BACAAJA, BEKASI – Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, tepatnya di kawasan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam. Insiden ini bikin panik warga karena api cepat membesar dan disertai ledakan.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heryanto, menyebut kebakaran menghanguskan lahan sekitar 2.000 meter persegi. Selain itu, tercatat sedikitnya 12 korban mengalami luka-luka.
“Untuk dugaan sementara akibat arus pendek listrik,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Bacaaja: Tragedi Kebakaran Warung Kelontong di Semarang, Tewaskan Lansia 94 Tahun
Bacaaja: Kebakaran Terra Drone Disebut Terkait Mafia Sawit, Kita Pantas Curiga Gak Sih?
Kebakaran terjadi saat SPBE masih beroperasi, jadi risikonya jauh lebih tinggi karena melibatkan gas elpiji. Nggak heran kalau api cepat membesar dan bikin situasi makin sulit dikendalikan.
Proses pemadaman pun nggak mudah. Petugas harus ekstra hati-hati karena ada potensi ledakan susulan.
“Gas seperti ini perlu penanganan khusus, harus dipetakan dulu titik apinya,” jelas Heryanto.
Buat ngatasin kebakaran ini, tim damkar menurunkan 12 unit mobil pemadam, ditambah 3 unit bantuan dari Kabupaten Bekasi. Total sekitar 100 personel dikerahkan ke lokasi.
Setelah berjibaku berjam-jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 01.00 WIB, petugas mulai masuk tahap pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.
Nggak cuma SPBE, api juga merembet ke permukiman warga di sekitarnya. Puluhan rumah yang jaraknya cuma sekitar satu meter dari lokasi ikut terbakar.
Ledakan yang terjadi bikin atap rumah beterbangan sampai ke jalan. Dinding bangunan menghitam, sementara puing-puing berserakan di mana-mana. Sejumlah toko juga dilaporkan ikut terdampak.
12 korban dirawat di rumah sakit
Akibat kejadian ini, total 12 orang dilaporkan menjadi korban. Mereka langsung dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Belum ada rincian lengkap soal kondisi korban, namun sebagian mengalami gangguan pernapasan akibat asap tebal dan paparan gas.
Selain api, warga juga harus menghadapi bau menyengat dari material yang terbakar. Kondisi ini bikin banyak orang di sekitar lokasi merasa sesak napas.
Meski api sudah berhasil dipadamkan, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. (*)


