Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan

R. Izra
Last updated: April 9, 2026 8:24 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Staf Bidang SMA Disdikbud Jateng, Subeno saat saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' di Titik Kumpul 2 SKS, kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
Staf Bidang SMA Disdikbud Jateng, Subeno saat saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' di Titik Kumpul 2 SKS, kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah merespons soal fenomena pelajar ikut aksi demonstrasi. Mereka menegaskan, demo itu boleh saja, tapi ada catatan penting yang harus diperhatikan.

Perwakilan Disdikbud Jateng, Subeno, bilang yang jadi masalah bukan aksinya, tapi potensi hasutan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini yang dinilai berbahaya untuk pelajar.

“Demo itu boleh, tapi jangan sampai kena hasutan pihak yang tidak bertanggung jawab,” sarannya saat menjadi narasumber diskusi bertema ‘No Chaos, No Justice?’ dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dengan media BacaAja, di Semarang, Rabu (8/4/2026).

Bacaaja: Curhat Aktivis Undip: Bangun-bangun Ditangkap Polisi, Dibilang Tolol Ikut Aksi Demonstrasi
Bacaaja: Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap

Ia menyebut, pengalaman tahun lalu jadi pelajaran penting. Saat momen “Agustus Kelabu”, banyak pelajar di Semarang ikut aksi yang kemudian berujung ricuh.

Bahkan, ratusan pelajar sempat diamankan aparat. Sebagian di antaranya terlibat karena ikut-ikutan atau terpengaruh ajakan dari media sosial.

Menurut Subeno, kondisi itu tidak lepas dari karakter remaja yang sedang ingin tahu banyak hal. Ditambah lagi, arus informasi di media sosial yang begitu cepat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendampingan. Tidak hanya dari sekolah, tapi juga dari keluarga.

Disdik Jateng sendiri sudah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya lewat protokol yang disebarkan ke sekolah untuk mencegah siswa terlibat aksi berisiko.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan berjenjang. Mulai dari cabang dinas hingga pengawas di masing-masing sekolah.

Ke depan, Disdik juga akan mengumpulkan sekolah-sekolah untuk memperkuat pencegahan. Tujuannya agar pelajar tetap bisa menyalurkan aspirasi tanpa harus turun ke aksi yang berpotensi anarkis.

Subeno menegaskan, menyampaikan pendapat itu bagian dari proses belajar. Bahkan ia mengaku pernah jadi aktivis di masa lalu.

Namun, ia mengingatkan pelajar agar tidak asal ikut. Harus paham tujuan, cara, dan risiko sebelum memutuskan ikut aksi.

“Yang penting itu jangan mudah terpengaruh. Harus bisa memilah mana yang benar-benar aspirasi, mana yang sekadar hasutan,” pungkasnya. (bae)

You Might Also Like

Libur Ramadhan Nggak Full, Sekolah Tetap Jalan Santai

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

Samuel Wattimena: Stop Jalan Sendiri, Yuk Kolaborasi Biar Budaya Lokal Bisa Mendunia!

AI Bisa Bedain Biji Kopi Bagus, Unwahas Ajak Petani Ngopi ala Society 5.0

Kasus Bullying di Grobogan, Mendikdasmen Soroti Minimnya Pengawasan Guru

TAGGED:bacaajademostrasidisdikbud jatengpelajarpelajar demotitik kumpul 2 sks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Ejekan Jadi Petaka, Duel Siswa SMP Berujung Duka
Next Article Anggota Forum Anak Jawa Tengah, Emir Luqman Amanullah (berjemper biru) saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' dalam Program Titik Kumpul 2 SKS di kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae) Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketidakadilan Terus Terjadi Bahkan Ketika Kita Tengah Tidur Lelap

Masuk Musim Kemarau, Luthfi Cek Embung dan Irigasi

Polisi Buru Narkoba hingga Septic Tank

Pemkot Semarang Siapkan Tiga SPPG Jadi Role Model

Tampang Dito (baju oranye), begal sadis yang tega membacok korbannya dengan pisau lipat digiring polisi ke tahanan, Rabu (8/4/2026). (bae)

Demi Sebotol Congyang, Aksi Brutal Begal Sadis di Halmahera Semarang Terungkap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Desember 11, 2025
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
Pendidikan

Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi

Oktober 15, 2025
Foto: ilustrasi. Permasalahan guru meliputi berbagai aspek, mulai dari kesejahteraan, kompetensi, beban kerja, hingga tantangan dalam proses belajar mengajar. Guru butuh kepastian kerja dan perlindungan hukum agar bisa fokus menjalankan tugasnya.
Pendidikan

Pemerintah Harus Menjamin Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Bagi Guru

Juli 15, 2025
Pendidikan

Paham Anarko Sudah Menyebar, Ini Peringatan Keras Kapolres Banjarnegara

Agustus 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?