Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50Ribu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50Ribu

Bagi kendaraan roda dua, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp50 ribu. Sedangkan pembelian Pertamax maksimal Rp100 ribu dalam sekali pengisian.

Nugroho P.
Last updated: Mei 8, 2026 3:02 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kenaikan harga BBM non subsidi mulai terasa bikin banyak orang putar otak. Di sejumlah daerah, masyarakat perlahan ramai-ramai beralih ke BBM subsidi demi menekan pengeluaran harian. Kondisi itu membuat antrean di SPBU tertentu makin panjang, sementara stok bahan bakar subsidi mulai jadi perhatian serius pemerintah daerah.

Situasi tersebut juga terjadi di Palangka Raya. Setelah sempat muncul persoalan kelangkaan BBM, pemerintah setempat akhirnya mengambil langkah pembatasan pembelian bahan bakar baik subsidi maupun non subsidi.

Kebijakan itu resmi diberlakukan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui surat edaran yang diterbitkan langsung oleh Wali Kota Fairid Naparin. Aturan baru tersebut mulai menjadi perhatian warga karena memengaruhi pola pembelian BBM sehari-hari.

Latar belakang kebijakan ini tidak lepas dari naiknya harga BBM non subsidi dalam beberapa waktu terakhir. Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga untuk beberapa produk BBM non subsidi di wilayah Jabodetabek dan Jawa.

Harga Pertamax Turbo kini menyentuh Rp19.900 per liter. Sementara Dexlite naik menjadi Rp26.000 dan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter. Kenaikan tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mencari alternatif yang lebih murah, terutama BBM subsidi seperti Pertalite.

Akibat pergeseran pola konsumsi itu, tekanan terhadap distribusi BBM subsidi makin terasa. Pemerintah daerah khawatir stok tidak merata dan justru habis lebih cepat karena lonjakan pembelian dari masyarakat yang sebelumnya memakai BBM non subsidi.

Lewat surat edaran terbaru, Pemkot Palangka Raya akhirnya menetapkan batas maksimal pembelian BBM untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Langkah ini disebut sebagai strategi agar distribusi BBM tetap terkendali dan tepat sasaran.

Untuk kendaraan roda empat, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp200 ribu sekali transaksi. Pengguna kendaraan juga diwajibkan memakai QR Code MyPertamina sebagai syarat pembelian.

Sementara itu, pembelian Pertamax untuk kendaraan roda empat dibatasi hingga Rp400 ribu. Kebijakan ini langsung jadi bahan pembicaraan warga karena sebelumnya pembelian BBM non subsidi cenderung lebih bebas tanpa batas nominal tertentu.

Bagi kendaraan roda dua, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp50 ribu. Sedangkan pembelian Pertamax maksimal Rp100 ribu dalam sekali pengisian.

Selain pembatasan nominal, SPBU juga diminta lebih ketat dalam pengawasan transaksi mencurigakan. Kendaraan dengan tangki modifikasi dilarang melakukan pengisian BBM di seluruh SPBU wilayah Palangka Raya.

Praktik pengisian berulang dalam waktu singkat juga mulai diawasi ketat. Pemerintah daerah menilai pola seperti itu sering dipakai untuk penimbunan atau penjualan ulang BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Pembelian menggunakan jerigen maupun drum juga tidak diperbolehkan sembarangan. Namun ada pengecualian khusus untuk sektor pertanian dan perikanan yang memang membutuhkan suplai BBM tambahan untuk operasional kerja mereka.

Meski begitu, warga dari sektor pertanian dan perikanan tetap harus melampirkan rekomendasi resmi dari perangkat daerah terkait sebelum diperbolehkan membeli BBM menggunakan jerigen.

Aturan lain yang ikut jadi sorotan adalah larangan kendaraan dinas berpelat merah memakai Pertalite maupun Biosolar subsidi. Kebijakan ini dibuat agar BBM subsidi benar-benar diprioritaskan untuk masyarakat yang lebih membutuhkan.

Namun pemerintah tetap memberi pengecualian bagi kendaraan pelayanan publik tertentu seperti ambulans, mobil jenazah, dan kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah daerah. Kendaraan tersebut masih diperbolehkan menggunakan BBM subsidi demi mendukung layanan masyarakat.

SPBU di seluruh wilayah Palangka Raya juga diminta aktif menyosialisasikan aturan baru tersebut. Pemerintah meminta setiap SPBU memasang spanduk maupun media informasi lain agar masyarakat memahami batas pembelian yang kini berlaku.

Di lapangan, kebijakan ini mulai memunculkan beragam respons. Ada warga yang mendukung karena dianggap bisa mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi. Namun ada juga yang merasa pembatasan membuat aktivitas harian menjadi sedikit lebih ribet dibanding sebelumnya.

Kenaikan harga BBM non subsidi memang perlahan mengubah kebiasaan banyak orang. Pengeluaran transportasi kini makin diperhitungkan, terutama bagi pekerja yang mobilitasnya tinggi dan harus mengisi bahan bakar hampir setiap hari.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap aturan baru ini bisa menjaga distribusi BBM tetap merata dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Di tengah naiknya harga energi dan tingginya kebutuhan masyarakat, pengawasan distribusi BBM kini jadi pekerjaan rumah yang makin serius di banyak daerah. (*)

You Might Also Like

Perjanjian Kemitraan ICA-CEPA Diteken; Kanada Siap Hapus 90,5% Tarif Impor Produk Indonesia

Jateng Genjot Industri Hijau: Panel Surya & Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Beras Bantuan Jelek? DPR Bilang Bisa Ditukar, Asal Lapornya Jangan Mager!

TAGGED:BBMpembatasanpembatasan BBN
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sindikat Joki UTBK Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi
Next Article Lautan Ihram Mulai Padati Saudi, Jemaah Indonesia Terus Berdatangan Hari Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

Mei 29, 2026
Ekonomi

Bansos Dipercepat Cair, PKH dan BPNT Mulai April

April 7, 2026
Ekonomi

Jateng Rancang Ekosistem Industri Halal, Investor Luar Daerah Dibidik

Oktober 4, 2026
Pesawat AirAsia AK452 rute Singapura-Semarang disambut water salute saat perdana mendarat di Bandara Ahmad Yani, Jumat (5/9/2025). (Humas Bandara A Yani)
Ekonomi

Penerbangan Semarang-KL: Kamu Bisa Sarapan Lumpia, Makan Siangnya Nasi Lemak di Malaysia

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Isi BBM Sekarang Dibatasi, Motor Boleh cuma Rp50Ribu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?