Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hari Film Indonesia 2026, PARFI’56: Film Lokal Makin Keren, tapi Masih Banyak PR
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hari Film Indonesia 2026, PARFI’56: Film Lokal Makin Keren, tapi Masih Banyak PR

R. Izra
Last updated: Maret 30, 2026 1:26 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua Umum PARFI’56, Marcella Zalianty.
Ketua Umum PARFI’56, Marcella Zalianty.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Hari Film Indonesia yang jatuh tiap 30 Maret tahun ini nggak cuma jadi momen selebrasi. Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI’56) justru ngajak semua pihak buat lebih serius ngebenerin ekosistem perfilman Tanah Air.

Ketua Umum PARFI’56, Marcella Zalianty, bilang kalau 2026 harus jadi titik balik.

“Film Indonesia lagi bagus banget performanya, tapi kita nggak boleh puas. Harus dibarengin sama perlindungan dan kesejahteraan pekerja film,” tegasnya, Senin (30/3/2026).

Bacaaja: Cerita Judheg Singgah, Film Ngapak Akhirnya Masuk Panggung Festival
Bacaaja: Film Merah Putih: One For All Dibanjiri Kritik, Netizen: “Kayak Tugas PPKn SMA”

Film Indonesia lagi naik daun

Nggak bisa dipungkiri, beberapa tahun terakhir film Indonesia makin dilirik, baik di dalam negeri maupun internasional.

Deretan karya seperti The Raid, Pengabdi Setan, sampai Marlina si Pembunuh Empat Babak sukses bawa nama Indonesia ke global. Yang terbaru, film Para Perasuk (Levitating) bahkan masuk kompetisi di Sundance Film Festival 2026.

Artinya? Cerita lokal kita ternyata relate juga buat dunia.

Masih banyak masalah di balik layar

Walau di depan layar keliatan glowing, kondisi di balik layar belum tentu seindah itu. PARFI’56 menyoroti beberapa isu penting:

  • jam kerja yang nggak sehat
  • kontrak kerja yang belum jelas
  • upah yang belum layak
  • perlindungan hukum yang masih lemah

Bahkan, soal hak kekayaan intelektual dan ancaman AI di industri film juga mulai jadi perhatian.

Masalah lain yang disorot: bioskop masih numpuk di Pulau Jawa. Banyak daerah, terutama Indonesia timur, yang akses nonton filmnya masih terbatas.

Makanya, PARFI’56 dorong pembangunan bioskop lebih merata biar semua orang bisa menikmati film Indonesia.

PARFI’56 juga ngasih apresiasi ke pemerintah yang mulai buka peluang kolaborasi, termasuk kerja sama internasional.

Selain itu, wacana insentif pajak dari Pemprov DKI Jakarta buat industri film juga disambut positif. Karena menurut mereka, ini bisa:

  • narik investor
  • bikin produksi lebih ringan
  • bikin daerah jadi lokasi syuting yang menarik

Marcella menegaskan, Hari Film Indonesia tahun ini jadi semacam wake up call. Bukan cuma soal bangga karena film kita makin keren, tapi juga soal ngebenerin “dapur” industri biar lebih sehat.

Simpelnya, film Indonesia udah mulai jadi tuan rumah di negeri sendiri. Sekarang tinggal memastikan, orang-orang di baliknya juga ikut sejahtera. (*)

You Might Also Like

Semarang Punya Sunset, Punya Pantai, Tapi Kok Belum Jadi Primadona?

Dari Salah Jalan ke Cinta Tanah Air, Napiter Cipinang Rayakan Kemerdekaan

Guru PAUD Kesejahteraannya Minus, Pejabat Ini Klaim Bakal Memperjuangkannya

Luthfi Minta Petani Tenang, Bawang Brebes Masih Primadona

Dari Wamen Jadi Tersangka: Drama Immanuel Ebenezer & 10 Nama Lain di Skandal Sertifikat K3

TAGGED:film lokalhari film nasionalmarcella zaliyantyparfi'56
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Iduladha 2026 Kapan Digelar Ini Jadwal dan Liburnya
Next Article Kini Side Hustle Nggak Sekadar Tren, Banyak Karyawan Ikut Main

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENGUKUHAN PASKIBRAKA--Anggota Paskibraka 2026 memberi hormat kepada Wali Kota Semarang saat acara pengukuhan di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Rabu (12/8/2026). (ist)

27 Paskibraka Semarang Dikukuhkan, Agustina Minta Jadi Agen Anti-Bullying

DUTA BACA--Duta Baca Semarang menerima penghargaan yang digelar dalam acara yang digekar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026). (ist)

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

Ideologi Angka dan Realitas Sebagian

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Adu Tajam Haaland vs Kane, Siapa Melaju ke Semifinal?

Juli 11, 2026
Info

Warmindo Berubah Jadi Arena Tempur, 40 Tim Free Fire Adu Strategi di Mayoritas

Agustus 8, 2026
Info

9 Ball Fun Competition: Cara Pegersemar Jaga Kekompakan

Januari 21, 2026
InfoOpini

Musyawarah di Media Sosial Hanya Ilusi Belaka?

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hari Film Indonesia 2026, PARFI’56: Film Lokal Makin Keren, tapi Masih Banyak PR
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?