Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fondasi Pendidikan Tidak Sepantasnya Berganti Setiap Lima Tahun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Fondasi Pendidikan Tidak Sepantasnya Berganti Setiap Lima Tahun

Redaktur Opini
Last updated: Mei 12, 2026 8:12 am
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Dirman adalah Sarjana Pertanian Universitas Hasanuddin dengan minat kajian di bidang ekonomi, ekologi, dan sosiologi.

Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses menjadi manusia yang beradab.

 

Pendidikan seharusnya menjadi proyek jangka panjang sebuah bangsa, bukan program yang berubah mengikuti pergantian menteri. Namun di Indonesia, perubahan politik lima tahunan sering diikuti pergantian kurikulum, istilah, dan program pendidikan.

Guru kembali mengikuti pelatihan, sekolah menyesuaikan administrasi, dan orang tua harus memahami sistem baru. Akibatnya, energi pendidikan sering habis untuk beradaptasi dengan kebijakan. Bukan memperbaiki proses belajar di ruang kelas.

Padahal Indonesia telah memiliki arah pembangunan jangka panjang melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Pendidikan semestinya berjalan di atas kerangka besar tersebut. Sayangnya, arah pendidikan lebih sering dikenali melalui jargon menteri dibanding visi kebangsaan yang konsisten. Kondisi ini membuat evaluasi pendidikan jangka panjang menjadi sulit karena standar dan pendekatannya terus berubah.

Ki Hadjar Dewantara pernah menyebut pendidikan sebagai “tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak”. Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses menjadi manusia yang beradab. Dalam konteks Indonesia, pendidikan memiliki dua fungsi utama.

Pertama, pendidikan berfungsi sebagai fondasi fundamental bangsa. Di dalamnya terdapat nilai Pancasila, Bahasa Indonesia, sejarah kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan, serta kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi. Bagian ini harus menjadi pijakan tetap yang tidak berubah hanya karena pergantian pemerintahan.

Kedua, pendidikan berfungsi sebagai penuntun arah. Pendidikan harus mampu membantu masyarakat menghadapi perubahan zaman seperti digitalisasi, perubahan dunia kerja, dan krisis lingkungan. Karena itu, kurikulum juga perlu memiliki ruang adaptif yang dapat menyesuaikan kebutuhan pembangunan nasional dan konteks daerah.

Konsep itu sejalan dengan pemikiran Yudi Latif tentang Pancasila sebagai “meja statis” sekaligus “bintang penuntun”. Sebagai meja statis, Pancasila menjadi dasar yang mempersatukan bangsa. Sebagai bintang penuntun, Pancasila memberi arah dalam menghadapi tantangan baru.

Karena itu, Indonesia membutuhkan Dewan Pendidikan Independen. Lembaga ini bukan pengganti kementerian, melainkan penjaga arah jangka panjang pendidikan nasional. Tugasnya menjaga fondasi fundamental pendidikan sekaligus mengatur ruang adaptif agar selaras dengan RPJPN dan kebutuhan masa depan.

Dewan itu dapat bekerja seperti Bank Indonesia di bidang moneter, yaitu independen dari tekanan politik jangka pendek, tetapi tetap akuntabel secara demokratis. Menteri pendidikan tetap menjalankan program dan anggaran, sementara dewan menjaga konsistensi arah pendidikan nasional.

Dengan model seperti ini, perubahan pemerintahan tidak otomatis mengguncang kurikulum nasional. Guru dan sekolah memperoleh kepastian arah, sementara ruang inovasi tetap terbuka sesuai kebutuhan daerah. Sekolah pesisir, misalnya, dapat memperkuat pendidikan maritim, sedangkan daerah agraris dapat mengembangkan pembelajaran agroekologi tanpa meninggalkan fondasi kebangsaan yang sama.

Keanggotaan dewan harus melibatkan akademisi, guru, praktisi pendidikan, dan masyarakat sipil dengan proses seleksi yang transparan. Dewan juga perlu menyampaikan laporan terbuka kepada publik agar independensi tetap disertai akuntabilitas.

Pada akhirnya, pendidikan harus dilihat bukan hanya sebagai proyek politik lima tahunan. Pendidikan bekerja lintas generasi. Karena itu, Indonesia memerlukan lembaga yang mampu menjaga kesinambungan arah pendidikan agar tetap setia pada tujuan utamanya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.(*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Ketidakadilan Terus Terjadi Bahkan Ketika Kita Tengah Tidur Lelap

Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Tobatlah Kalian yang Mengaku Seniman!

Mudik Lebaran Bukan Ajang Pembuktian

Bersama-sama Tapi Sendiri

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul) Korban Jangan Takut Bicara, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual
Next Article PIMPINAN DPRD JATENG - Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh. 21.542 Keluarga di Jateng Gak Punya Jamban Layak, M Saleh: Pemda Harus Gerak Cepat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Sesat Pikir dalam Menilai Profesi Petani

Juli 28, 2026
Opini

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

Mei 13, 2026
Opini

Bisakah Kita Bertahan Lebih Lama Ketika Dunia Sudah Semakin Kacau?

Maret 27, 2026
Kabupaten Magelang meluncurkan program angkutan sekolah gratis yang bukan hanya menjawab persoalan transportasi, tapi juga menyentuh aspek keselamatan pelajar, akses pendidikan, dan keberlanjutan angkutan umum.
Opini

Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis

September 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fondasi Pendidikan Tidak Sepantasnya Berganti Setiap Lima Tahun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?