BACAAJA, BOGOR – Suasana santai di kawasan Land Bow, Pasir Jaya, Bogor Barat, mendadak berubah jadi kepanikan besar setelah dua pemuda digigit ular weling saat sedang nongkrong bersama teman-temannya. Peristiwa yang awalnya terlihat seperti candaan biasa itu akhirnya berujung tragis. Satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya kini masih berjuang kritis di ruang ICU rumah sakit.
Korban meninggal diketahui berinisial US yang masih berusia 18 tahun. Sedangkan rekannya berinisial H, usia 21 tahun, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS UMMI Kota Bogor akibat bisa ular yang menyerang tubuhnya.
Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung membuat warga sekitar geger karena kondisi korban memburuk cukup cepat setelah digigit ular berbisa tersebut.
Peristiwa bermula ketika empat pemuda sedang nongkrong santai di area Land Bow, Pasir Jaya. Saat mereka asyik berkumpul, tiba-tiba seekor ular hitam dengan motif belang putih melintas di sekitar lokasi.
Alih-alih menjauh atau meminta bantuan warga, ular tersebut justru didekati. Diduga karena tidak mengetahui bahayanya, para pemuda itu malah menjadikan ular tersebut sebagai bahan mainan dan tontonan saat nongkrong.
Lurah Pasir Jaya, Rizky Dwi Nugraha, mengatakan korban kemungkinan tidak sadar bahwa ular yang mereka pegang adalah ular weling, salah satu jenis ular berbisa yang cukup mematikan.
US disebut menjadi orang pertama yang terkena gigitan. Ular tersebut menggigit telapak tangan kiri korban saat sedang dipegang. Namun situasi malah makin parah karena setelah kejadian itu, ular tersebut tetap dimainkan dan tidak langsung dijauhkan.
Tak lama kemudian, rekannya yang berinisial H ikut mencoba menangkap ular tersebut. Namun nahas, dirinya juga tergigit ular yang sama. Situasi di lokasi langsung berubah panik setelah kedua korban mulai merasakan efek gigitan.
Yang membuat warga sekitar menyayangkan kejadian itu adalah karena ular tersebut masih sempat dipegang meski sudah menggigit korban. Banyak orang menduga para pemuda itu mengira ular tersebut tidak berbahaya atau hanya ular biasa.
Padahal ular weling dikenal memiliki bisa yang sangat kuat dan berbahaya bagi manusia. Racunnya dapat menyerang sistem saraf dan membuat kondisi korban menurun drastis dalam waktu cepat jika tidak segera mendapat penanganan medis.
Setelah kondisi korban mulai melemah, teman-temannya akhirnya membawa US ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawa pemuda tersebut tidak berhasil diselamatkan. Korban kemudian meninggal dunia dan sudah dimakamkan pihak keluarga di kawasan Ciapus.
Sementara itu, kondisi H hingga kini masih kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS UMMI Kota Bogor. Tim medis terus melakukan penanganan karena efek racun ular disebut cukup serius.
Kabar meninggalnya US langsung menyebar cepat di lingkungan warga Pasir Jaya. Banyak yang mengaku terpukul karena korban dikenal aktif di lingkungan sekitar dan disebut sebagai anggota Karang Taruna setempat.
Peristiwa ini juga langsung ramai dibahas di media sosial. Banyak netizen mengingatkan pentingnya mengenali jenis ular berbisa dan tidak sembarangan memegang hewan liar, apalagi hanya untuk bercanda atau konten iseng bersama teman.
Sebagian warga mengaku ular weling memang kadang muncul di area permukiman, terutama saat cuaca lembap atau setelah hujan. Karena bentuknya unik dengan warna hitam belang putih, tidak sedikit orang yang mengira ular tersebut tidak terlalu berbahaya.
Padahal ular weling termasuk salah satu ular dengan racun mematikan di Indonesia. Gigitan ular ini kadang tidak terlalu terasa sakit di awal, namun efeknya bisa sangat berbahaya beberapa jam kemudian karena menyerang sistem pernapasan dan saraf korban.
Kejadian tragis di Bogor ini akhirnya jadi pengingat keras bahwa ular liar tidak boleh dijadikan permainan, meskipun terlihat tenang atau tidak langsung menyerang. Banyak kasus gigitan ular justru terjadi karena korban mencoba menangkap, memegang, atau mengganggu hewan tersebut.
Di sisi lain, warga sekitar kini mulai lebih waspada terhadap kemunculan ular di lingkungan mereka. Beberapa orang mengaku langsung membersihkan area semak dan tempat lembap yang dianggap berpotensi menjadi lokasi persembunyian ular.
Peristiwa ini juga membuat banyak orang baru sadar bahwa edukasi soal ular berbisa masih minim di masyarakat. Tidak sedikit orang yang belum bisa membedakan ular berbahaya dengan ular yang tidak berbisa.
Padahal mengenali ciri ular berbisa bisa sangat penting untuk mencegah kejadian fatal seperti ini. Salah langkah sedikit saja, akibatnya bisa berujung kehilangan nyawa dalam waktu singkat.
Kini keluarga US masih berduka atas kejadian tersebut, sementara teman-teman korban terus berharap H bisa melewati masa kritisnya di rumah sakit. Suasana duka dan penyesalan masih terasa kuat di lingkungan tempat mereka biasa berkumpul.
Malam nongkrong yang awalnya cuma diisi candaan akhirnya berubah jadi tragedi yang tidak akan mudah dilupakan warga Pasir Jaya. Dari seekor ular yang dianggap mainan, dua nyawa muda harus menerima akibat yang sangat mahal. Ati ati ya tong mainannya.

