Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Kalau biasanya riset identik sama teori dan laporan tebal, kali ini ceritanya beda. Pemerintah lagi nyoba bikin riset yang langsung “nendang” ke kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan sampah sampai energi. Nggak tanggung-tanggung, kampus, negara, dan dana besar disatukan biar hasilnya nggak cuma jadi arsip.

T. Budianto
Last updated: Maret 28, 2026 11:53 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AUDIENSI LPDP: Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menerima audiensi jajaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kamis (26/3/2026). (Foto: Kemendiktisaintek)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menggenjot riset prioritas nasional, khususnya di bidang energi dan pengelolaan sampah.

Langkah ini jadi bagian dari arahan Prabowo Subianto yang mendorong riset nggak berhenti di konsep, tapi benar-benar bisa dipakai di lapangan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan, LPDP punya peran krusial dalam membangun ekosistem riset nasional. Bukan cuma soal beasiswa, tapi juga jadi “mesin” pendanaan inovasi.

Baca juga: Wamendiktisaintek: Mahasiswa Jangan Cuma Jadi Penonton, Ikut Nyemplung di Riset Dosen!

“LPDP itu pilar penting buat pengembangan SDM dan riset. Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan, terutama buat program prioritas,” ujarnya. Fokus riset yang dibidik pun nggak main-main. Mulai dari teknologi pengolahan sampah jadi energi (waste-to-energy), konversi kompor LPG ke listrik, sampai pengembangan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Menariknya, riset ini nggak cuma ngomongin teknologi. Tapi juga dikaji dari sisi sosial, ekonomi, sampai kebijakan, biar solusi yang dihasilkan nggak mentok di teori, tapi bisa langsung diterapkan di masyarakat.

Brian juga mendorong pola riset yang lebih “turun ke bawah”, alias desentralistik. Artinya, kampus-kampus di daerah didorong aktif kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri, bukan cuma bergantung pada pusat.

“Dengan pendekatan ini, solusi bisa lebih cepat diimplementasikan, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi,” katanya.

Agenda Riset

Dari sisi pendanaan, Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, memastikan pihaknya siap full support, termasuk lewat skema kolaborasi pembiayaan atau co-funding. LPDP juga bakal mengintegrasikan program beasiswa dengan agenda riset nasional.

Jadi, mahasiswa nggak cuma kuliah, tapi juga ikut terlibat dalam proyek-proyek strategis, bahkan sampai kolaborasi internasional dan jaringan diaspora akademik. “Untuk program prioritas seperti energi dan sampah, kami siap mendukung.

Baca juga: Undip Bukan Kaleng-kaleng, Kampus Nomor 4 Terbaik Nasional Versi EduRank 2026

Semakin cepat dirumuskan, semakin baik,” ujar Sudarto. Dengan model ini, riset diharapkan nggak lagi jalan sendiri-sendiri. Tapi jadi gerakan bersama yang melibatkan kampus, pemerintah, industri, hingga jejaring global.

Di negara yang masalah sampahnya nyata dan energi terus jadi isu, riset memang nggak boleh cuma jadi bahan seminar. Karena kalau ujungnya cuma jadi PDF yang tersimpan rapi… ya yang berubah cuma judulnya, bukan kondisi di lapangan. (tebe)

You Might Also Like

Jawaban Purbaya saat Dicecar Dasco soal Dana Pemulihan Bencana Sumatra

Dari Balik Jeruji ke Balik Kompor: Lapas Semarang Siap Masak MBG

Enam Hari Pencarian, Dua Korban Longsor Pemalang Ditemukan

Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

TAGGED:headlinekemediktisaintekLPDPperguruan tinggi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total
Next Article Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Sah, Rafinha Harapan Baru PSIS

Desember 29, 2025
Hukum

214 Ton Narkoba Dimusnahkan. Puan: Jangan Kasih Kendor!

Oktober 29, 2025
Hukum

Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”

Maret 4, 2026
Info

Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Februari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?