Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Aman Digital Dijaga, Purbalingga Gaspol Perkuat Aturan Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Anak Aman Digital Dijaga, Purbalingga Gaspol Perkuat Aturan Baru

Langkah ini dinilai cukup strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Apalagi kasus kekerasan terhadap anak masih jadi tantangan yang nyata. Belum lagi pengaruh dunia digital yang makin sulit dikontrol.

Nugroho P.
Last updated: Maret 17, 2026 7:20 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Isu perlindungan anak lagi jadi perhatian serius di Purbalingga. Pemerintah daerah mulai tancap gas merancang aturan baru lewat Raperda Perlindungan Anak. Fokusnya jelas, bikin anak-anak lebih aman di tengah derasnya arus digital.

Langkah ini dinilai cukup strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Apalagi kasus kekerasan terhadap anak masih jadi tantangan yang nyata. Belum lagi pengaruh dunia digital yang makin sulit dikontrol.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, ikut angkat suara dalam rapat paripurna DPRD. Ia menyebut sistem perlindungan anak sebenarnya sudah berjalan cukup baik. Tapi tetap butuh penguatan agar hasilnya lebih maksimal.

Menurutnya, capaian Kabupaten Layak Anak tingkat madya jadi bukti awal yang positif. Sistem yang ada sudah terstruktur dan berjalan. Meski begitu, target ke depan tentu ingin naik level lagi.

“Predikat madya ini menunjukkan sistem kita sudah cukup baik, tapi masih perlu ditingkatkan agar bisa mencapai tingkat nindya atau utama,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat di gedung DPRD, Selasa (17/3/2026). Suasana pembahasan pun berlangsung cukup serius.

Selain sistem, perhatian juga mulai digeser ke dunia digital. Pemerintah melihat ada potensi ancaman besar bagi anak jika akses tak dibatasi. Karena itu, kebijakan pembatasan usia jadi salah satu langkah penting.

Bupati menegaskan bahwa anak di bawah 16 tahun sebaiknya tidak bebas mengakses platform digital tertentu. Terutama yang berisiko tinggi seperti media sosial. Hal ini sejalan dengan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Anak di bawah usia 16 tahun tidak diperkenankan memiliki akun di platform berisiko tinggi,” tegasnya. Ia menilai langkah ini penting untuk pencegahan. Bukan untuk membatasi, tapi melindungi.

Pemkab Purbalingga pun tidak tinggal diam. Mereka akan memperkuat literasi digital, baik untuk anak maupun orang tua. Edukasi ini dianggap penting agar penggunaan teknologi lebih bijak.

Selain itu, aturan penggunaan gawai di sekolah juga bakal diperjelas. Tujuannya supaya anak tetap fokus belajar. Dan tidak terlalu bergantung pada dunia digital.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong aktivitas positif di luar layar. Mulai dari olahraga, seni, sampai kegiatan sosial. Harapannya anak bisa tumbuh lebih seimbang.

Tak cuma soal pencegahan, penanganan kasus juga jadi perhatian utama. Pemerintah berencana memperkuat peran UPTD dalam menangani kasus kekerasan anak. Termasuk mempercepat respons saat ada laporan.

“Komitmen kami jelas, memperkuat layanan lewat peningkatan SDM dan koordinasi lintas sektor,” jelas Bupati. Ia ingin penanganan kasus bisa lebih cepat dan terpadu. Sehingga korban mendapat perlindungan maksimal.

Dalam Raperda ini, aspek pencegahan bullying juga ikut disorot. Pemerintah ingin menghadirkan regulasi yang lebih tegas. Supaya kasus perundungan bisa ditekan.

Selain itu, layanan pendampingan korban juga akan diperluas. Anak-anak yang menjadi korban diharapkan mendapat dukungan penuh. Baik secara psikologis maupun hukum.

Rencana penyediaan rumah aman juga masuk dalam pembahasan. Fasilitas ini penting untuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Terutama dalam kondisi darurat.

