BACAAJA, SEMARANG – Suasana di Panti Marhaen, kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (10/5/2026) siang benar-benar ramai. Sejak jam buka, warga dari berbagai sudut Semarang merapat buat ikutan pengobatan gratis rutin.
Gak mandang usia atau latar belakang, mereka antre dengan tertib. Prosesnya pun simpel banget, warga cukup daftar dulu di meja depan, lanjut konsultasi dokter, dan diakhiri dengan ambil obat gratis.
Salah satu warga yang merasa terbantu adalah Sungkono, warga Tembalang. Pria berusia 59 tahun ini punya riwayat sakit jantung. Ia datang untuk mengecek kondisinya. “Menurut saya (kegiatan pengobatan gratis) ini sangat bagus, terutama bagi rakyat kecil,” ucapnya.
Baca juga: Dapur Marhaen PDIP Gak Cuma Makan Gratis, tapi Jadi Ruang Sosial Warga
Dia sempat meminta saran dari dokter. Sungkono bersyukur karena obat yang diberikan tim medis di lokasi ternyata sangat pas dengan kebutuhannya. “Ternyata diberi obatnya sesuai dengan dokter jantung saya. Ini bermanfaat untuk mengurangi biaya pengobatan,” tutur Sungkono.
Sama halnya dengan Mardi (45), yang juga pulang dengan lega setelah tensinya dicek. Dia mengaku sangat terbantu karena semua layanan dan obat-obatan diberikan cuma-cuma alias gratis. “Iya, periksa, mumpung gratis, kemarin dikasih tahu bisa berobat gratis. Ini dicek tensi saya tinggi, ini diberi obat, gratis,” beber Mardi.
Instruksi Pusat
Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Messy Widiastuti menjelaskan, kalau aksi sosial ini memang instruksi langsung dari pusat. Tiap tanggal 10, seluruh kader diminta turun langsung membantu masyarakat lewat cara yang nyata.
“Setiap tanggal 10, seluruh Jateng, bahkan mungkin seluruh Indonesia itu didawuhi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bentuknya adalah dapur marhaen atau makan gratis dan juga pengobatan gratis,” jelas Messy di sela-sela memantau kegiatan.
Messy menambahkan, sasaran utama kegiatan ini adalah rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Mulai dari tukang becak sampai penyapu jalanan diajak untuk mampir.
Baca juga: Ari Bersyukur Ada Pengobatan Gratis di Dapur Marhaen: Jadi Tahu Apa yang Harus Diperhatikan
Dalam pelaksanaannya pihaknya berkerjasama dengan Puskesmas. Antusiasme tenaga medis ternyata jempolan banget. Ada sekitar 15 tenaga kesehatan yang turun tangan melayani warga yang datang dari berbagai kelompok usia. “Tadi saya ngecek yang periksa ada yang anak-anak, dewasa, sampai yang sepuh juga. Keluhannya macam-macam,” ungkap Messy.
Di tengah harga kebutuhan yang makin suka bikin jantung deg-degan, pengobatan gratis kayak gini jelas jadi “vitamin sosial” buat warga kecil. Sebab kadang yang bikin orang sakit bukan cuma penyakit, tapi juga tagihan berobat yang datangnya lebih menyeramkan daripada hasil tensi tinggi. (bae)

