang ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

Dalam keterangannya, Yusril menjelaskan proyek di Papua Selatan sebenarnya sudah dimulai sejak masa pemerintahan Joko Widodo pada tahun 2022 bersamaan dengan pemekaran wilayah Papua.

Program tersebut kemudian diteruskan pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan energi nasional. Karena itulah pemerintah menolak anggapan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk kolonialisme modern.

Yusril menegaskan Papua adalah bagian sah dari NKRI sehingga pembangunan di wilayah itu dianggap sama seperti pembangunan di daerah lain seperti Kalimantan maupun pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah Indonesia saat ini tidak bisa disamakan dengan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu yang dulu menyebut Papua sebagai Nederlands Nieuw Guinea.

Ia mengatakan proyek strategis nasional dibangun berdasarkan kajian panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung kebutuhan pangan maupun energi nasional ke depan.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi dan kritik. Yusril menyebut pemerintah harus mau mendengar suara masyarakat apabila memang ada pelaksanaan proyek yang dianggap bermasalah di lapangan.

Di sisi lain, Yusril juga menyinggung soal penggunaan istilah “Pesta Babi” sebagai judul film yang menurutnya bisa memunculkan banyak tafsir di tengah masyarakat Indonesia yang sangat beragam.

Karena itu, ia berharap para pembuat film termasuk penulis skenario, sutradara, hingga produser bisa ikut terbuka menjelaskan maksud dari penggunaan istilah tersebut agar tidak menimbulkan salah paham yang makin liar.

Menurut Yusril, keterbukaan bukan cuma dituntut dari pemerintah saja. Kalangan seniman dan pembuat karya seni juga dinilai perlu memberikan penjelasan kepada publik jika karya mereka memicu polemik besar di masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah tidak bisa terus berlindung di balik kekuasaan, sementara seniman juga tidak bisa hanya bersembunyi di balik alasan kebebasan berekspresi tanpa mau memberi penjelasan terhadap karya yang dibuat.

Di akhir pernyataannya, Yusril kembali menegaskan bahwa pemerintah tetap menjamin kebebasan berekspresi dalam sistem demokrasi Indonesia. Namun kebebasan itu, menurutnya, tetap harus berjalan bersama tanggung jawab moral agar perdebatan publik tidak berubah menjadi konflik yang merusak suasana. (*)

You Might Also Like

Masjidil Haram Tak Pernah Tidur, Jutaan Hati Selalu Pulang Kesana

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

Nyamar Juragan Domba, Polisi Ini Akhirnya Bekuk DPO Sadis

Faktanya, Kupas Bawang 4 Karung, Yeyet Cuma Dapat Rp40 Ribu

Pesawat Militer AS bakal Bebas Acak-acak Langit Indonesia? Kemhan: Itu Rancangan Awal

TAGGED:film pesta babilarangan pesta babipesta babi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan
Next Article Jangan Asal Goreng, Ternyata Ada Telur Ayam Yang Bahaya Dikonsumsi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Pasangan Gay Taiwan Dihujani Kritik Usai Punya 4 Bayi Lewat Surrogasi di Meksiko

Desember 1, 2025
Viral

Geger Kasus Keracunan Massal, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Ini

September 25, 2025

Gus Elham dan Badai Viral: Saat Dakwah Disorot Karena Gestur

November 12, 2025
Viral

Film Pesta Babi Ramai Dicekal, Malah Bikin Publik Makin Kepo

Mei 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?