BACAAJA, SEMARANG- Aksi juru parkir (jukir) liar yang diduga “nuthuk” wisatawan di kawasan Kota Lama Semarang berujung diamankan polisi. Tiga pelaku langsung dibawa oleh petugas usai videonya viral di media sosial.
Ketiganya adalah Susanto (41), Wahyu Abdul (26), dan Rafis Firmansyah (25). Mereka diamankan setelah diduga melakukan pemalakan terhadap rombongan wisatawan asal Jawa Timur.
Baca juga: Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran
Kapolsek Semarang Tengah, Sugito, menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. “Begitu video viral, langsung kami tindaklanjuti dan amankan ketiga pelaku,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Kronologinya cukup bikin geleng kepala. Awalnya, jukir liar itu minta tarif parkir Rp10 ribu. Tapi saat wisatawan kasih uang Rp50 ribu, yang dikembalikan cuma Rp10 ribu.
Artinya? Wisatawan itu malah “dipaksa” bayar Rp40 ribu, empat kali lipat dari tarif awal. Nggak terima, rombongan wisatawan langsung komplain, dan video kejadian itu pun menyebar luas di media sosial.
Wajib Lapor
Saat ini, ketiga pelaku sudah diperiksa dan didata oleh polisi. Mereka juga diwajibkan lapor secara berkala, serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Serta bersedia diproses pidana kalau mengulangi lagi,” tegas Sugito.
Salah satu pelaku, Susanto berdalih kalau kejadian itu bukan sengaja. Ia mengaku lupa mengembalikan uang karena kondisi hujan, dan mengklaim baru lima hari bekerja sebagai juru parkir.
Baca juga: Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!
“Saya kembalikan Rp10 ribu, sisanya lupa. Saya baru kerja parkir,” katanya. Ia juga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Polisi pun mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk tidak ragu melapor jika mengalami kejadian serupa. “Kalau ada pemalakan atau pungutan tidak sesuai, segera lapor ke polisi terdekat,” pungkasnya.
Mau liburan santai, malah kena “tarif kreativitas”. Kalau parkir aja bisa nego sepihak, jangan-jangan nanti tiket masuk juga pakai sistem “seikhlasnya, tapi maksa”. (tebe)

