Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan kasus hantavirus sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Menurutnya, virus ini sudah lama dipantau oleh dinas kesehatan dan bukan jenis wabah mendadak seperti saat Covid-19 dulu. Namun karena kasusnya mulai muncul lagi di beberapa daerah, masyarakat diminta tetap waspada.

Nugroho P.
Last updated: Mei 12, 2026 8:09 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi Hantavirus (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kasus hantavirus mulai bikin banyak orang waswas setelah Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta mengumumkan adanya empat kasus yang ditemukan sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan sudah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu lainnya masih berstatus suspek dan menjalani isolasi. Meski belum sampai memicu kepanikan besar, kabar ini langsung jadi perhatian karena banyak warga baru mendengar nama virus tersebut belakangan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan kasus hantavirus sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Menurutnya, virus ini sudah lama dipantau oleh dinas kesehatan dan bukan jenis wabah mendadak seperti saat Covid-19 dulu. Namun karena kasusnya mulai muncul lagi di beberapa daerah, masyarakat diminta tetap waspada.

Ani menjelaskan, satu pasien yang masih berstatus suspek kini sedang menjalani isolasi karena hantavirus termasuk penyakit menular dari hewan ke manusia. Meski begitu, ia menegaskan sampai sekarang belum ditemukan penularan dari manusia ke manusia untuk jenis virus yang ditemukan di Indonesia.

Hal itu penting disampaikan supaya masyarakat tidak langsung panik berlebihan. Sebab, hantavirus memiliki banyak varian berbeda. Dari sekian banyak jenis tersebut, hanya satu varian bernama Andes yang sejauh ini diketahui bisa menular antarmanusia, dan varian itu ditemukan di Amerika Selatan, bukan di Indonesia.

Menurut penjelasan Ani, hantavirus biasanya menyebar lewat air liur, urine, atau kotoran tikus yang terpapar kepada manusia. Karena itu, area yang kotor, lembap, dan banyak tikus menjadi tempat yang cukup berisiko. Orang bisa terpapar tanpa sadar saat membersihkan gudang lama, selokan, bangunan kosong, atau tempat penyimpanan yang jarang dibersihkan.

Dinas kesehatan pun meminta warga tidak menganggap remeh keberadaan tikus di lingkungan sekitar rumah. Soalnya, virus ini memang termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia. Dalam kasus hantavirus, tikus dan celurut menjadi sumber utama penyebaran.

Ani juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS. Hal-hal sederhana seperti rajin cuci tangan, memakai masker saat membersihkan area kotor, hingga menggunakan sarung tangan ketika kontak dengan tempat berdebu dianggap sangat membantu mengurangi risiko penularan.

Selain itu, pengendalian populasi tikus juga disebut menjadi langkah penting. Banyak warga kadang menganggap tikus rumah sebagai hal biasa, padahal keberadaan hewan tersebut bisa membawa risiko kesehatan serius kalau lingkungannya tidak dijaga dengan baik.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa sejak 2024 sampai 2026 sudah ada 23 kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Tingkat kematiannya bahkan mencapai sekitar 13 persen, angka yang cukup tinggi untuk sebuah penyakit menular.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut kasus yang ditemukan di Indonesia berasal dari jenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang berkaitan dengan strain Seoul Virus.

Sebaran kasusnya juga cukup luas. Jakarta dan Yogyakarta tercatat menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing enam kasus. Setelah itu ada Jawa Barat dengan lima kasus, sementara beberapa daerah lain seperti Banten, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara masing-masing mencatat satu kasus.

Pihak Kemenkes menjelaskan ada beberapa kelompok pekerjaan yang lebih rentan terpapar virus ini. Di antaranya petugas kebersihan, pekerja konstruksi, pengendali hama, petani, pembersih selokan, hingga pekerja laboratorium yang sering bersentuhan dengan hewan reservoir seperti tikus.

Bukan cuma pekerjaan, aktivitas hobi juga bisa memicu risiko. Orang yang gemar mendaki gunung, berkemah, atau menjelajah area terbengkalai disebut perlu lebih hati-hati karena kemungkinan kontak dengan tikus liar cukup tinggi.

Tempat seperti gudang lama, ruang bawah tanah, rumah kosong, atau area yang lembap dan jarang dibersihkan juga termasuk lokasi yang rawan menjadi sarang tikus pembawa virus. Apalagi di wilayah dengan curah hujan tinggi yang membuat populasi tikus lebih mudah berkembang.

Kemenkes meminta masyarakat mulai lebih serius menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja. Makanan serta minuman disarankan disimpan dalam wadah tertutup supaya tidak terkontaminasi tikus. Selain itu, lubang-lubang kecil di rumah juga sebaiknya ditutup agar hewan pengerat tidak mudah masuk.

Kalau mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, batuk, sesak napas, atau tubuh terasa lemas setelah beraktivitas di area berisiko, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebenarnya hantavirus sudah terdeteksi di Indonesia sejak era 1980-an, terutama di kawasan pelabuhan seperti Cilacap, Semarang, Makassar, Batam, dan Jakarta. Dulu virus ini dianggap belum terlalu mengkhawatirkan karena lebih banyak ditemukan di area pelabuhan yang jarang dihuni manusia.

Namun belakangan, penelitian menemukan bahwa tikus pembawa virus tersebut mulai masuk ke kawasan permukiman. Salah satu temuan yang sempat bikin khawatir adalah keberadaan virus Seoul pada tikus di wilayah Kepulauan Seribu.

Secara global, hantavirus mulai dikenal luas sejak mewabah di sekitar Sungai Hantaan, Korea Selatan, pada awal 1950-an. Saat itu ribuan tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan tertular, dan sebagian meninggal dunia akibat komplikasi serius yang menyerang ginjal.

Gejala hantavirus sendiri memang sering mirip demam berdarah biasa. Penderitanya bisa mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, hingga gangguan ginjal. Karena gejalanya mirip penyakit lain, banyak orang sering tidak sadar kalau dirinya terpapar virus tersebut.

Itulah sebabnya pemerintah kini memilih mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang tapi jangan cuek. Hantavirus memang bukan wabah baru, tapi penyebarannya tetap perlu diwaspadai supaya kasusnya tidak makin meluas di tengah padatnya aktivitas perkotaan seperti Jakarta. (*)

You Might Also Like

Waspada! Ada Fenomena Jemaah Haji Mirip ‘Zombi’ Tahun 2026

RUU Perampasan Aset Dibahas Setelah RUU KUHAP

Ambisi Orangtua Kelewat Tinggi, Anak Bisa Jadi Takut Makan

Solo Siap Sambut Lebaran! Respati: Keamanan sampai Tempat Singgah Pemudik Disiapkan

Anti Loyo Seharian, Rahasia Puasa Tetap On Fire

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Garasi Gibran Isinya Bikin Penasaran, Hartanya Ikut Naik Lagi
Next Article Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Kenapa 17 Agustus Harus Dirayain? Bukan Cuma Narsis Merah Putih

Agustus 17, 2025
Unik

Real-World Examples of Artificial Intelligence at Work

Mei 13, 2023
Unik

Fatwa Haram Sound Horeg Disorot, Pelaku Usaha di Malang Angkat Bicara

Juli 2, 2025
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (kanan depan) berbincang dengan warga saat meninjau banjir rob di Sayung, Demak, Minggu (25/5/2025).
Unik

Luthfi: Normalisasi Sungai jadi Solusi Jangka Pendek Atasi Banjir Rob di Sayung Demak

Mei 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?