BACAAJA, SEMARANG- Menuju usia 479 tahun pada 2 Mei 2026, Kota Semarang lagi-lagi bikin gebrakan. Bukan sekadar seremoni tahunan, tapi momentum buat ngegas transformasi kota ke arah yang lebih “niat”: bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, perayaan HUT kali ini dikemas beda. Nggak ada pesta besar-besaran, tapi diganti 17 “kado hebat” yang langsung nyentuh kebutuhan warga.
“Ini bukan sekadar slogan, tapi gerakan bareng buat bikin Semarang makin hebat,” kata Agustina, Senin (13/4/2026).
Salah satu yang paling ditunggu, BRT Trans Semarang gratis di semua koridor pada 1-5 Mei 2026. Nggak cuma soal hemat ongkos, tapi juga jadi “tes” apakah warga mau beralih ke transportasi umum kalau beneran dibuat nyaman dan gratis.
Baca juga: Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen
Nggak berhenti di situ, parkir juga dibikin simbolis, cukup Rp479 pakai QRIS. Angka yang simpel, tapi ngena: sesuai usia kota. Fasilitas olahraga juga ikut digratiskan di momen tertentu. Mulai dari GOR sampai lapangan, semua dibuka biar warga bisa lebih aktif tanpa mikirin biaya.
Di sektor kebutuhan dasar, Pemkot kasih diskon sambungan air bersih sampai Rp550 ribu per KK. Sasarannya jelas: warga di kawasan padat yang selama ini kesulitan akses.
Ada juga layanan air tangki gratis sepanjang 2026 buat daerah rawan kekeringan, plus diskon sedot tinja, yang biasanya dianggap “nggak seksi”, tapi penting banget buat kesehatan kota.
Ekonomi Terdongkrak
Semua objek wisata di Semarang bakal gratis pada 2 Mei 2026. Harapannya, ekonomi kreatif ikut terdongkrak. Di sisi lain, program LAMP1ON hadir buat motong ribetnya urus perizinan. UMKM bisa lebih gampang jalan tanpa kejebak birokrasi berbelit.
Pemkot juga fokus ke kelompok rentan. Bantuan difokuskan ke ibu hamil risiko tinggi dan bayi dengan berat lahir rendah di beberapa kecamatan prioritas. Selain itu, skrining kesehatan gratis dibuka di 40 puskesmas. Nggak cuma buat lansia, tapi juga warga usia produktif yang sering “nunda cek kesehatan”.
Lewat program “Jempol Pak Kuat”, pelaku UMKM nggak perlu repot datang ke kantor, petugas yang datang langsung ke mereka. Mulai dari perizinan sampai pengemasan produk dibantu. Di sisi lingkungan, warga diajak tukar botol plastik dengan bibit tanaman. Simpel, tapi efeknya bisa panjang.
Baca juga: HUT Kota Semarang Nggak Cuma Seremoni, Prioritaskan Program Langsung ke Warga
Pelayanan e-KTP, KIA, sampai layanan khusus disabilitas juga ditingkatkan. Nggak lagi nunggu warga datang, tapi pemerintah yang jemput bola ke sekolah dan komunitas.
Menurut sejarawan Singgih Tri Sulistiyono, usia hampir lima abad bikin Semarang punya PR besar: menjaga sejarah sambil tetap relevan ke masa depan.
Dan lima pilar yang diusung, bersih, sehat, cerdas, makmur, tangguh, jadi semacam “kompas” buat arah kota ke depan. Agustina sendiri bilang, semua kado ini baru awal. “Ini bibit. Warga juga harus ikut ngerawat,” ujarnya.
Soalnya percuma kota makin “hebat” kalau cuma terasa di baliho dan panggung acara. Yang dibutuhin warga itu sederhana: hidup lebih mudah, bukan sekadar slogan yang diulang tiap ulang tahun. (tebe)

