Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kayu Sisa Disulap Jadi Barang Keren, Siswa Ikut Bangga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Kayu Sisa Disulap Jadi Barang Keren, Siswa Ikut Bangga

Alih-alih dibuang atau dibiarkan menumpuk, limbah itu justru dijadikan bahan utama untuk karya baru. Ide ini digagas oleh tim mahasiswa Pendidikan Seni Kriya dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya. Dipimpin Kautsar Ahmad Raharjo bersama timnya, mereka mencoba menggabungkan kreativitas dengan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan yang aplikatif.

Nugroho P.
Last updated: April 11, 2026 4:30 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Prosesnya pun nggak instan. Kayu-kayu sisa dipilih, dipotong dengan ukuran kecil sekitar 2 x 6 cm, lalu dirakit satu per satu menggunakan lem hingga membentuk struktur dasar. Di tahap ini, ketelitian benar-benar diuji karena setiap potongan harus presisi agar hasil akhirnya rapi. (uny.ac.id)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Tumpukan limbah kayu yang biasanya cuma jadi sisa praktikum, kini berubah jadi sesuatu yang bikin mata langsung melirik. Di SMKN 1 Kalasan, suasana belajar terasa beda setelah mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta datang membawa ide yang nggak biasa—mengubah sisa kayu jadi kotak tisu estetik yang punya nilai pakai sekaligus nilai jual.

Program ini hadir lewat kegiatan Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Mengajar yang nggak sekadar formalitas. Mahasiswa benar-benar turun tangan, melihat langsung kondisi di lapangan, lalu mencoba menghadirkan solusi yang relevan. Dari situ, mereka menemukan satu masalah sederhana tapi sering terlewat: limbah kayu hasil praktikum siswa yang menumpuk tanpa pemanfaatan jelas.

Alih-alih dibuang atau dibiarkan menumpuk, limbah itu justru dijadikan bahan utama untuk karya baru. Ide ini digagas oleh tim mahasiswa Pendidikan Seni Kriya dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya. Dipimpin Kautsar Ahmad Raharjo bersama timnya, mereka mencoba menggabungkan kreativitas dengan kepedulian lingkungan dalam satu kegiatan yang aplikatif.

Menurut Kautsar, pendekatan ini bukan cuma soal bikin produk, tapi juga tentang mengubah cara pandang. Limbah bukan lagi sesuatu yang harus disingkirkan, tapi bisa jadi peluang kalau diolah dengan tepat. Dari sinilah konsep kotak tisu berbahan limbah kayu mulai dikembangkan.

Prosesnya pun nggak instan. Kayu-kayu sisa dipilih, dipotong dengan ukuran kecil sekitar 2 x 6 cm, lalu dirakit satu per satu menggunakan lem hingga membentuk struktur dasar. Di tahap ini, ketelitian benar-benar diuji karena setiap potongan harus presisi agar hasil akhirnya rapi.

Supaya tampilannya nggak monoton, mahasiswa juga mengombinasikan potongan kayu dengan warna berbeda di bagian tengah. Sentuhan sederhana ini justru bikin produk terlihat lebih hidup dan punya karakter unik.

Setelah dirakit, permukaan kayu dihaluskan agar aman dan nyaman saat digunakan. Tahapan ini penting, karena selain soal estetika, produk juga harus fungsional. Hasil akhirnya adalah kotak tisu yang tidak hanya berguna, tapi juga layak jadi dekorasi ruangan.

Yang menarik, kegiatan ini nggak berhenti di produksi saja. Siswa juga diajak terlibat langsung dalam prosesnya. Mereka belajar dari awal hingga akhir, mulai dari memilah bahan, merakit, sampai finishing.

Bagi siswa, pengalaman ini terasa beda dari pembelajaran biasa. Mereka nggak hanya menerima teori, tapi langsung praktik dengan hasil nyata yang bisa dilihat dan digunakan.

Keterlibatan ini juga memicu rasa bangga. Produk yang awalnya berasal dari limbah, kini berubah jadi barang yang punya nilai. Ada kepuasan tersendiri saat melihat hasil karya sendiri bisa dipakai sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan pentingnya pengelolaan limbah. Siswa jadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan mulai berpikir ulang sebelum membuang sesuatu.

Mahasiswa PLK Mengajar UNY juga berperan sebagai fasilitator yang aktif. Mereka tidak hanya mengarahkan, tapi juga memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan mencoba ide-ide baru.

Kolaborasi ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Interaksi antara mahasiswa dan siswa berjalan dua arah, saling bertukar ide dan pengalaman.

Program ini juga sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah menjadi produk baru mendukung prinsip konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab.

Di sisi lain, pendekatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini juga memperkuat kualitas pendidikan. Siswa tidak hanya siap secara teori, tapi juga punya keterampilan yang bisa langsung diterapkan.

Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa terus berkembang. Bukan hanya di satu sekolah, tapi juga di tempat lain dengan konsep yang bisa disesuaikan.

Potensi limbah di lingkungan pendidikan sebenarnya sangat besar. Tinggal bagaimana kreativitas dimanfaatkan untuk mengolahnya jadi sesuatu yang bernilai.

Dari kegiatan sederhana ini, muncul pesan kuat bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Kadang, ide terbaik justru datang dari hal-hal yang sering dianggap sepele.

Kotak tisu dari limbah kayu ini jadi bukti nyata bahwa kreativitas bisa berjalan beriringan dengan kepedulian lingkungan.

Di tangan yang tepat, sesuatu yang dianggap sisa bisa berubah jadi karya yang punya cerita dan makna.

Dan di ruang kelas sederhana itu, siswa belajar satu hal penting—bahwa setiap bahan, sekecil apa pun, selalu punya potensi untuk jadi sesuatu yang lebih besar. (*/uny.ac.id)

You Might Also Like

Disertasi Saleh Terkait Keadlian Ekologis PSN Tuai Apresiasi Akademisi

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Kuliah Praktik Ala Unkartur Semarang: Ngatur Jam Makan dan Ngurusin Mood Satwa

Dari Hama Jadi Cuan: BEM FEB Undip Bikin Ikan Red Devil Jadi Produk Hits Desa Asinan

Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

TAGGED:kerajinanUNY
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mahasiswa Ini Temukan Program Teman Curhat Mode AI
Next Article Mahasiswa Turun Pantai, Mangrove Diselamatkan Warga Ikut Bergerak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Temanggung, Agus Gondrong, turun langsung menjemput warganya yang jadi korban tenggelam di Sungai Progo, Magelang.

Kepedulian di Tengah Duka, Bupati Temanggung Turun Langsung Jemput Jenazah Warganya

Pengguna jasa angkutan pesawat sedang berada di Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist)

Rute Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Seret, Padahal Trafik Pesawat Naik 36 Persen

Bus Trans Jateng terlibat kecelakaan beruntun di Purworejo, Sabtu (11/4/2026). Satu korban dilaporkan tewas dalam peristiwa kecelakaan maut itu. (ist)

Trans Jateng Kecelakaan Beruntun di Purworejo: Jupiter Ringsek di Kolong Bus, 1 Orang Tewas

Silayur Rawan Kecelakaan, Warga Hidupkan Lagi Tradisi Ruwatan

Kasus Penggelapan Berujung Pecat, Polisi Ini Resmi Diberhentikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025
Pendidikan

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Oktober 11, 2025
Pendidikan

Gus Yasin Ajak Pramuka Jadi Teladan di Era Digital, Bukan Cuma Pandai Baris-Berbaris

Agustus 14, 2025
Pendidikan

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Desember 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kayu Sisa Disulap Jadi Barang Keren, Siswa Ikut Bangga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?