BACAAJA, SEMARANG — Mitigasi bencana di Jateng terus didorong dari berbagai sisi. Termasuk soal pencegahan banjir. Salah satunya lewat program pembuatan sumur resapan yang kini mulai digalakkan oleh pemerintah daerah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Ia menilai sumur resapan merupakan solusi sederhana, terjangkau, namun punya dampak besar bagi lingkungan.
Menurutnya, keberadaan sumur resapan tidak hanya membantu mengurangi genangan air dan risiko banjir, tetapi juga berkontribusi menjaga kualitas infrastruktur, khususnya jalan yang rentan rusak akibat air yang mengalir di permukaan.
Bacaaja: Gerakan Jateng ASRI Resmi Jalan, Saleh: Jangan Cuma Seremoni, Harus Konsisten!
Bacaaja: M Saleh Dukung Jateng Pasang Target Gila PON 2028: Tembus 3 Besar, Sabet 150 Emas!
“Sumur resapan adalah solusi yang sederhana dan terjangkau, tetapi manfaatnya besar. Selain mengurangi risiko banjir, juga membantu menjaga kondisi jalan agar tidak cepat rusak,” ujarnya, belum lama ini.
Saleh menambahkan, program ini perlu diperluas secara masif, terutama di kawasan perkotaan dan permukiman padat yang minim area resapan air. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaannya harus dibarengi dengan edukasi teknis kepada masyarakat.
Hal ini penting agar pembangunan sumur resapan dilakukan sesuai standar, mulai dari kedalaman, diameter, hingga pemilihan lokasi yang tepat.

“Edukasi teknis penting agar masyarakat memahami cara pembuatan yang benar. Jangan sampai niatnya baik, tetapi hasilnya tidak efektif karena tidak sesuai kondisi tanah,” jelasnya.
Selain itu, Saleh juga mendorong peran aktif pemerintah melalui pemetaan kondisi tanah di tiap wilayah. Ia meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah untuk melakukan kajian tersebut guna memastikan efektivitas program.
Dengan langkah yang terukur dan kolaboratif, ia berharap program sumur resapan bisa menjadi bagian dari strategi penanganan banjir yang lebih terintegrasi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan. (*)