Bupati menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah. Semua pihak harus ikut terlibat. Mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” katanya. Ia berharap kesadaran ini bisa terus tumbuh. Karena anak adalah masa depan daerah.

Dalam rapat yang sama, ada juga pembahasan Raperda lain. Salah satunya tentang Perumda Puspahastama. Badan usaha ini diarahkan untuk berkembang lebih luas.

Tujuannya agar bisa mendorong perekonomian daerah. Dengan model usaha aneka sektor, peluangnya dinilai cukup besar. Pemerintah ingin potensi ini dimaksimalkan.

Selain itu, ada juga Raperda tentang pengelolaan barang milik daerah. Fokusnya pada tata kelola aset yang lebih tertib. Transparansi jadi kunci utama.

Dengan aturan ini, diharapkan pengelolaan aset makin jelas secara hukum. Tidak ada lagi potensi penyalahgunaan. Semua bisa dipertanggungjawabkan.

Secara keseluruhan, langkah Pemkab Purbalingga ini jadi sinyal kuat. Bahwa perlindungan anak kini jadi prioritas. Apalagi di era digital yang penuh tantangan.

Masyarakat pun diharapkan ikut mendukung kebijakan ini. Karena tanpa peran bersama, aturan tidak akan berjalan efektif. Kolaborasi jadi kunci.

Dengan kombinasi regulasi, edukasi, dan pengawasan, perlindungan anak di Purbalingga diharapkan makin solid. Bukan cuma wacana, tapi benar-benar terasa dampaknya. Anak aman, masa depan pun lebih terjaga. (*)

You Might Also Like

Tersandung Regulasi, Dana Hibah untuk Keraton Solo Mandek Sejak 2012

Pencarian Usai, Gerak Kemanusiaan Tetap Jalan Terus

3 Pekerja Sodetan Sungai Klawing Purbalingga Hilang Tersapu Banjir Bandang, 3 Lainnya Selamat

Anak Curhat ke AI, Bukan ke Ortu: Pemprov Geber Program Berbasis Keluarga

Kado Spesial 17-an, Warga Tawuran saat Pawai HUT Kemerdekaan RI

TAGGED:aturan barudigitaldunia digitalperlindungan anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tol Trans Jawa Mulai Satu Arah: One Way Lokal KM 70-263 Resmi Jalan
Next Article Surat Tangan Syamsul Viral Usai OTT, Isi Bikin Geger

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan bukti pelunasan pajak kendaraan.

12 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, Mana Saja? Berikut Daftar Lengkapnya

POTENSI EKONOMI - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengunjungi Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Menekraf mendorong Desa Kadipaten jadi pusat ekonomi kreatif.

Keren! Menekraf Dorong Wonosobo Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Ngawi Dapat Penghargaan Kedaulatan Pangan, Beras Jadi Andalan

Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur

Debut di Porprov, Atlet Muda Xiangqi Jateng Siap Naik Kelas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Kemarau Mulai Ngegas, Delapan Desa Cilacap Kebagian Kiriman Air Bersih

Juli 4, 2026
Anggota DPRD Jateng dari Demokrat, Asrar (kedua dari kanan) saat menemui massa aksi Aliansi Mahasiswa Semarang Raya, Senin (1/9/2025).
Daerah

Asrar Janji Sampaikan Aspirasi Mahasiswa, DPRD Jateng Temui Massa Aksi di Semarang

September 2, 2025
Mantan karyawan RSUD Soewondo, Pati, Siti Masruhah (kerudung kuning) menangis saat menceritakan nasib pemecatan, dalam rapat Pansus Pemakzulan Bupati, Kamis (14/8/2025). (bae)
Daerah

Eks Karyawan RS Soewondo Menangis saat Rapat Pansus Pemakzulan Bupati Pati

Agustus 14, 2025
Daerah

Pemprov Bakal Cek MBG di SMA 2 Kudus

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Aman Digital Dijaga, Purbalingga Gaspol Perkuat Aturan Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?