Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sampah Semarang Didominasi Organik, Proyek PSEL Dikritik Walhi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sampah Semarang Didominasi Organik, Proyek PSEL Dikritik Walhi

Rencana proyek PSEL di Semarang lagi kena “kritik”. Bukan tanpa alasan, data di lapangan bilang sampah warga mayoritas organik. Nah loh, kalau bahan bakunya aja nggak cocok, emang mau dibawa ke mana?

T. Budianto
Last updated: Maret 30, 2026 10:33 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KERUK SAMPAH: Satu unit excavator milik Disperkim Kota Semarang mengeruk sampah di TPS Muktiharjo Kidul, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Semarang kena sorotan.  Organisasi yang fokus di bidang lingkungan, Walhi Jateng menilai arah kebijakan ini belum tentu tepat sasaran. Terutama kalau melihat jenis sampah yang dihasilkan warga.

Dari hasil monitoring di TPA Jatibarang Semarang, Walhi menemukan satu hal penting. Komposisi sampah masih didominasi sampah organik. Aktivis Walhi Jateng, Nur Colis bilang kondisi ini harusnya jadi dasar kebijakan. Bukan malah langsung lompat ke teknologi pembakaran seperti PSEL.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Dukung Program PSEL

“Dulu di Semarang ada pengomposan skala perusahaan yang besar, dan itu bagus ketika sampah organik dikompos, kenapa ga dilanjutkan? Padahal sampah Kota Semarang lebih dari 50 persennya organik,” ucapnya, Senin (30/3/2026).

Menurut dia, pendekatan pengomposan justru lebih masuk akal. Apalagi kalau mayoritas sampahnya organik yang mudah diolah secara alami. “Organik dominan tidak cocok dengan teknologi termal (PSEL),” tegasnya.

Walhi khawatir, kalau dipaksakan, PSEL bisa jadi solusi yang meleset. Bukannya menyelesaikan masalah dari hulu, malah fokus ke hilir tanpa melihat karakter sampahnya.

Masih Relevan

Selain itu, mereka juga menilai pendekatan teknologi tidak boleh menggeser solusi yang sudah terbukti. Pengelolaan berbasis pemilahan dan pengomposan dinilai masih relevan dan seharusnya diperkuat.

Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan rencana tersebut. Pemkot Semarang bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Kendal sudah menandatangani kerja sama penyelenggaraan PSEL.

Kerja sama ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional. Proyeknya ditarget bisa mengolah sampah dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan energi listrik.

Baca juga: Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

Pemkot Semarang bahkan siap menyuplai sekitar 1.100 ton sampah per hari. Sambil menunggu pembangunan yang diperkirakan butuh waktu tiga tahun, program pengurangan sampah dari sumber juga tetap dijalankan.

Kalau sampahnya organik tapi solusinya dibakar, ini kayak masak sayur tapi pakai resep steak, bisa jadi sih, tapi rasanya belum tentu nyambung. Tinggal pilih: mau solusi yang keren di atas kertas, atau yang benar-benar cocok sama “isi dapurnya”? (bae)

You Might Also Like

Mami Uthe Muncikari Karaoke Striptis Dituntut 18 Bulan Penjara

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Senyum Guru Brebes Buyar: Kaget Potongan Gaji Nyelonong Jutaan

SMA Kolese Loyola Juara Kompetisi Debat Pelajar Piala Wali Kota

Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

TAGGED:pemkot semarangPSELwalhi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Coach Andri: “Gas Terus, Tapi Jangan Lupa Rem!”
Next Article Operasional SPPG Lempongsari Dihentikan Sementara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Terjepit di Antara Narasi yang Saling Berbenturan

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Fakta Latsarmil KDMP: 5 Peserta Meninggal, 32 Hamil, 1 Bumil Melahirkan saat Pendidikan

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Mumpung Lagi Puasa, Perbanyak Doa agar Utang Cepat Lunas Ini Bacaannya

Maret 1, 2026
Ekonomi

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg

Mei 26, 2026
Sepak Bola

Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan

Januari 25, 2026
Daerah

DPR: Mudik 2026 Jangan Jadi Ajang Uji Nyali

Februari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sampah Semarang Didominasi Organik, Proyek PSEL Dikritik Walhi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?