BACAAJA, MALANG – Pagi itu suasana di Jalan Kawi Selatan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, nggak ada yang kelihatan aneh. Sebuah Toyota Corolla hijau tua terparkir seperti biasa di pinggir jalan. Mobil lawas itu memang sering jadi “tempat singgah” seorang lansia yang dikenal warga sekitar.
Namanya Yudi Pairines, usia 79 tahun. Ia ditemukan tergeletak di kursi depan mobil tersebut dalam kondisi tak bernyawa.
Yang pertama kali sadar ada yang nggak beres adalah pemilik mobil, Mulyadi (79). Pagi itu, Jumat (27/2), ia berniat membersihkan mobilnya. Seperti biasa, Yudi terlihat tidur di dalam. Mulyadi mencoba membangunkan.
Tapi napas Yudi sudah tersengal. Panik, Mulyadi langsung memanggil Ketua RT. Tak lama berselang, Yudi mengembuskan napas terakhirnya di dalam mobil yang selama ini jadi tempat ia bernaung.
Buat warga sekitar, keberadaan Yudi sebenarnya bukan hal asing. Ia tunawisma, hidup sebatang kara. Mobil tua itu sering jadi tempatnya beristirahat. Dan warga membiarkannya, karena ia tak pernah bikin resah.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, diduga Yudi meninggal karena sakit. Dalam sepekan terakhir, kondisi kesehatannya memang disebut menurun.
Meski hidup sendiri tanpa keluarga, Yudi nggak benar-benar sendirian. Warga sekitar kerap gotong royong bantu makan sehari-harinya. Ada yang ngasih nasi, ada yang sekadar menyapa dan memastikan ia baik-baik saja.
Akhir hidupnya memang sederhana—di kursi depan mobil tua, di pinggir jalan kota. Tapi kisahnya ninggalin satu hal yang nggak sederhana: tentang sepi, tentang usia, dan tentang kebaikan kecil warga yang diam-diam tetap ada.
Kadang, di sudut kota yang sibuk, ada cerita sunyi yang luput dari perhatian. (*)


