Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Nggak Drama: Mudik Padat, Balik Ramai, Tapi Lalu Lintas Tetap “Waras”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Nggak Drama: Mudik Padat, Balik Ramai, Tapi Lalu Lintas Tetap “Waras”

Mudik identik macet? Nggak selalu. Di Kota Semarang, arus mudik sampai arus balik Lebaran 2026 justru terbilang mulus tanpa drama berarti. Padat iya, tapi masih bisa dikendalikan, kayak ramai tapi tetap tertib.

T. Budianto
Last updated: Maret 25, 2026 4:00 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PANTAUAN CCTV: Pantauan kawasan pusat oleh-oleh Semarang di Jl Pandanaran dari kamera CCTV Dinas Perhubungan Kota Semarang pada H+3 Lebaran, Selasa (24/3/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Kota Semarang terpantau lancar dan kondusif. Di tengah lonjakan kendaraan dan mobilitas pemudik, situasi lalu lintas tetap terkendali berkat kerja bareng antara masyarakat, Pemkot Semarang, dan Satlantas Polrestabes Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan terkait kondisi lalu lintas selama periode Posko Angkutan Lebaran.

Data dari 15 hingga 24 Maret 2026 menunjukkan angka yang nggak main-main. Dari Gerbang Tol Kalikangkung saja, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar. Angka ini nunjukin kalau Semarang masih jadi “jalur favorit” pemudik.

Baca juga: Pemkot Bikin Portal Mudik, Macet Bisa Dipantau dari HP

Di dalam kota, pergerakan kendaraan juga cukup padat. Jalan Perintis Kemerdekaan dilintasi lebih dari 594 ribu kendaraan masuk dan 504 ribu keluar. Jalan Siliwangi bahkan mencatat lebih dari 661 ribu kendaraan masuk.

Sementara itu, Jalan Brigjen Katamso juga ramai dengan ratusan ribu kendaraan yang melintas. Meski begitu, kondisi lalu lintas tetap bisa dikendalikan. Nggak ada cerita macet total yang bikin frustrasi berjam-jam.

Pergerakan pemudik lewat transportasi umum juga nggak kalah tinggi. Total ada lebih dari 191 ribu orang masuk ke Semarang dan sekitar 177 ribu orang keluar lewat kereta, kapal, pesawat, dan bus.

Stasiun Tawang jadi titik paling sibuk dengan lebih dari 73 ribu penumpang datang, disusul Stasiun Poncol yang juga ramai. Bandara Internasional Ahmad Yani mencatat puluhan ribu penumpang, sementara Pelabuhan Tanjung Emas juga ikut menyumbang mobilitas pemudik.

Pusat Pergerakan

Agustina mengakui, posisi Semarang sebagai simpul utama di Jateng bikin kota ini selalu jadi pusat pergerakan saat Lebaran. Makanya, koordinasi lintas instansi jadi kunci.

“Kita bersyukur arus mudik maupun arus balik berjalan lancar dan kondusif. Terima kasih untuk semua pihak, mulai dari Satlantas, Dishub, sampai masyarakat yang ikut menjaga kelancaran,” ujarnya.

Pengamanan nggak cuma dari pemerintah dan polisi. Keterlibatan Kodim, organisasi masyarakat, sampai posko mandiri warga juga ikut memperkuat pengawasan di lapangan.

Pemantauan lalu lintas dilakukan lewat sistem ATCS dan juga pengaturan langsung oleh petugas di titik-titik strategis. Dampak kebijakan one way nasional memang terasa di beberapa simpang seperti Kariadi, Kaligarang, dan Sam Poo Kong, tapi tetap bisa diurai dengan rekayasa lalu lintas.

Selain jalur utama, perhatian juga difokuskan ke titik-titik “rawan rame” seperti kawasan oleh-oleh Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima, hingga Kota Lama. Tempat-tempat ini memang jadi magnet pemudik yang pengen sekalian jalan-jalan.

Baca juga: Pemkot Jemput Warga Mudik Lebaran

Pemkot Semarang pun mengingatkan masyarakat yang sedang atau akan melakukan arus balik untuk tetap tertib di jalan, patuhi arahan petugas, dan pastikan kondisi tubuh serta kendaraan tetap fit.

Pemantauan melalui Posko Angkutan Lebaran juga masih terus dilakukan sampai arus balik benar-benar selesai, demi memastikan semuanya tetap aman dan lancar.

Di saat banyak kota lain sibuk cerita soal macet horor, Semarang justru kasih plot twist: padat tapi tetap jalan. Mungkin ini bukti kalau yang bikin macet itu bukan jumlah kendaraan, tapi kurangnya koordinasi. Atau… jangan-jangan, pemudik tahun ini lagi pada lebih sabar? (tebe)

You Might Also Like

Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat

Cara Bupati Temanggung Jamin Kesehatan Warga: Balinkes Sediakan Bantuan Hingga Rp2,4 Juta per Orang

Sudewo Gak Bisa Jadi Pejabat Lagi?KPK Tambahkan Tuntutan Pencabutan Hak Dipilih

Polrestabes Semarang Bagikan Paket Sembako ke Eks Napiter

Masak di Pinggir Jalan, Polrestabes Semarang Bagikan 600 Takjil

TAGGED:agustina wilujenglibur lebaran 2026pemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi Kepala Daerah
Next Article WFH di Jateng Belum Fix

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Foto: ilustrasi. Permasalahan guru meliputi berbagai aspek, mulai dari kesejahteraan, kompetensi, beban kerja, hingga tantangan dalam proses belajar mengajar. Guru butuh kepastian kerja dan perlindungan hukum agar bisa fokus menjalankan tugasnya.
Pendidikan

Pemerintah Harus Menjamin Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Bagi Guru

Juli 15, 2025
Info

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Desember 23, 2025
Bea Cukai Jateng-DIY melakukan pemusnahan barang-barang ilegal di halaman Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Selasa (2/11/2025).
Info

Bea Cukai Jateng-DIY Musnahin Barang Ilegal Senilai Rp76 Miliar, Ini Rinciannya

Desember 2, 2025
Sepak Bola

Stefano Lilipaly Kembali Dipanggil Timnas

Mei 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Nggak Drama: Mudik Padat, Balik Ramai, Tapi Lalu Lintas Tetap “Waras”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?