BACAAJA, SEMARANG- Menjelang Ramadan, arus mudik hingga libur panjang Idulfitri, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menambah pasokan elpiji 3 kg lebih dari sembilan juta tabung untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama musim Lebaran, ketika aktivitas memasak di rumah tangga meningkat tajam. Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan mengatakan, total tambahan pasokan yang disiapkan mencapai 9.047.530 tabung elpiji 3 kg.
“Dari total tambahan tersebut, sebanyak 8.225.930 tabung dialokasikan untuk Jawa Tengah, sedangkan 821.600 tabung disalurkan ke DIY,” kata Taufiq, Minggu (15/3/2026).
Baca juga: Oplosan Elpiji Beromzet Miliaran Terbongkar di Semarang
Tambahan ini terdiri dari penyaluran fakultatif sebanyak 5.902.480 tabung dan ekstra dropping sebanyak 3.145.050 tabung. Tujuannya satu: memastikan stok gas melon tetap aman selama Ramadan hingga Lebaran.
Jika dibandingkan dengan konsumsi normal elpiji 3 kg di wilayah Jateng dan DIY yang mencapai sekitar 37.742.120 tabung, tambahan lebih dari sembilan juta tabung ini setara dengan sekitar 24 persen dari konsumsi normal.
Tambah Pasokan
Secara lebih rinci, tambahan pasokan untuk Jawa Tengah mencapai sekitar 24,48 persen dari konsumsi normal sebesar 33.614.480 tabung. Sementara di DIY, tambahan pasokan mencapai sekitar 19,9 persen dari konsumsi normal 4.127.640 tabung.
Penyaluran tambahan elpiji ini dilakukan secara bertahap mengikuti tren konsumsi masyarakat. Distribusi fakultatif di wilayah Jateng dan DIY dijadwalkan pada beberapa tanggal penting, yakni 17 Februari 2026 sebanyak 1.181.680 tabung, kemudian 19 Maret, 21 Maret, dan 3 April 2026 masing-masing 1.573.600 tabung.
Selain itu, Pertamina juga melakukan extra dropping elpiji 3 kg yang mulai digulirkan sejak akhir Februari 2026. Totalnya mencapai 3.145.050 tabung, dengan rincian 2.801.210 tabung untuk Jawa Tengah dan 343.840 tabung untuk DIY.
Baca juga: Gas Melon Ditambah, Masak Nataru Nggak Perlu Drama
Taufiq menjelaskan, penyaluran fakultatif merupakan distribusi pengganti yang dilakukan saat hari libur atau tanggal merah. Sedangkan extra dropping adalah tambahan pasokan di luar distribusi reguler untuk memperkuat stok di lapangan ketika konsumsi masyarakat meningkat. Dengan tambahan jutaan tabung ini, diharapkan masyarakat tak perlu panik saat kebutuhan dapur melonjak menjelang Lebaran.
Setiap Ramadan orang sibuk menyiapkan menu Lebaran, tapi yang paling bikin deg-degan sebenarnya cuma satu, bukan resep opor ayamnya, tapi apakah gas melon di dapur masih ada atau tinggal kenangan. (tebe)


