BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo, Respati Ardi, menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kantornya, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini nggak sekadar silaturahmi, tapi langsung ngebahas peluang kerja sama di sektor ekonomi dan industri kreatif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga mulai ngobrolin rencana kerja sama sister city antara Solo dan salah satu kota di Iran.
Respati menyambut positif rencana ini dan memastikan Pemkot Solo siap menindaklanjuti. Tapi, dia menekankan satu hal penting: kerja sama harus punya dampak nyata.
Bacaaja: Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat
Bacaaja: Sampangan Park: Tempat Healing Warga Semarang, tapi Parkirannya Bikin Pusing
“Yang terpenting itu dampaknya. Kalau ada misi ekonomi yang membawa manfaat, pasti akan kita jalankan,” jelasnya.
Meski begitu, realisasi kerja sama ini masih menunggu kondisi di Iran yang saat ini sedang dilanda konflik. Respati juga menyampaikan keprihatinannya dan berharap situasi segera membaik.
Kalau kondisi sudah aman, Pemkot Solo siap tancap gas bareng berbagai organisasi seperti Kadin, Gekrafs, PHRI, dan HIPMI buat ngejalanin kerja sama yang sudah dibahas.
Siap bawa misi pariwisata ke Solo
Dari pihak Iran, Boroujerdi menyebut bahwa setelah konflik mereda, mereka berkomitmen menjalankan misi ekonomi dan pariwisata ke Indonesia, khususnya Solo.
Ia juga menilai Solo sebagai kota yang punya nilai historis, budaya, dan ekonomi yang kuat—jadi cocok banget untuk dijadikan partner kerja sama.
Rencana sister city juga makin serius. Kedutaan Iran bakal membentuk tim khusus untuk mencari kota di Iran yang punya karakter mirip dengan Solo—baik dari sisi sejarah, budaya, maupun ekonomi.
“Kerja sama ini bisa saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” kata Boroujerdi.
Bawa pesan solidaritas dan perdamaian
Di luar urusan ekonomi, pertemuan ini juga diwarnai pesan solidaritas. Respati menegaskan dukungan masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan berharap konflik segera berakhir.
“Kami berdoa ini cepat selesai. Pesan persahabatan dan perdamaian harus jadi prioritas,” ujarnya.
Dari obrolan diplomatik sampai peluang bisnis, pertemuan ini jadi sinyal kalau Solo lagi buka pintu lebar-lebar ke kerja sama global. Tinggal nunggu situasi reda, kolaborasi ini bisa langsung jalan.


