Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Doyan Pedas Boleh, Tapi Jangan Sampai Usus Protes Keras
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Doyan Pedas Boleh, Tapi Jangan Sampai Usus Protes Keras

Secara medis, makanan pedas memang tidak langsung menyebabkan kanker usus. Tapi kalau dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, efeknya bisa memicu gangguan yang berujung serius.

Nugroho P.
Last updated: Maret 29, 2026 6:37 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Sebl;ak pedas menggoda.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Buat yang nggak bisa lepas dari sambal dan cabai, ada kabar yang perlu dipikir ulang. Makan pedas memang nikmat, tapi kalau kebablasan, dampaknya bisa bikin sistem pencernaan “teriak”.

Secara medis, makanan pedas memang tidak langsung menyebabkan kanker usus. Tapi kalau dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, efeknya bisa memicu gangguan yang berujung serius.

Banyak orang menganggap rasa pedas itu sekadar sensasi di lidah. Padahal, di dalam tubuh, ada proses yang ikut terpengaruh, terutama di lambung dan usus.

Salah satu penyebabnya adalah zat aktif dalam cabai yang dikenal sebagai capsaicin. Zat ini memang punya manfaat kalau dikonsumsi dalam batas wajar.

Dalam jumlah normal, capsaicin bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Bahkan, ada juga yang bilang bisa melancarkan peredaran darah.

Tapi ceritanya beda kalau sudah berlebihan. Konsumsi capsaicin yang terlalu sering bisa memicu iritasi pada dinding lambung dan usus.

Iritasi ini mungkin awalnya terasa sepele, seperti perih atau mulas. Namun kalau dibiarkan terus, bisa berkembang jadi peradangan kronis.

Nah, peradangan kronis inilah yang sering dikaitkan dengan munculnya sel-sel abnormal dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit serius.

Selain itu, kebiasaan makan pedas seringkali tidak berdiri sendiri. Biasanya, makanan pedas dikombinasikan dengan gorengan, makanan berlemak, atau tinggi garam.

Kombinasi ini justru yang lebih berbahaya. Lemak jenuh dan bahan pengawet bisa memperparah kondisi usus dan meningkatkan risiko kerusakan sel.

Banyak kasus menunjukkan bahwa pola makan seperti ini bisa mempercepat gangguan pada sistem pencernaan. Bukan cuma soal pedasnya, tapi juga apa yang dimakan bersamanya.

Faktor lain yang nggak kalah penting adalah kondisi tubuh masing-masing orang. Tidak semua orang punya daya tahan pencernaan yang sama.

Bagi yang punya riwayat maag, lambung sensitif, atau gangguan pencernaan lain, efek makanan pedas bisa terasa lebih cepat dan lebih parah.

Iritasi yang berulang bisa memicu luka di saluran pencernaan. Kalau luka ini tidak sembuh dengan baik, risiko peradangan kronis makin besar.

Dalam kondisi tertentu, peradangan yang terus terjadi bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, termasuk gangguan pada usus besar.

Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa makan pedas bukan satu-satunya penyebab utama. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan.

Mulai dari pola makan tidak seimbang, kurang serat, hingga gaya hidup yang kurang sehat. Semua ini saling berkaitan dalam memengaruhi kesehatan usus.

Karena itu, bukan berarti harus stop total makan pedas. Yang penting adalah mengatur intensitas dan porsi.

Menyeimbangkan dengan makanan berserat seperti sayur dan buah bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan. Air putih juga jadi faktor penting yang sering dilupakan.

Selain itu, penting juga untuk mengenali batas tubuh sendiri. Kalau sudah mulai sering merasa tidak nyaman setelah makan pedas, itu bisa jadi sinyal untuk mengurangi.

Intinya, menikmati makanan pedas itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai kebiasaan ini berubah jadi risiko jangka panjang yang diam-diam mengganggu kesehatan. (*)

You Might Also Like

Menu Kampung Bikin Buka Puasa Auto Nostalgia

6 Minuman yang Bikin Ginjal Tetap Sehat, Nggak Bikin Nyesel

Bikin Wajah Glowing Tanpa Uang Sepeserpun! Ini Rahasia Cantik Gratis Ala YouTuber Desty Yufenti

Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?

Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang

TAGGED:PEDASsehatusus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mendarat Santai di Bali, Bule Buronan Langsung Diamankan
Next Article Ditinggal, Gudang Disikat Maling Spesialis Rumah Kosong

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Lantai Kamar Mandi Bau Pesing Ternyata Takluk Pakai Krim Cukur

Mei 29, 2026
Tips

Pompa ASI Jadi Senjata Andalan, Bikin Busui Bisa Menyusui Lebih Panjang

September 16, 2025
Tips

Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Juli 8, 2026
Tips

Tak Disadari Tiap Hari Dikonsumsi, Ternyata Makanan Ini Pemicu Kanker Payudara!

September 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Doyan Pedas Boleh, Tapi Jangan Sampai Usus Protes Keras
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?