Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci

Kerja dari rumah alias WFH emang kelihatan fleksibel dan nyaman. Tapi buat ASN di lingkungan Pemkot Semarang, ini bukan soal rebahan sambil kerja. Ada satu hal penting yang nggak boleh kendor: pengawasan dan target kerja harus tetap jelas, biar nggak sekadar “online tapi kosong”.

T. Budianto
Last updated: April 8, 2026 3:34 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Pengamat kebijakan publik Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Andreas Pandiangan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Penerapan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang tidak hanya soal fleksibilitas kerja, tetapi juga menyangkut pengawasan dan efektivitas kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Pengamat kebijakan publik dari Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Andreas Pandiangan menekankan bahwa pengawasan menjadi faktor penting agar WFH tetap berjalan optimal.

Baca juga: WFH Jumat di Semarang: Bukan Buat Rebahan, Tapi Biar Hemat BBM

Menurutnya, ASN yang bekerja dari rumah tetap harus memiliki target kerja yang jelas dari pimpinan. “ASN boleh bekerja dari rumah, tapi harus jelas bebannya apa. Pimpinan harus memberikan tugas yang terukur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara daring. Beberapa posisi seperti petugas keamanan atau layanan langsung tetap harus bekerja di kantor. “Satpam misalnya, tidak mungkin bekerja dari rumah. Nah, pengaturan seperti ini yang butuh ketelitian,” katanya.

Indikator Keberhasilan

Selain pengawasan, ia juga menyoroti pentingnya indikator keberhasilan dalam kebijakan WFH. Tanpa indikator yang jelas, pemerintah akan kesulitan menilai apakah kebijakan tersebut efektif atau tidak.

“Pemkot perlu membuat indikator dulu. Dari situ baru bisa dilakukan monitoring dan evaluasi,” jelasnya melalui pesan singkat. Indikator tersebut, lanjutnya, bisa menjadi acuan untuk menilai apakah pelayanan publik tetap berjalan baik, menurun, atau justru meningkat selama WFH diterapkan.

Baca juga: WFH, Hemat Energi atau Cuma Pindah Tagihan? Ini Kata Akademisi

Dengan adanya indikator yang jelas, pemerintah juga dapat melakukan evaluasi secara berkala dan menyesuaikan kebijakan jika ditemukan kendala di lapangan. “Kalau tidak ada ukuran yang jelas, kita tidak tahu apakah kebijakan ini berhasil atau tidak,” tegasnya. Ia berharap, kebijakan WFH tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga tetap menjaga kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama.

WFH itu enak kalau kerja tetap jalan. Tapi kalau target nggak jelas dan pengawasan longgar, ujung-ujungnya cuma ganti lokasi, dari kantor ke rumah, sementara produktivitas ikut “kabur tanpa izin”. (dul)

You Might Also Like

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Industri Gelap Buzzer Politik: Bisnis Manipulasi Opini di Medsos

Dialek Semarangan Ternyata Cuma Hidup di Lima Kecamatan

Sumur Pertamina di Subang Bocor dan Meledak, Dua Pekerja Jadi Korban

Sambut Ramadan dan MTQ Nasional, Pemkot Bagikan 20 Ribu Alquran

TAGGED:headlinepemkot semarangWFH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua begal sadis yang beraksi di Jl. Halmahera, Semarang, diringkus polisi. Tampang Duo Begal Sadis Halmahera Semarang, Eksekutor Ditangkap di Magelang
Next Article Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NOBAR - Penonton antusias menyaksikan nonton bareng film Pesta Babi di Semarang, yang juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok

TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Pigai Bilang Jangan Asal Dor, Polisi Tetap Gas Kejar Begal

IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.

Haji Belum Mulai Puncak, Ribuan Pendatang Ilegal Sudah Dipulangkan

Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan

Mei 12, 2026
Menpora membuka Munas BEM SI Kerakyatan di Sumatra Barat. BEM Unissula pun mundur dari keanggotaan BEM SI menyusul BEM Undip dan BEM UGM. Foto: dok/ist.
Unik

BEM Undip Ungkap Kondisi Munas di Padang Tak Kondusif, ‘Disusupi’ Pejabat hingga BIN

Juli 24, 2025
Olahraga

Indonesia Ngebut di SEA Games, Pulang Bawa Rekor

Desember 21, 2025
Arief Rosyid bersama Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Viral

Viral Arief Rosyid soal Bahlil: ‘Jangankan Benar, Salah pun Kita Bela!’

Januari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?